Peluang Usaha : Jadi Agen Regulo Rafting


brosuragen copy

Rafting atau Arung  jeram adalah olahraga yang sedang berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini. Banyak orang mulai menyadari asyiknya rafting sehingga menjadwalkan liburan bersama keluarga dengan rafting. Rafting di pekalen probolinggo adalah salah satu tempat rafting terbaik selain sungai citarik atau progo. Dan Regulo, yang merupakan grup dari Arus Liar, adalah operator rafting yang terkenal dengan keamanannya yang berstandar internasional.

Menjadi agen rafting adalah salah satu peluang usaha yang patut anda pertimbangkan. Rafting yang sedang booming (khususnya di jawa timur) , sungai yang tidak kering walau musim kemarau, masyarakat jawa timur yang suka liburan yang menantang, adalah beberapa alasan yang membuat anda WAJIB menjadi agen rafting khususnya dengan REGULO.

DSC_0227 (2)

Tunggu apalagi, ayo gabung dan jadi agen rafting REGULO. Cukup dengan hape android dan dari mana saja, kamu bisa jualan rafting kepada siapa saja dan uang akan datang tiada henti. Buruan daftar. Rejeki orang ditentukan kesungguhan dan kecepatan dalam berusaha.

Info lebih jelas bisa hubungi Pemasaran Regulo.

Promo Rafting : Buy 10 Get 10 Free


b10g10 free

Kabar gembira!!! Mulai 1 April sampai dengan 30 April, Regulo punya kabar gembira baik buat kamu semua, para penyuka liburan terutama rafting mania. Regulo mengeluarkan promo terbaik bulan ini yaitu buy 10 get 10 free.

 

Apa itu ?? Buy 10 Get 10 Free adalah paket promosi fun rafting, hanya dengan membeli 10 tiket fun rafting, kamu akan mendapatan 10 tiket gratis fun rafting lagi. Jadi dengan paket promosi ini, kamu bisa mengajak lebih banyak temanmu rafting di Regulo dengan harga sangat murah.

 

Caranya mudah kok, yang pertama, hubungi pihak regulo untuk konfirmasi beli paket promo: Buy 10 Get 10 Free. Pastikan jumlah peserta dan rencana raftingmu. Kemudian ketika hari H, sebelum pelaksanaan rafting, kamu dan teman-temanmu, foto bareng (wefie) di depan pendopo Regulo sambil senyum paling cantik. Cekrek!! Upload ke instagram dan twittermu sambil tag IG dan twitter Regulo. Gampang kan

exotic rafting copy copy

Ayo tunggu apalagi, manfaatkan promo ini buat kamu dan teman-temanmu untuk liburan rafting di Regulo Arus Liar. Kami tunggu kedatangannya ya

 

Info lebih jelas bisa klik: http://www.reguloadventure.co.id

Asal usul Kota Surabaya


7e173ea516726ea895342f0c90d134fd

Dahulu kala, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara Ikan Hiu Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas,sama-sama cerdik, sama-sama ganas dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. akhirnya mereka mengadakan kesepakatan.

“Aku bosan terus-menerus berkelahi, Buaya,” kata ikan Sura. “Aku juga, Sura. Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?” tanya Buaya. Ikan Hiu Sura sudah punya rencana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya segera menerangkan. “Untuk mencegah perkelahian di antara kita, sebaiknya kita membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Aku berkuasa sepenuhnya di dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air, sedangkan kamu barkuasa di daratan dan mangsamu harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya, yaitu tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut!” “Baik aku setujui gagasanmu itu!” sahut Buaya.

Dengan adanya pembagian wilayah kekuasaan, maka tidak ada lagi perkelahian antara Sura dan Buaya. Keduanya telah sepakat untuk menghormati wilayah masing-masing. Tetapi pada suatu hari, Ikan Hiu Sura mencari mangsa di sungai. Hal ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar Buaya tidak mengetahui. Mula-mula hal ini memang tidak ketahuan. Tetapi pada suatu hari Buaya memergoki perbuatan Ikan Hiu Sura ini. Tentu saja Buaya sangat marah melihat Hiu Sura melanggar janjinya.

“Hai Sura, mengapa kamu melanggar peraturan yang telah kita sepakati berdua? Mengapa kamu berani memasuki sungai yang merupakan wilayah kekuasaanku?” tanya Buaya. Ikan Hiu Sura yang merasa tak bersalah tenang-tenang saja. “Aku melanggar kesepakatan? Bukankah sungai ini berair. Bukankah aku sudah bilang, bahwa aku adalah penguasa di air? Nah, sungai ini ‘kan ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku, ” Kata Ikan Hiu Sura. “Apa? Sungai itu ‘kan tempatnya di darat, sedang daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah darerah kekuasaanku!” Buaya ngotot.

“Tidak bisa. Aku ‘kan tidak pernah bilang kalau di air itu hanya air laut, tetapi juga air sungai” jawab Hiu Sura “Kau sengaja mencari gara-gara,Sura?” “Tidak! kukira alasanku cukup kuat dan aku memang dipihak yang benar!” kata Sura. “Kau sengaja mengakaliku. Aku tidak sebodoh yang kau kira!” kata Buaya mulai ,marah. “Aku tidak perduli kau bodoh atau pintar, yang penting air sungai dan air laut adalah kekuasaanku!” Sura tak mau kalah. Karena tidak ada yang mau mengalah, maka pertempuran sengit antara Ikan Hiu Sura dan Buaya terjadi lagi.

c9fc3dffb07a63089ac3fcab67dbda74

Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat. Saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. Dalam waktu sekejap, air disekitarnya menjadi merah oleh darah yang keluar dari luka-luka kedua binatang tersebut. Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali. Dalam pertarungan dahsyat ini, Buaya mendapat gigitan Hiu Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membengkok kekiri. Sementara ikan Sura juga tergigit ekornya hingga hampir putus, lalu ikan Sura kembali ke lautan. Buaya puas telah dapat mempertahankan daerahnya. Pertarungan antara ikan Hiu yang bernama Sura dan Buaya ini sangat berkesan di hati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu,nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa ini. Dari peritiwa inilah kemudian dibuat lambang Kota Surabaya yaitu gambar “ikan sura dan buaya”.

Namun ada juga sebahagian berpendapat, asal usul Surabaya berasal dari kata Sura dan Baya. Sura berarti Jaya atau selamat. Baya berarti bahaya, jadi Surabaya berarti “selamat menghadapi bahaya“. Bahaya yang dimaksud adalah serangan tentara Tar-tar yang hendak menghukum Raja Jawa.Seharusnya yang dihukum adalah Kartanegara, karena Kartanegara sudah tewas terbunuh, maka Jayakatwang yang diserbu oleh tentara Tar-tar itu. Setelah mengalahkan Jayakatwang, orang Tar-tar itu merampas harta benda dan puluhan gadis-gadis cantik untuk dibawa keTiongkok.

Raden Wijaya tidak terima diperlakukan seperti itu. Dengan siasat yang jitu, Raden Wijaya menyerang tentara Tar-tar di pelabuhan Ujung Galuh hingga mereka menyingkir kembali ke Tiongkok. Selanjutnya, dari hari peristiwa kemenangan Raden Wijaya inilah ditetapkan sebagai hari jadi Kota Surabaya. Surabaya sepertinya sudah ditakdirkan untuk terus baergolak. Tanggal 10 November 1945 adalah bukti jati diri warga Surabaya yaitu berani menghadapi bahaya serangan Inggris dan Belanda.

Bawa Apa Saat Berlibur ?


IMG_20150404_092011

Banyaknya barang yang dibawa akan berpengaruh terhadap kenyamanan selama perjalanan. Agar Anda tak dipusingkan soal barang bawaan, berikut ini adalah kiat membawa barang bawaan.
Bawa pakaian seperlunya. Perkirakan pakaian yang Anda akan bawa. Hitung hari perjalanan dengan kira-kira banyaknya pakaian yang dipakai. Pertimbangkan pula bahwa Anda akan membeli buah tangan di tempat wisata. Tentu ini  akan menambah beban bawaan Anda.

 

Jenis pakaian. Pemilihan jenis pakaian akan memengaruhi ruang serta berat bawaan. Baiknya Anda membawa pakaian berbahan tipis seperti katun atau rayon agar tidak memakan banyak ruang. Pertimbangkan apakah Anda memang perlu membawa pakaian berbahan berat seperti jins dan wol.

 

Pakai jaket atau sweater. Jaket dan sweater banyak memakan ruang dalam tas. Jika berencana menyertakan jaket dalam perjalanan Anda, pakai saja. Selain meringankan bawaan, jaket juga berfungsi menghangatkan dari hawa dingin selagi di perjalanan.

 

Jenis tas. Banyak calon wisatawan bingung memilih tas yang digunakan saat berwisata. Apalagi jika perjalanan yang ditempuh cukup panjang. Salah satu kiat adalah pilih yang nyaman di tubuh dan bisa Anda bawa sendiri. Keril, daypack, atau koper adalah jenis tas yang lazim digunakan untuk berwisata. Ingat saja untuk menyertakan tas kecil yang berisi perlengkapan darurat untuk berjaga-jaga selama perjalanan, misalnya dompet, paspor, dan obat-obatan.

 

Perlengkapan elektronik. Kamera merupakan barang wajib dibawa saat melancong. Selain itu telepon genggam untuk berkomunikasi. Sekarang, HP dgn kamera terbaik sudah tersedia, sehingga lebih bijaksana jk tidak membawa banyak gadget. Ingatlah untuk membawa pengisi ulang. Jika perjalanan Anda banyak di mobil, tak ada salahnya membawa pengisi ulang untuk mobil. Untuk tujuan internasional, jangan lupa membawa adaptor internasional.

 

Peralatan mandi. Jika gaya melancong Anda bukanlah backpacker dan kulit Anda tidak sensitif, maka tak perlu memberatkan diri membawa peralatan mandi yang lengkap. Hotel tempat Anda menginap biasa menyediakan peralatan mandi ini. Jika tak sesuai, Anda bisa membelinya di mini market terdekat.

 

Beri tanda “Pecah Belah”. Jika Anda membawa sesuatu yang rentan selama perjalanan semisal tripod kamera, tak ada salahnya mencantumkan tanda “Fragile” atau “Pecah Belah” pada tas. Agar jika ada orang yang membantu membawakan tas, ia bisa lebih berhati-hati.

REFRESH!!


REFRESH!!

 

040_gue

 

Akhir-akhir ini pekerjaan begitu berat. Selalu saja ada hal yang membuat sesuatu yang sudah tertata menjadi berantakan. Maklum, sebagai orang baru di posisi top management, walau perusahaan kecil, tentu stressnya makin besar. Dan hal ini sedang menyerangku akhir-akhir ini.

Aku teringat  cerita atau petuah-petuah yang pernah kudengar atau kubaca. Alkisah, ada seorang penebang kayu. Dia dikontrak untuk menebang kayu oleh seroang pengusaha. Hari pertama, dia mampu menebang 7 pohon, hari kedua 6 pohon dan hari ketujuh, dia hanya mampu menebang 1 pohon saja dalam waktu sehari. Ketika sang pengusaha bertanya, sang penebang tidak tahu yang terjadi. Sang pengusaha tersenyum dan berkata, “ Kadang kala alat perlu diasah agar menjadi tajam, jangan digunakan terus menerus tanpa ada waktu untuk mengasah. Jika sudah diasah, niscaya kamu bisa tetap memotong 7 pohon dalam satu hari.”

Inti ceritanya, tubuh itu perlu istirahat. Selain dalam arti istirahat fisik, batin juga harus istirahat, agar bisa menghadapi hidup yang penuh tantangan dan cobaan. Para bos besar kita tahu, pemerintah tahu, makanya ada hari libur. Diharapkan karyawan dapat memanfaatkannya untuk istirahat, refreshing atau melakukan hal positif lainnya, sehingga saat masuk, semua sudah fresh, sudah semangat lagi.

Aku  juga melakukan refresh untuk otak dan fisikku. Klo fisik paling olahraga sperti renang atau badminton. Untuk otak? Yah aku paling suka main PS atau nonton film ringan atau baca buku yang berkisah tentang kisah sukses. Selain merefresh, juga memotivasi untuk bangkit dan meniru jejak orang sukses tersebut.  Tapi tiap orang tentunya punya cara dan teknik berbeda untuk menghalau stress dalam rehat mereka. Kalo aku sperti diatas, tapi orang lain juga bisa berbeda. Misalnya dugem, balapan, makan diresto tertentu, jalan-jalan ke luar negeri, naik gunung atau yang lain. Apapun itu yang penting bisa membuat tubuh dan jiwamu fresh dan bersemangat kembali, kenapa tidak dicoba?

Jadi, sudahkah tubuh dan jiwamu direfresh?? (

SUNSET NAN INDAH DI TANAH LOT BALI


Oleh Mohammad Nurul Rizal

tanah lot 06 

TANAH LOT

Tanah Lot, dua kata ini merupakan kata ajaib bagi orang Bali. Bagaimana tidak, dua kata inilah yang membuat Bali terkenal dan dikunjungi banyak turis baik turis domestik maupun internasional. Memang masih banyak obyek wisata lain di Bali dan bukan hanya Tanah Lot yang membuat Bali ramai turis setiap harinya. Namun disinilah tempat pertama yang terkenal seantero dunia akan keindahan dan keramahan, yang menjadi ciri khas wisata Bali.

Mungkin banyak sekali refrensi akan asal usul obyek wisata ini. Oh iya, Tanah Lot yang dimaksud disini adalah sebuah pura, rumah ibadah orang Hindu. Pura Tanah Lot nama lengkapnya. Pura ini dulu dibangun oleh Brahmana asal Jawa yang bernama Danghyang Nirartha. Karena kebaikan dan perilakunya, banyak orang Bali yang mengikuti Beliau. Hal ini membuat penguasa Bali, Bendesa Beraben, tidak suka. Akhirnya dengan kekuasaannya, dia menyuruh Danghyang Nirartha pergi dari Bali. Beliau pun akhirnya pergi. Namun sebelum pergi, dia memindahkan sebongkah batu ke tepi pantai. Disanalah dia membangun sebuah pura, untuk memuja para dewa laut. Selendang beliau pun dia ubah menjadi ular yang disuruh untuk menjaga Pura dari sang penguasa. Ular ini masih ada dan bisa anda saksikan ketika berkunjung ke Tanah Lot.

Pura Tanah Lot, memiliki keistimewaan yaitu lokasinya yang ada di tepi pantai tapi agak jauh dari daratan. Jika air laut sedang pasang, anda tidak bisa kesana karena jalan penghubungnya terendam air laut. Jika air surut, inilah saatnya anda bisa menuju pura tersebut untuk melihat keindahan, keistimewaannya dan pesan moral serta religius yang ditinggalkannya.

 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

SUNSET

Ketika anda datang ke Bali dan berniat mengunjungi Tanah Lot, Anda bisa menginap di hotel sekitar Tabanan. Tapi anda juga bisa tinggal di hotel daerah Denpasar dan Kuta. Karena waktu tempuh yang tidak terlalu jauh. Jarak saat ini bukanlah suatu masalah karena mengunjungi Tanah Lot bisa diseting waktunya. Dan waktu yang paling bagus adalah sore hari. Disinilah anda bisa saksikan sunset yang luar biasa indah

Sunset bisa anda temukan dimana saja. Namun kalau anda penyuka fotografi, spot yang indah bukanlah sesuatu yang mudah anda temukan dimana saja. Hanya ada beberapa lokasi saja yang menyajikan spot-spot terbaik. Anda mungkin sering dan rutin melihat sunrise dan sunset berlalu begitu saja setiap hari di tempat anda, terutama anda yang bekerja di kota besar. Namun di beberapa tempat yang khusus tersebut, sunrise dan sunset begitu luar biasa indah. Mungkin agak lebay jika saya katakan bahwa di tempat-tempat tersebut mungkin nuansa romantis, indah dan kegembiraan luar biasa menyatu padu menjadi sebuah rasa yang tidak bisa anda gambarkan.

Matahari yang diciptakan Tuhan begitu tampak sempurna dan indah. Dan Tanah Lot ini adalah salah satu spot terbaik yang bisa anda abadikan untuk melihat sang matahari terbenam. Ditemani pasangan, sahabat, keluarga dan teman adalah momen yang tidak bisa anda lupakan

Informasi sekitar Tanah Lot yang mungkin anda perlu ketahui, bahwa jarak dari parkiran ke lokasi pura Tanah Lot ini kurang lebih 500 meter. Sepanjang jalan menuju lokasi, ada banyak toko yang menjual cinderamata dan makanan minuman. Jadi jangan khawatir jika anda lelah atau ingin menikmati keindahan Tanah Lot ini dengan lebih khusus dan berkesan. (MNR-2014)

Beli Mesin Eco Solven A-Starjet 3,2 M HANYA Untuk Print Banner Saja ?


A starjet eco solvent

Beli Mesin Eco Solven A-Starjet 3,2 M HANYA Untuk Print Banner Saja ?

Oleh : Emen Rizal

 

 

Tulisan kali ini untuk menyadarkan para pembeli mesin ecosolvent untuk kembali ke jalan yang benar hehe. Karena di lapangan banyak sekali yang punya mesin eco solvent dan banyak sekali yang belum bisa memanfaatkan mesin tersebut, maka perlu sekali saya bahas hal ini.

Mesin Eco solvent adalah mesin yang mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh mesin indoor dan outdoor. Mesin Eco Solvent bisa mencetak dengan kualitas gambar hires dengan harga yang murah mendekati biaya cetak mesin outdoor. Dari kelebihan ini kita tahu bahwa mesin ini sangat rugi jika hanya dipake untuk cetak wilayahnya indoor atau outdoor saja. Lebih rugi lagi jika merasa mesin ini bisa bertarung dengan mesin outdoor dalam hal harga!!

Dalam bisnis, kita harus paham dengan yang namanya segmentasi. Segmen mana yang kita tuju dan akan dimasuki. Setelah menemukan segmen yang cocok baru kita bidik mereka dan buat target penjualannya. Masalahnya adalah banyak sekali yang tidak paham segmen yang mereka tuju sehingga pada akhirnya target yang mereka buat tidak pernah tercapai.

 

Jadi, segmen mana yang dituju oleh mesin ecosolvent ?

Berdasarkan pengalaman di lapangan, ecosolvent sudah punya pasar sendiri. Pasar yang susah dimasuki pasar indoor maupun outdoor saat ini yaitu pasar yang tercipta karena mesin eco solvent itu sendiri. Pasar yang dimaksud seperti : pasar asesoris hape dan laptop, interior desain, branding motor dan mobil, perusahaan tas dan sepatu, perusahan payung dan sebagainya.

Sedangkan yang indoor dan outdoor rata-rata berfokus pada industri percetakan saja. Yang mana orang sudah bisa memilih sendiri mau pakai indoor dan outdoor. Intinya kalau mau hasil bagus , cetak indoor aja. Tapi kalau butuh banyak dengan biaya murah, dengan kualitas gambar tidak terlalu penting, cetak outdoor saja.

Namun hal itu juga bukan masalah jika anda tetap masuk di ranah indoor dan outdoor. Sejak awal sudah saya katakana bahwa mesin ini mesin handal. Jadi dia bisa libas konsumen indoor dan outdoor. Dengan pelatihan yang benar di bagian Front Office kantor, anda akan bisa menggaet pasar indoor dan outdoor. Salah satu cara dengan menggiring customer untuk focus pada harga dan kualitas gambar namun harga terjangkau. Dijamin, customer akan ke tempat anda !!

Kenapa harus berlomba cetak banner berbahan fleksi ??

Pertanyaan diatas wajar saya tanyakan karena sampai saat ini orang beli mesin, baik indoor outdoor atau eco solvent, hanya untuk cetak banner/spanduk dengan bahan fleksi saja. Alasannya simple, karena kebanyakan orang datang ke digital printing hanya untuk itu. Padahal sebelum digital printing marak, kerjaan ini lebih sering dikerjaan percetakan sablon. Tapi saat waktu perubahan tiba, pecetakan sablon mulai ditinggalkan karena berbagai alasan.

Sekarang kita hitung dengan cermat bila mengerjakan banner atau spanduk dengan bahan dasar fleksi.

a)      Banner mesin outdoor

Bahan dasar fleksi di pasaran kita patok Rp. 4700/m. Untuk tinta nya kurang lebih 800/m2. Sedangkan biaya operasional (listrik, air telpon, karyawan dll) kurang lebih Rp. 3000/m2. Jadi totalnya 8.500 (HPP). Kalau dijual Rp 11.000/m2 untungnya kurang lebih 2.500. Kalau anda pengincar untung yang sedikit tapi uter terus, untung segini tidak apa-apa. Namun bagi anda penghobi untung besar, sangat rugi sekali

b)     Banner mesin ecosolvent

Terlebih lagi jika anda menggunakan mesin ecosolvent, harga makin mahal.Bahan dasar kertas sama yaitu Rp. 4700/m. Sedangkan tintanya Rp. 2200/m2. Untuk biaya operasional kurang lebih Rp. 5000/m2. Jadi totalnya Rp. 11.900/m2. Untuk ecosolvent di pasaran, harganya Rp. 15.000/m2. So, untung 3.100/m2. Untungnya sangat kecil bukan??

Seandainya kita focus pada bidang yang seharusnya dikerjakan oleh mesin eco solvent,tentu anda bisa dengan cepat beli mesin lagi baik mesin indoor, outdoor atau UV.

JIka anda mencoba fokus pada branding mobil, dimana pasarnya saat ini sedang booming, tentu anda tidak perlu susah payah membayar cicilan mesin ini. Harga branding di pasaran antara 100.000 sampai dengan 120.000. Oke, misalnya anda memjual dengan harga 120.000 berapa keuntungan anda?? Harga bahan stiker sunblas di pasaran kurang lebih Rp. 16.000/m. Tinta ecosolvent RP. 2200/m2 sedangkan biaya operasional kurang lebih Rp. 5.000/m2. Totalnya Rp. 23.200/m2 atau kita bulatkan Rp. 25.000/m2. Untungnya Rp. 75.000 atau hampir 300%!!! Dengan keuntungan itu, anda bisa balik modal dalam hitungan bulan saja. Betul ??

Contoh lainnya adalah asesoris hape atau laptop. Misal saja cover hape atau BB. Untuk HPPnya 1 cover hape kurang lebih Rp. 2.000 sedangkan harga jualnya antara 25.000 – 30.000/cover. Untungnya jauh mengungguli untungnya banner atau spanduk.

Tapi pasarnya kan sedikit? Siapa bilang? Siapa sih yang tidak punya hape atau blackberry sekarang? Banyak sekali. Tinggal bagaimana anda menjaring mereka agar mau print di tempat anda. Kalau pun end user sedikit, anda bisa main ke perusahaan seperti Blink atau sejenisnya.

Pasar branding mobil bagaimana? Sangat menggiurkan sekali. Banyak sekali mobil perusahaan yang ingin dibrandingkan. Ini pasar yang cukup bisa berkembang. Kembali lagi semua tinggal anda yang mengembangkannya.

Pasar banner memang besar namun pemainnya sangat banyak sekali. Ibarat kue manis, memang sangat menggiurkan namun ingat bahwa yang mengincar kue tersebut bukan hanya anda. Banyak yang lainnya seperti ratusan pemain outdoor, pemain indoor dan offset.

Jadi, apakah anda masih mau main banner saja ??

 

 

(Emen Rizal, February 2013)

Perhitungan Biaya / Cost Produksi Digital Printing


A Starjet dx 5 -1

Perhitungan Biaya / Cost Produksi Digital Printing

By Emen Rizal 

 

Kali ini saya akan menjelaskan secara singkat, padat dan semoga jelas tentang biaya per meter persegi.

  1. A.     Bahan Fleksi

Bahan ini paling sering digunakan dan paling sering dicari. Tidak dipungkiri, orang beli mesin digital printing karena bahan ini. Baik ini rinciannya

  • Bahan fleksi per meter           Rp.    4700
  • Tinta Ecosolvent                      Rp.    2200
  • Biaya Operasional                  Rp.    5000
  • Total                                        Rp.  11.900
  • Harga Jual                               Rp.  15.000 (sby)
  • Profit                                       Rp.    3.100

Jadi dari perhitungan diatas kita bisa lihat bahwa untungnya sangat sedikit. Sebagai catatan, di luar Surabaya harga masih bisa 20.000 jadi anda bisa untung 8.100

 

  1. B.      Bahan Luster

Saya menggunakan luster untuk membandingkan dengan bahan fleksi diatas. Perbedaannya dari sisi keawetan. Jadi jika ada customer ingin banner atau spanduk dengan bahan lebih baik dan awet, anda bisa menyarankan mereka menggunakan bahan ini.

  • Bahan Luster per meter         Rp.  14700
  • Tinta Ecosolvent                      Rp.    2200
  • Biaya Operasional                  Rp.    5000
  • Total                                        Rp.  21200
  • Harga Jual                               Rp.  70000 (sby)
  • Profit                                       Rp.  48800

Bisa anda lihat dengan permintaan yang sama (banner) anda bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Tinggal bagaimana anda memaintaince customer anda supaya bisa mengambil bahan ini

 

  1. C.      Bahan Stiker Sunblast

Bahan ini biasanya digunakan untuk branding mobil.

  • Bahan Stiker Sunblast per meter        Rp.   16000
  • Tinta Ecosolvent                                  Rp.     2200
  • Biaya Operasional                              Rp.     5000
  • Total                                                    Rp.   23200
  • Harga Jual                                           Rp. 120000 (sby)
  • Profit                                                   Rp.   96800

Bisa anda lihat dengan permintaan yang sama anda bisa mendapatkan keuntungan berkali lipat lebih besar. (Maret 2013, Emen Rizal)

Bisnis Digital Printing itu Mudah dan Gampang


A starjet eco solvent

Bisnis Digital Printing itu Mudah dan Gampang

By Emen Rizal

 

Menjadi wirausaha yang sukses adalah impian setiap orang.  Namun tidak semua orang bisa menjadi wirausahawan sukses. Banyak rintangan dan cobaan untuk menjadi wirausahawan sukses. Diperlukan banyak usaha keras dan pantang menyerah untuk mencapai tahap tersebut.

Begitu pula dalam usaha digital printing. Usaha ini sangat menggiurkan terutama di musim Pemilu. Namun perlu diketahui, membuka usaha digital printing tidaklah mudah seperti kelihatannya. Digital printing bukan hanya mesin, desin grafis, operator dan lain sebagainya.

Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa digital printing sendiri terbagi menjadi 3 bagian berdasarkan jenis mesinnya. Yaitu digital printing indoor, outdoor dan ecosolvent. Perlu tahu jenis mesin yang digunakan adalah hal yang penting karena dengan membeli mesin jenis tertentu, tentu saja kita akan tahu segmen pasar mana yang akan anda masuki. Mari kita bahas hal ini satu persatu.

Digital printing Indoor

Mesin indoor selama ini identik dengan hasil yang bagus dan beresolusi tinggi. Bahan yang dicetak menggunakan mesin indoor dijamin akan bagus. Namun hal ini mengakibatkan harga jualnya mahal. Kenapa ?? karena mesin indoor rata-rata hires (high resolution). Dengan settingan yang hires, tentu saja akan menghabiskan banyak tinta juga. Sedangkan harga tinta indoor yang berkualitas bagus lumayan mahal. So tidak salah, jika harga printingan indoor menjadi mahal. Harga tinta per m2 untuk indoor adalah (kurang lebih) Rp. 4.000,00.

Info : Mesin Indoor sampai saat ini HANYA bisa untuk melakukan printing di 8 macam bahan.

Digital Printing Outdoor

Mesin Outdoor hadir untuk menanggulangi masalah (kelebihan) mesin indoor. Mesin outdoor bisa print dengan hasil lebih murah dari mesin indoor. Namun, hasil printingannya tidak sebagus (jelek) dibandingkan hasil printingan mesin indoor. Selain karena head printing mesin outdoor yang lebih besar (15-50 PL), tinta yang digunakan juga mempunyai bauran yang lebih kasar juga.

Printingan outdoor murah karena : tintanya yang lebih murah!! Per m2 HANYA perlu Rp. 800,00 saja. Sangat murah bukan. Makanya banyak pemain baru yang buka digital printing selalu beli mesin outdoor. Selain banyak customernya, perawatan yang mudah dan harga tinta yang murah, menjadi salah satu pertimbangan. Namun kembali lagi, segmen mana yang anda tuju perlu dipertimbangkan kembali. Tiap mesin mempunyai segmen sendiri-sendiri.

Memang pasar outdoor digital printing sampai saat ini adalah yang paling besar. Namun ingat, pertempuran di pasar ini sangat sengit. Banyak pemain besar ada disini. Jika anda tidak kuat modal (padahal masuk ke pasar sini karena modal yang kecil), anda akan tersisih dengan sendirinya. Namun jangan khawatir, dengan kreatifitas anda bisa mendapatkan keuntungan berlipat-lipt disini. Yang penting beli mesin yang tepat dan bandel ya hehehe. Karena saya penjual leopard, ya leopardlah yang paling bagus😉

Info : Mesin Outdoor sampai saat ini HANYA bisa untuk melakukan printing di 6 macam bahan.

Digital Printing Ecosolvent

Inilah mesin yang hadir untuk menghadapi kelemahan di dua segmen diatas. Solusi bagi anda yang bingung dengan pasar yang semrawut di bidang digital printing.

Eco Solvent adalah perpaduan antara indoor dan outdoor. Dengan mesin ini anda akan mendapatkan hasil printingan mendekati hasil printingan indoor yaitu sangat bagus dan detail. Pun harganya hampir mendekati harga hasil printingan outdoor, sangat murah sekali. Info saja, tintanya per m2 menghabiskan Rp. 2.000,00.

Namun banyak yang berhenti disini. Kenapa saya katakana berhenti karena begitu mereka saya beritahu hal ini, mereka hanya focus untuk memadukan indoor dan outdoor saja. Padahal kekuatan mesin ini bukan hanya disini. Kelebihan diatas adalah salah satu saja kehebatan mesin ecosolvent. Yang lain, mari kita bahas satu persatu.

Mesin Eco Solvent bisa melakukan print di 30 macam bahan, bahkan saat ini sudah mendekati 35 macam bahan. Jadi bagi anda yang mempunyai mesin ecosolvent, sangat ironis jika anda hanya bermain di 3-5 macam bahan saja. Karena dengan perhitungan bagaimanapun, 30 macam bahan lebih banyak menghasilkan keuntungan daripada 5 macam bahan. Betul??

Selain bisa print di 6 macam bahan outdoor, 8 macam bahan indoor, anda juga bisa print di 16 bahan ecosolvent itu sendiri. Seperti tulisan saya sebelumnya, anda bisa main di dunia asesoris, Even Organizer dan lain sebagainya.

Jadi semua tergantung segmen pasar yang anda tuju. Selain itu modal yang cukup, strategi marketing yang bagus juga akan membantu kesuksesan anda sebagai wirausaha. So, tunggu apalagi, segera beli mesin digital printing. (Emen Rizal Feb 2013

Arti Cinta di Sempu


067_Em En Rizal dan Team Sempu

Oleh: Emen Rizal

 

Angin Segoro Anak yang berhembus kencang memaksaku keluar dari tenda DOM. Aku Berdiri sambil mengamati air laut Segoro Anak yang beriak kecil melambai-lambai seolah mengundangku untuk turun kesana. Namun Hawa dingin yang berhembus menahanku untuk masuk ke Segoro Anak. Daripada beku pikirku.

Aku memilih memperhatikan batu gua yang rajin mengalirkan air laut Samudera Hindia ke Segoro Anak. Gua itu sebagai pintu masuk air laut menuju Segoro Anak namun sekaligus sebagai benteng taguh ata derasnya ombak laut selatan.

Angin laut Segoro Anak terus mengalir dan menggedor tenda DOM lainnya yang dihuni teman-temanku. Ada Virma, Mario, Dhenti, Lulu dan Mbak Yani. Setelah berkali-kali dipanggil dengan gedoran yang makin kencang, akhirnya mereka keluar juga. Menyerah dan menerima tawaran si angin laut yang nakal.

Aku tersenyum melihat teman-temanku yang terpaksa keluar. Dengan langkah mantap kuhampiri mereka.

“Sebaiknya kita melakukan sesuatu. Masa malam seindah ini mau kita lewatkan hanya dengan tidur-tiduran. Kalau mau tidur-tiduran ya di rumah saja” ucapku sambil memandang ke pantai Segoro Anak. Sinar bulan Purnama yang kebetulan menyinari Pulau Sempu khususnya Segoro Anak membuat air laut berkilau amat indah. Pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Serempak kami sepakat untuk menghabiskan mala mini dengan kegiatan yang bermutu.

“Bagaimana kalau kita berenang?” kata Lulu antusias. Memang anak ini paling nggak bisa lihat air. Lihat air selalu pengen renang. Bahkan liat air comberan aja pengen renang.

“Renang malam hari? Kamu sudah gIla! Nanti kalau ada binatang atau ikan buas menyerang kita secara tiba-tiba gimana? Kamu nggak mikir ya?” Dhenti kelihatan tidak senang dengan usul itu. Lulu tidak patah semangat. Dia melirik yang lain, meminta persetujuan.

“Betul. Lagipula airnya pasti dingin banget. Terus gelap pula. Jadi kita tak tahu apa yang sedang berenang di sekitar kita.” Virma dengan semangat 45 mendukung kata-kata Dhenti. Lulu masih tidak menyerah. Dia memandang Mario.

“Sudahlah, Lu. Percuma mengajak renang mereka. Mereka kan tidak suka berenang atau lebih tepatnya tidak bisa. Tapi alasan yang dikemukakan mereka benar adanya. Kita cari acara lain saja.” ucap Mario bijak sambil mengelus kumisnya yang mulai tumbuh memanjang, tak teratur. AKhirnya Lulu menyerah. Pasrah.

“Bagaimana kalau main kartu saja. Kita main Seven, setuju?” usul Mbak Yani. Kali ini dia mengusulkan dengan suara datar saja, takut idenya tidak diterima yang lainnnya.

Namun Aku langsung lemas. Maklum aku masih trauma dengan kekalahanku pada perjalanan sebelumnya. Aku kalah telak dengan para jagoan kartu macam Mbak  Evi dan Mbak Siti.

“Aduh, yang lain dong. Penerangannya kurang.” Elakku cepat.

Namun Virma bergerak cepat mengeluarkan headlamp dengan senyum kemenangan. Semua bersorak gembira karena hanya aku yang keberatan. Aku pun melangkah dengan lemas sambil menyiapkan matras dan cemilan.

***********

“Yah, kalah lagi. Main yang lain yuk?” usulku dengan muka bete. Dari awal aku sudah yakin akan kalah terus. Dan sekarang semua itu terbukti. Aku kalah sebanyak lima kali dari tujuh kali permainan.

“Sudahlah, terima saja kekalahanmu. Kita sedang dalam kondisi puncak. Puncak kesenangan karena melihatmu kalah.” ucap Dhenti yang disambut tawa yang lain.

Aku memaki mereka semua. Sialan, aku harus membuat suatu cara agar mereka tidak konsen pada permainan ini.  Apa ya? Aku mencoba berfikir keras.

“Mas, aku mau tanya. Kalau ada cewek yang Mas sukai, tapi dia tidak menyukai Mas, apa yang akan Mas lakukan?” tanya Lulu tiba-tiba.

Aku menoleh ke arahnya sebentar. Aku terhenyak dan melihat sebuah lampu Philip menyala terang di otakku yang sedang gelap gulita. Yap, aku menemukan sebuah ide cemerlang. Aku tidak akan kalah lagi.

“Sebentar, Lu. Kayaknya seru kalau main sambil mendiskusikan suatu masalah. Baik semuanya, aku mau menantang kalian dengan sebuah tema yang cukup akrab di telinga kita tapi nggak semua menjalani dan mengalaminya. Cinta.”

“Maksudmu apa? aku nggak mau debat tentang hal nggak penting itu?” ucap Virma dengan sedikit emosi. Aku tersenyum. Targetku memakan umpan yang telah kusiapkan. Tinggal satu langkah lagi maka semua akan berjalan sesuai rencanaku.

“Ini hal yang sangat penting. Kita harus membahasnya. Setiap orang pasti akan menjumpai hal ini cepat atau lambat. Ini tema yang universal dan sangat subyektif. Oleh karena itu sangat mungkin untuk dijadikan pokok masalah.”

“Tapi, masih banyak hal yang lebih layak dibicarakan. Tentang perang Israel Palestina, atau mungkin dampak Gunung Semeru ketika meletus. Pokoknya jangan tentang cinta.” Virma masih protes sambil melihatku dengan muka bengisnya.

“Santai saja, Vir. Ini cuma diskusi ringan kok. Untuk menghidupkan suasana. Tak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Oke?” Mario tersenyum padaku. Aku membalasnya dengan kedipan terima kasih.

Akhirnya semua setuju. Yap, satu satu deh akhirnya.

“Lu, aku jawab pertanyaanmu sekarang. Kalau aku cinta dia, aku akan menunggu sampai dia menyadari betapa aku mencintainya. Namun aku akan melepaskannya kalau saja dia bahagia dengan orang lain. Karena aku cinta dia. So, temanku semua. Setujukah kalian?” Kataku sambil membagikan kartu satu persatu. Aku membuat pernyataan yang tidak terlalu kontroversial dulu. Masih belum panas soalnya.

“Aku kurang setuju. Cinta itu bullshit!!” Virma bersuara dengan nada alto.

“Kenapa begitu? Alasanmu apa?” Aku terus memancing.

“Cinta itu hanya sebuah kata yang diagung-agungkan demi sebuah ego. Ego untuk memliki orang lain. Cinta hanya sebuah alat untuk menyetir orang lain. Dalam hal ini pasangannya.”

“Kok kelihatan sinis begitu?” Dhenti melirik aneh pada Virma.

“Aku punya bukti. Orang yang jatuh cinta itu biasanya melakukan apapun demi pasangannya. Dia rela menempuh perjalanan sejauh apapun demi menemuai pasangannya. Dia pun bisa menjual apapun demi memenuhi keinginan pasangannya.”

“Itu namanya cinta. Jadi wajar dong. Nggak ada cowok yang protes waktu melakukan itu semua. Justru mereka berlomba-lomba untuk bisa melakukan itu untuk kekasihnya.” Lulu mulai menyambut genderang perang yang ditabuh Virma. Aku tersenyum senang.

“Jangan dipotong dulu dong. Nah ketika dia meraih impiannya, bersama dengan orang yang ia cintai, maka berakhirlah era “hanya untukmu” itu. Dimulailah fase transaksi dimana masing-masing mulai memahami ego dan keinginan masing-masing dan biasanya mulai saling berbenturan. Dan ketika fase itu memuncak tanpa ada penyelesaian maka datanglah kata yang pahit itu. Putus. Jadi menurutku semua itu hanya sebuah fase yang bisa dijalani berulang-ulang. Cinta abadi? Bullshit!” Virma mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan menghentakkannya cepat ke bawah sambil mengeluarkan kartunya. As Wajik Hitam!!

“Tutup atas!” ucapnya bahagia. Semua berteriak kesal karena banyak yang belum membuang kartu. Sialan!! Dia masih menang juga. Namun memang semua masih belum ada yang kalah sebanyak aku. Tapi tunggulah sebentar lagi. Kali ini giliran Luluk yang dapat jatah. Dia mengocoknya dengan asal karena dia kelihatan berfikir tentang sesuatu yang lain. Aku tersenyum melihatnya. Suara ombak kecil mengiringi gerakan tangan Lulu yang terasa berat melakukan pekerjaan wajibnya itu.

“Nggak gitu, Mas. Kalau kita saling memahami dan mau mengerti pasangan semua itu akan terasa indah. Perasaan yang bagi Mas sebuah transaksi itu akan menjadi lebih romantis dan berwarna. Itu tinggal bagaimana kita memandangnya.” ucapnya sambil membagikan kartu pada peserta “Lomba Debat Semalam di Pantai Segoro Anak”.

“Bagaimana menurutmu, Dhen?” tanyaku mengalihkan pembicaraan. Inilah tugasku agar acara semakin ramai. Tugas pembuat acara.

“Kalau aku sih setuju dengan Virma. Aku di pihaknya. Cuma aku punya penjelasan yang lebih manusiawi. Kalau dari sudut pandangku, Cinta itu hanya rekaan para pemimpi. Kita dibui oleh kata-kata yang menggambarkan betapa indahnya cinta. Betapa beruntungnya jika kita didatangi sang dewi cinta. Padahal ada banyak kesedihan yang menyertainya.”

“Yah pengalaman pribadi nih!” tanyaku sambil melemparkan 10 waru merah.

“Enak saja. Di kedokteran sudah dijelaskan tentang hormon yang terpicu ketika hati sedang senang dan berbunga-bunga dan itulah yang biasa kita sebut cinta. Namun itu relatif. Tak semua perasaan itu disebut cinta. Kadang kalau kita sedang gembira berlebihan itu juga memunculkan hormon yang sama. Tapi ada sesuatu yang lebih penting. Cinta itu hanya kedok untuk mencari kepuasan bagi para lelaki. Mereka tertantang untuk menggampai apa yang mereka inginkan. Seperti kamu bilang tadi.” Ucap Dhenti sambil memandangku sinis. Aku menelan ludah sambil pura-pura sibuk melihat kartuku.

“Kalau kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, sudah tidak ada lagi yang perlu dicari. Maka kalian dengan seenaknya meninggalkan kita para cewek dengan berbagai alasan. Seolah kami adalah sesuatu yang sudah tidak indah lagi di mata kalian, para lelaki brengsek.”

Aku terkejut. Aku tak menyangka kalau Dhenti bisa sejauh ini menganalisa kehidupan cintanya. Aku tahu semua akan terpancing dan mengatakan apa yang ada di hatinya malam ini. Aku mengela nafas dengan berat. Akan banyak lagi kejutan nih.

Aku mendongakkan kepalaku. Dari balik ranting pohon kulihat Bulan mengamati apa yang sedang kami lakukan. Dia tersenyum dan senang dengan  apa yang sedang kami lakukan. Buktinya, dia senantiasa menyingkirkan awan putih yang mencoba menutupi sinarnya yang hangat malam ini.

“Jadi menurutmu apa itu cinta?” tanyaku setelah merasakan keheningan yang makin mencekam.

“Aku tidak bisa mendefiniskan. Cinta itu sesuatu yang menyakitkan bagiku. Aku tidak percaya ada yang disebut cinta.”

“Mbak, mungkin kamu belum menemukannya. Jangan menghukumnya dengan pengalaman Mbak dimasa lalu?” Lulu mencoba menasehati. Dia tidak sadar sedang membangunkan tawon yang sedang mabuk. Benar-benar berbahaya!

“Kamu memang bisa berkata demikian tapi siapkah kamu ketika menghadapi situasi yang pernah kuhadapi. Kamu akan tahu rasanya nanti. Sangat sakit.” ucap Dhenti dengan mata nanar. Terlihat dia sedang berusaha meredakan badai yang bergolak di hatinya karena ingatan masa lalu.

“Dhen..” panggilku pelan.

“Apa!” jawabnya dengan marah.

“Sekarang giliranmu mengocok kartu.” Ucapku dengan suara pelan.

Dhenti meraup kartunya dengan marah. Dia mengocoknya dengan asal. Dia kelihatan emosi sekali. Tapi aku tidak mau berhenti disini. Aku sudah jalan setengah dan akan terus maju.

Kuluhat Mario. Mario dari tadi kelihatan tenang. Apakah dia tidak punya masalah dengan kehidupan cintanya.

“Rio, bagaimana denganmu. Aku lihat kamu merasa nyaman dengan si cinta?”

“Hahahaha” Mario tertawa keras sambil mengelus kumisnya (lagi).” Cinta itu ketergantungan. Ketergantungan yang sangat fatal dan parah. Kita akan menjadi seperti seorang pecandu narkoba kronis bila sudah terkena virus bernama cinta. Dia datang dengan segala keindahan dan keramahannya hingga membuat syaraf kita merekamnya dengan keindahan yang teramat sangat dan dengan kecepatan dan kekuatannya, otak menyuruh seluruh tubuh kita untuk mencari dan memanjakannya ketika ia berkunjung lagi.”

“Gila keren banget kata-katamu,” kataku sambil berdecak kagum.

“Kita memang tak sadar, seperti layakanya pecandu, terpapar olehnya. Kita akan melakukan apapun demi dia. Termasuk menjemput pasangan kita yang jauhnya berkilo-kilo meter atau menempuh perjalanan sejauh atau setinggi apapun demi mencari sesuatu yang berharga demi menyenangkan pasangan yang kita cintai. Semua itu karena kita telah tergantung dengan kehadirannya, tergantung dengan senyum manis dan kata-kata manjanya dan tak ingin dia pergi dari kita. Dan semua yang orang lakukan termasuk perbuatan gila dan tak masuk akal bisa menjadi masuk akal dan normal demi dia. Cinta.”

Semua berhenti dengan pergerakan kartunya. Kami terkejut dengan definisi yang Mario beberkan. Dalam dan mengena. Lulu yang protes sejak tadi hanya diam membisu, speakless! Dia hanya bisa memandang ombak yang datang tiada henti dari mulut gua.

“Bagus banget, Rio. Tapi nggak lengkap kalau belum dengar dari Mbak Yani. Kalau menurut Mbak gimana?” tanyaku pada Mbak Yani yang sedari tadi serius mengamati kartu-kartunya yang terus jelek sejak acara ini dibuka.

“Hemm apa ya?” dia kelihatan bingung.” Sampai sekarang aku masih belum bisa menemukan apa itu Cinta. Aku percaya dengan adanya cinta namun menurutku warnanya tergantung bagaimana definisi kita masing-masing. Aku tidak antipati dengannya tapi aku punya dua spesifikasi tentang lelaki.”

“Apa??” potongku cepat.

“Lelaki ada dua tipe. Tipe pertama adalah Gay. Yang kedua adalah brengsek.”

“Kalau aku, Mbak?” ucapku serius sambil menunjuk mukaku.

“Kalau kamu……bukan dua-duanya.” Aku menarik nafas lega.

“Kamu itu….” aku menunggu dengan dada berdebar-debar. ”Gay yang brengsek!!”  Semua langsung tertawa keras. Virma sampai memegang perutnya karena sakit. Lulu yang sedari tadi cemberut juga tertawa ngakak.

Aku tersenyum kecut. Mbak Yani tersenyum dengan wajah puas. Sialan!! Aku berusaha menetralisir suasana dengan mengembalikan ke topik masalah utama.

“Memang setiap orang punya persepsi berbeda. Dan karena itulah malam ini kita berbicara dan berbagi situasi. Nah kalau Mbak Yani memandang Cinta itu bagaimana? Apakah itu sesuatu yang menyakitkan seperti yang Mario, Virma dan Dhenti ungkapkan? Ataukah Mbak Yani mendukung aku dan Lulu yang sangat menghargai dan menjujung tinggi Cinta?”

“Kalau masalah dukung mendukung, aku lebih condong ke Dhenti dan kawan-kawan. Aku juga punya definisi yang mendukung keberpihakanku. Menurutku cinta layaknya kue Tar. Begitu indah dan menggiurkan hingga kita bisa berebut, bertengkar dan berkelahi hanya untuk jadi yang pertama memakannya. Dan ketika hasrat itu telah tercapai. Belum juga setengah, kita sudah bosan dan menolaknya karena sudah tak menarik.”

“Nggak sebegitunya, Mbak. Kalau memang Cinta, sampai tua pun akan terus berusaha saling memahami dan mencari sesuatu untuk merawat cinta. Banyak kan pasangan yang bertahan lama sampai puluhan tahun dan terus saling mengasihi.”

“Nah itulah yang tak kupahami. Apakah mereka bertahan karena memang betul-betul sayang ataukah karena keterpaksaan karena ada pengikat yang lain. Anak-anak. Hanya keterbukaan yang bisa membuka semua ini.”

“Dan malam ini kita semua sudah saling terbuka dan jujur dengan hati kita masing-masing. Mungkin kalau kita teruskan masalah ini bisa dua malam kita membahasnya. Jadi kita akhiri saja. Bagaimana?”

Semua diam. Aku menganggap ini tanda setuju. Aku tersenyum puas. Tapi..

“Aku setuju diskusi ini selesai tapi yang giliran mengocok tetap harus mengocok. Satu permainan lagi baru selesai.” ucap Virma sambil memandangku. Aku melihat yang lain, menikmati muka siapa yang sedang kalah. Semua membuka kartunya termasuk aku.

“Yap. Sekarang giliranmu. Silahkan sang moderator!’

Sekali lagi mereka semua tertawa sambil mengacak-ngacak kartu yang berserakan diatas matras.  Sialan! Aku kalah lagi, Damn!!!

Pulau Sempu, 20 Oktober 2007

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 364 pengikut lainnya