PUEDESSNYA BEBEK PADIN KRANGGAN SURABAYA


PUEDESSNYA BEBEK PADIN KRANGGAN SURABAYA

Oleh Em En Rizal

Bebek adalah sebuah makanan khas yang menjadi ciri khas kota Surabaya. Orang dari berbagai penjuru kota atau propinsi setiap kali datang ke Surabaya, pasti ingin merasakan bebek surabaya.  Nah berhubung aku suka banget sama bebek, kali ini mau bahas bebek yang lumayan terkenal tapi jarang di update.

Di Surabaya, orang akan dengan mudah menemukan bebek goreng. Di setiap jalan pasti ada orang jual bebek goreng. Aku bukan penggemar bebek sebelum datang ke Surabaya. Aku lebih suka ayam. Nah semenjak kuliah, teman-temanku arek-arek suroboyo, memaksaku menyantap bebek. Dan sejak itu aku ketagihan, ampe sekarang. Hanya porsinya sekarang dikurangi, untuk menghindari kolesterol, demi visi hidup sehat ampe kakek nenek.

Surabaya terkenal dengan ratusan jenis bebek. Ada bebek HT, Bebek Palupi, Bebek kayu tangan, Bebek Tugu pahlawan, bebek perak dan banyak lagi yang lainnya. Kali ini aku akan membahas bebek yang jadi langgananku sejak kuliah, bebek padin.

Dulu, sewaktu jaga di klinik gigi PHI kranggan Surabaya, aku selalu mampir ke bebek padin. Saat itu aku hanya merasakan bebek padin sebagai bebek biasa. Nah setelah bertahun-tahun (sejujurnya baru 4 tahun sih hehe) nggak makan bebek padin, ketika berkesempatan makan lagi, duh kudapatkan sensasi yang luaaar biasa.

Bebek padin, yang terletak di jalan kranggan, selalu ramai oleh pengunjung. Warung bebek ini emang buka 24 jam, namun ramainya hanya diwkatu-waktu tertentu saja. Misalnya waktu makan siang, jam pulang kantor dan makan malam. Malan minggu juga dijamin pasti ruamaai banget.

Apa aja sih menu di warung bebek padin ini? Buanyak sekali. Disini, model penyajiannya model prasmanan. Jadi ketika kamu datang, sebaiknya jangan langsung duduk.  Pilihlah menu yang akan kamu makan dengan seksama. Ada bebek, ayam, ikan, tempe, tahu, burung dara dan masih banyak lagi lainnya. Ingat, bebeknya ada beberapa macam. Ada yang kecil dan yang besaar banget.

Nah karena kelaparan, aku memilih bebek yang ukurannya sangat besaar. Urusan sambal aku serahkan kepada yang punya warung. Dan jangan lupa, sambalnya pesan sesuai dengan  keinginan. Ada yang biasa aja, sedang dan super puedeees.

Nah persoalan pilihan bebek udah terjawab, sekarang pilihan tempat makan. Karena cuaca yang tidak menentu, aku memilih duduk di dalam.  Bersama sang kekasih yang muaniisnya ngalahin siapapun (hehehe), aku menunggu bebek padinnya tersaji. Kalo lokasinya sih standar aja. Aku kasih nilai 7 deh. Dalam waktu 10 menit, bebek ku pun datang. Oke sekarang kita liat deh rasanya.

Kalo penampakannya sih biasa saja, seperti bebek yang lainnya. Jadi aku rasa dari segi tampilan, bebek padin kita kasih nilai 7. Aku mencomot dagingnya, ehm empuuk banget. Daging bebeknya kerasa banget. Untuk nilai daging bebeknya aku nilai 9 deh karena emang bener-bener enak. Cocok disejajarkan dengan bebek-bebek goreng legendaries lainnya.

Suapan kedua aku ambil sambil yang kupesan dengan note: Supeeer Puedeees. Kenapa? Karena selama ini sambel bebek tak sepedes sambel ayam. Dan sepanjang petualangan kulinerku, gak ada penjual bebek yang mempunyai bumbu sambal super pedes. Kalo pun ada yang punya begitu aku rasakan sambalnya, ehmm biasa aja. Gak puedes-puedees amaat. Nah aku coba, sambel supeer puedeesnya bebek padin ini. Hasilnya? Hemm kayaknya masih pedesan bumbu super puedesnya Bu Kris. Namun begitu agak lama, keringat mulai menguncur deras, mulut terbuka lebar. Gilaa puedeees bangeet. Walo sudah bilang kapok berkali-kali, aku tetep aja makan terus tuh. Gila, ini emang sambel puedes banget. Top markotop. Aku kasih nilai 10 deh. Gimana dengan yang nggak suka pedes? Ada yang sambel biasa. AKu coba punya yayang, nggak pedes tapi enak juga kok.

Jadi kesimpulannya, makan bebek padin adalah sangat direkomendasikan buat kamu semua penggemar bebek. Tapi ingat, jalan di kranggan ini dipastikan macet apalagi klo malam. Fuiih, maceet banget. Namun santai saja, untuk sesuatu yang special  harus butuh pengorbanan bukan? Selamat menikmati deh, Penghobi Kuliner.. Nyam Nyam Nyaaaam (Surabaya, 09 Mei 2011, Emen Rizal)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: