Persepsi, sudut pandanglah yang mengubah dunia anda


 

 

Persepsi, sudut pandanglah yang mengubah dunia anda

Oleh: Emen Rizal

 

Anda kenal Mario Teguh? Kenal Tung Desem Waringin? Kenal Andi Wongso? Tentu sebagian dari anda akan menjawab mengenalnya. Saya pun kenal baik dengan…………buku-buku mereka dan talk shownya yang mengagumkan. Namun jujur saya tidak kenal secara person dengan mereka, tapi sangat sangat akrab dengan wisdom mereka. Karena wisdom mereka saya pakai dalam bekal hidup sehari-hari.

Ketiganya pintar memandang masalah dari sudut pandang yang positif alias selalu berpikir positif atas semua yang terjadi pada hidup mereka. Saya tidak akan membahas tentang kehidupan sosial mereka, yang bagi beberapa orang ada pro dan kontranya. Namun kita bahas adalah pola pikir dan kecerdikan mereka memaknai sebuah peristiwa dengan positif.

Saya terhenyak ketika membaca artikel yang sama persis namun dikomentari berbeda oleh dua orang. Satu orang menganggap artikel itu penuh motivasi, penuh tantangan, penuh filosofi. Orang kedua, menganggap artikel itu hanya guyonan saja, tak ada artinya dalam hidup dan sesuatu yang serba biasa dan bisa ditemui di mana saja. Disinilah saya mengerti satu hal, dalam hidup kadang kita memandang sesuatu secara biasa, tak ada hikmah, negative tinking dan sebagainya. Padahal kalau kita memandang dari persepdi yang berbeda, dari sudut pandang yang berbeda,maka kita akan menemukan makna yang sebenarnya kenapa kita hidup dan merasakan hal itu.

Mario  Teguh pernah mengatakan, bila kita mempunyai impian, cita-cita, ucapkanlah dengan sungguh dan jalani semuanya dengan semangat untuk mewujudkannya. Karena Tuhan langsung menguji tekad kita setelah kita berniat dan berdoa dalam hati. Misalnya kita meminta untuk diberi rizki yang melimpah, maka Tuhan menguji kita dengan rasa malas-malasan, tidak mau bertemu orang lain, sungkan dan lainnya, yang pada akhirnya menggagalkan impian kita. Dan kita akhirnya berfikir, berpersepsi bahwa Tuhan masih belum mendengar doa kita dan kita perlu berdoa lebih keras lagi.

Seandainya kita mantap dengan niat dan doa kita, dan didukung semangat untuk mewujudkannya, Insya Allah cita-cita terkabul. Dan seandainya belum terkabul, dengan persepsi yang benar, kita akan mengucapkan, “Saya belum bekerja dengan keras Tuhan, saya masih malas dan tidak sungguh dengan niat saya.”

Contah lainnya. Ada 2 orang yang dikirim ke daerah yang penduduknya tidak memakai sepatu. Selama seminggu mereka disuruh menyelidiki daerah itu dan melaporkan hasilnya. Hasilnya, orang pertama dengan lemas mengatakan bahwa daerah ini bukan daerah yang baik untuk prospek sepatu karena masyarakatnya tidak terdidik dan tidak suka sepatu. Orang kedua  berbeda, dengan semangat tinggi, dia bilang ini adalah peluang besar, kesempatan besar karena semua penduduk belum mengenal sepatu dan akan mengenal sepatu. Jadi bila investasi sepatu, maka akan jayalah perusahaan mereka. Inilah, betapa dahsyat persepsi seseorang.

Jadi apakah anda mau mengubah dunia, asia, asean,indonesia, jawa timur, surabaya atau rumah anda? Rubahlah persepsi negatif anda akan suatu masalah menjadi positif.

 

Salam Sukses

Surabaya, 5 April 2011

Emen Rizal

 

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: