WASPADALAH…..WASPADALAH….STROKE!!



Keputusan istri dan keluarga Victor sungguh mengejutkan. Pasalnya dokter sudah menjelaskan bahwa harapan hidup Victor cuma 5%. Kalaupun dipaksakan, Victor hanya dapat bertahan hidup dengan alat bantu dan tergantung pada orang lain. Tapi saya dan keluarga tetap yakin ada misteri di balik semua ini. Kami berkeyakinan suatu hari nanti kondisi Victor akan membaik, ujar Tari, istri Victor.

 

Kabar tentang Victor Manayang terserang stroke secara mendadak waktu itu sangat mengejutkan keluarga dan teman-temannya. Pasalnya, doktor komunikasi ini masih muda dan periang. Dalam usianya yang 44 tahun Victor termasuk salah satu pengajar di UI yang dikenal sangat energik. Pada saat stroke menyerang, Victor sedang menguji kandidat doktor di Kampus UI. Seusai rehat, koleganya tidak melihat Victor kembali ke ruangan. Setelah ditunggu sekian lama, baru ketahuan ayah satu putra ini sudah tergeletak di ruang dosen dalam kondisi tidak sadar.

Menurut dokter, pengidap darah tinggi ini mengalami pecah pembuluh darah tepat di batang otak. Akibatnya terjadi kerusakan saraf yang parah. Dokter menyerah. Harapan hidup hanya 5% sehingga tidak dianjurkan untuk melanjutkan operasi. Tapi keluarga korban bersikeras agar kehidupan Victor dipertahankan.

 

Kisah Victor Manayang dan kegigihan istri dan keluarganya yang merawat Victor hampir dua tahun sejak serangan stroke itu, menjadi inti topik yang diangkat di Kick Andy kali ini. Kami kangen. Papa biasanya jadi teman berantem rebutan bantal, ungkap Adila, anak tunggal Victor yang kini menjadi vegetarian. Saya ngeri melihat cara makan papa.

 

Topik ini menjadi semakin penting dengan adanya berita di media massa yang mengejutkan perihal seorang bayi berusia sembilan bulan yang ketahuan terserang stroke. Ini kasus baru. Tapi stroke memang tidak memilih umur. Sekarang banyak anak muda yang terkena serangan, ungkap dr Eka, ahli bedah sarah yang hadir di Kick Andy.

 

Di antara narasumber yang ditampilkan, ada Berry Tanukusuma yang pernah mengalami stroke sampai 11 kali. Walau kaki kanannya lumpuh dan tangan kirinya tidak berfungsi normal, sehari-hari Berry melakukan aktivitas dengan menyupir mobil sendiri. Sementara Ebet Kadarusman, penyiar radio yang juga terserang stroke, mengaku gaya hidupnya, terutama pola makannya yang kacau, menjadi penyebab kelumpuhan sebagian anggota tubuhnya akibat stroke.
Kesabaran dan kasih sayang keluarga adalah faktor yang paling menentukan dalam mendorong penderita stroke untuk bangkit dari perasaan frustasi, ujar Ebet. Tanpa itu kami kehilangan motivasi untuk pulih. Ebet dan Berry sepakat gaya hidup yang sehat menjadi faktor pencegah seseorang agar tidak terserang stroke. Mereka mengaku menyesal tidak menjaga pola makan sehingga harus mengalami cacat seperti sekarang. Tapi hidup tidak kiamat jika Anda kena stroke. Mari bangkit dan manfaatkan hidup secara positif, ujar Ebet dan Berry.

 

Stroke di Indonesia merupakan penyebab kematian ketiga setelah jantung dan kanker. Tapi serangan stroke merupakan penyebab utama seseorang menjadi cacat seumur hidup. Kalau kena serangan jantung, kemungkinan orang akan mati seketika. Tapi kalau kena stroke orang harus hidup dengan kondisi tubuh yang cacat. Itu lebih menyiksa. Sebab saraf yang telanjur rusak tidak dapat pulih kembali, ujar dr Eka.

 

(By Kick Andy)

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: