Cantik dengan Tanaman Aromaterapi


Aromaterapi memang dikenal sangat bermanfaat sebagai salah satu terapi kesehatan yang aman, karena bahan yang dipergunakan umunya berasal dari tumbuhan atau bahan alami, sehingga lebih minimal efek samping negatifnya dibandingkan aromaterapi berbahan kimia.

Cantik dengan Tanaman Aromaterapi

 

Menurut dr Adji Suranto Sp.A., spesialis anak yang juga herbalis dan anggota PDPKT (Persatuan Dokter Pemerhati Tanaman Tradisional) DKI Jakarta, aromaterapi merupakan pengobatan tambahan (suportif) atau sebelum seseorang benar-benar jatuh sakit. Pengobatan dengan aromaterapi bersifat mempertahankan kesehatan, serta memberi perasaan nyaman.

“Aromaterapi sebenarnya pengobatan tambahan, tapi di zaman sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan berhubungan dengan kecantikan,” ujar Adji di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Tak heran jika makin menjamur saja salon atau spa yang menawarkan jasa yang dilengkapi aromaterapi. Tentu saja dengan tujuan untuk memberikan relaksasi dan kenyamanan. Seusai melakukan spa dengan aromaterapi, seseorang akan merasa segar dan bugar kembali.

“Aromaterapi bisa diberikan sesuai dengan keluhan dari gejala yang dialami. Misalnya, yang sedang dilanda stres, capek, dan ingin merasa segar, bugar, tenang, dan nyaman. Lalu, dipilihlah minyak esensial yang sesuai dengan kebutuhan orang tadi.”

Minyak Esensial
Aromaterapi tak bisa dipisahkan dari essential oil atau minyak esensial. Minyak esensial ini dihasilkan dari proses destilasi bunga dan tumbuhan yang memiliki bau khas dan mudah menguap. Minyak esensial juga disebut minyak terbang.

Minyak ini, ujar Adji, umunya terbuat dari bunga dan tumbuhan segar yang diambil minyak murninya ketika baru saja tumbuh atau mekar. Jika bunga atau tumbuhannya masih kuncup, tak akan bisa didestilasi, karena molekul pentingnya belum keluar. Sebaliknya, bila bunga atau tumbuhannya sudah terlalu tua juga tidak bagus, karena molekulnya sudah menguap, sehingga khasiatnya telah hilang.

Minyak esensial bunga dan tumbuhan yang biasa dipakai untuk aromaterapi adalah rose (mawar), jasmine (melati), sandalwood, eucalyptus (minyak kayu putih), kenanga, fennel (minyak adas), camomile, patchouli (daun dilem), lavender, rosemary, cedarwood, basil, bergamot, thyme, pepper, ylang-ylang, garlic (bawang putih), dan masih banyak lagi.

Minyak esensial terbagi ke dalam 3 kelas. Kelas pertama, yang paling mudah menguap. Contohnya eucalyptus (minyak kayu putih), biasa digunakan sebagai penstimulasi pada jasmani dan rohani. Kelas kedua, derajat penguapannya sedang. Contohnya camomile, biasa digunakan untuk memperancar fungsi tubuh.

Kelas ketiga, derajat penguapannya rendah. Contoh, patchouli (daun dilem) Digunakan untuk memberi ketenangan pada jasmani maupun rohani. Golongan minyak ini juga dikenal sebagai minyak fixatives (minyak pengikat), karena digunakan dengan cara dicampur dengan minyak esensial kelas satu, untuk menghambat daya penguapan yang begitu tinggi.

Manfaat & Jenis Aromaterapi
Banyak sekali manfaat dari aromaterapi, antara lain meningkatakan aliran darah, mencegah timbulnya berbagai penyakit karena memiliki sifat antibakteri, mengurangi stres, relaxing (memberi kenyamanan), menormalkan metabolisme tubuh, dan pernafasan seluler.

Bukan itu saja, aromaterapi juga bisa meningkatkan vitalitas, menghilangkan racun tubuh, membantu pembakaran lemak berlebih, juga dapat mengatur keseimbangan tubuh. Dari sekian banyak manfaatnya, ada baiknya Anda juga mulai mengenal jenis tanaman apa saja yang dapat dijadikan aromaterapi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Ada dua jenis aromaterapi: aromaterapi internal dan aromaterapi eksternal. Aromaterapi internal (pemakaian dalam) bisa dijadikan obat oral berupa minyak terbang (essential oil). Namun, diperlukan keahlian khusus untuk menakarnya, sehingga hanya boleh dilakukan oleh ahlinya. “Jika sembarangan meminumnya, bisa menyebabkan keracunan,” tegas Adji.

Sedangkan aromaterapi eksternal (pemakaian luar), dilakukan dengan cara dihirup atau melalui terapi inhalasi, aromaterapi mandi, kompres, atau massage (pijat). Aroma terapi eksternal juga bisa mengobati dengan cara membubuhkan minyak terbang (esensial oil) pada permukaan kulit sebagai obat luar.

“Misalnya, jika hidung tersumbat, teteskan minyak kayu putih dalam baskom berisi air hangat, lalu hirup uapnya. Atau jika sulit tidur, teteskan minyak lavender beberapa tetes pada kain atau sapu tangan, lalu taruh di bawah bantal atau dada. Bau lavender yang menenangkan akan membuat tertidur.”

Sedangkan aromaterapi mandi dan pijat, minyak esensial dicampur air, krim, atau losion lalu dibalurkan ke permukaan kulit. Molekul dari minyak esensial akan masuk ke dalam pori-pori dan ke dalam peredaran darah, yang akan menimbulkan efek yang diinginkan.

Yang penting diingat, “Pemakaian minyak esensial untuk pijat tak boleh langsung terkena kulit, karena bisa menyebabkan alergi. Jadi, harus diketahui dosisnya secara tepat. Biasanya, minyak ini dicampur dulu dengan minyak kelapa, minyak kedelai, minyak zaitun, atau minyak almon sebagai krim penyerta.”

Selain itu, dalam membubuhkan minyak esensial juga harus diperhitungkan dosisnya. Biasanya cukup 2 tetes, atau tergantung takarannya, karena minyak ini berjenis konsentrat. Bila terlalu banyak digunakan, akan berbahaya.

(Sumber : Tabloid NOVA, penulis: Lucy Maulana, Erny Koeswarini, Foto: Fadoli Barbhatully, Daniel Supriyono, Romy Pallar, Adrianus Adrianto, Erni/ NOVA dan Dok. Flona)

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: