Barisan The Special Ones


Apakah anda the special ones, gelar yang sekarang menjadi hak paten Jose Morinho? Ataukah anda orang kebanyakan? Yang biasa saja, bergaji biasa saja, dan hidup biasa-biasa saja. Saatnya anda menentukan. Artikel dibawah ini, salah satu artikel yang saya sukai. Karena saya the special one (I hope so, 2020, aku bisa mengatakan itu pada anda semua)”Em En Rizal.

Barisan The Special Ones


Masih sedikit orang yang punya profesi istimewa, yang bayarannya mahal tetapi tetap diburu jasanya. Mereka memang punya talenta dan keahlian spesial.

“Christiano Ronaldo secara resmi pindah ke Real Madrid, dengan nilai transfer selangit, yakni 93 juta euro (sekitar Rp 1,3 triliun). Mantan pemain Manchester United itu dikontrakLos Merenguesselama enam tahun, dengan gaji 11,3 juta pound atau sekitar Rp 165 miliar per tahun. Atau, setiap minggu Ronaldo digaji 217 ribu pound. Jumlah yang selangit itu tidak termasuk bonus dan penerimaan lainnya di luar gaji pokok.”

Demikian isi berita yang dilansir sejumlah media, pada pertengahan tahun lalu. Pertanyaannya, mengapa Ronaldo bisa digaji sangat mahal dibandingkan pemain bola lainnya? Jawabannya sederhana saja: karena Ronaldo merupakan pemain bola istimewa yang memiliki talenta dan skill luar biasa.

Sejatinya, profesi apa pun yang dilakoni seseorang bisa dibayar mahal. Syaratnya, profesi itu harus memiliki keunikan atau diferensiasi kuat, orang yang ahli di bidang ini langka, memiliki nilai jual tinggi, mampu menciptakan ceruk pasar baru, dan demand-nya lagi tinggi (termasuk dari pasar global). Biasanya, profesi yang terkesan langka dan istimewa itu memerlukan talenta dan keahlian khusus.

Profesi fotografer, misalnya, banyak sekali yang melakoninya. Namun, hanya beberapa fotografer yang namanya menjulang, dan tentunya dibayar mahal. Salah satunya adalah Indra Leonardi. Saat ini, Indra dikenal sebagai maestro kategori portrait. Sejumlah penghargaan fotografi bergengsi di Amerika Serikat pernah diraihnya.

Lebih dari itu, hasil jepretan pria kelahiran 19 Agustus 1964 ini dibayar mahal. Sejumlah orang ternama, pengusaha hingga presiden, pernah meminta jasanya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya, pasangan (capres dan cawapres kala itu) SBY-Boediono, Joseph Estrada dan Gloria Macapagal Arroyo (saat menjadi Presiden Filipina), Margaret Thatcher (ketika menjadi PM Inggris), George Bush Sr. (Presiden Amerika Serikat sebelum Barrack Obama), dan sejumlah tokoh dunia lainnya pernah dibidik kamera Indra.

Selain Indra, belakangan muncul fotografer muda yang namanya sedang moncer, yakni Jerry Aurum, yang lebih memilih bidang periklanan dan fashion sebagai objek bidikannya. Pelanggannya yang berjumlah lebih dari 200 klien adalah kalangan korporasi. Hasil jepretannya dibayar Rp 250 juta hingga Rp 1 miliar per proyek. Apa keistimewaan Jerry? Para peminat dan pelanggannya menilai karya Jerry memiliki diferensiasi yang jelas, sehingga ada pesan yang kuat dari foto yang dibuatnya.

Profesi lain yang “umum”, tetapi menjadi berbeda dan menghasilkan fulus besar berkat sentuhan segelintir the special ones adalah event organizer (perancang) acara pesta. Profesi ini juga dipilih oleh banyak orang. Namun, profesi itu menjadi mahal oleh sentuhan dan kemasan Sonia Wibisono. Wanita kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1977, yang juga seorang dokter ini merupakan EO top untuk private party.

Tentu saja, tidak semua EO bisa menggelar acara private party yang mewah untuk kalangan premium seperti yang dilakukan Sonia. Untuk bisa merancang acara pesta khusus itu diperlukan ide-ide cemerlang yang sesuai bagi kalangan premium tersebut plus jejaring di kalangan atas. “Kebetulan saya banyak bergaul di kalangan masyarakat high-end level, sehingga bisa memanfaatkan networking untuk membuat suatu private party yang mewah,” ungkap Sonia.

Profesi “baru” sebagai perancang top private party ditekuni Sonia sejak pertengahan 2008. Beberapa event pernah ia rancang, seperti Beauty for You dan Wonderful Life. Menurut Sonia, selain pesta untuk perorangan, kebanyakan kliennya dalam hal merancang pesta ini datang dari industri perbankan. Misalnya, ia pernah menangani event Bank Mandiri, BNI dan, yang akan datang, UOB Buana. Maklum, pihak perbankan biasanya ingin lebih dekat dengan kalangan high-end guna memuluskan pemasaran produknya. Dan, Sonia memiliki kemampuan menghadirkan kalangan berduit ke acara yang dirancangnya. “Butuh trik juga untuk bisa mengajak mereka. Saya tahu apa yang mereka inginkan dari sebuah pesta atau event,” ujar penggemar baca dan melukis itu. Berapa dana yang digelontorkan untuk sebuah event pesta pribadi? Sonia tidak mau menyebut angka pasti. Menurutnya, biasanya mencapai miliaran rupiah.

Penyelenggara atau perancang event lain yang mampu menawarkan sesuatu yang berbeda dan spektakuler adalah Dynand Fariz. Melalui konsepnya yang unik dan berani, Dynand mampu menggagas event istimewa Jember Fashion Carnaval (JFC), yang kini rutin diselenggarakan tiap tahun. Melalui event kolosal JFC—sekelas karnaval Pasadena atau Rio De Janeiro—kini Jember telah berubah menjadi kota mode. Rumah-rumah mode dan bisnis-bisnis yang terkait dengan fashion seperti salon dan distro mulai tumbuh di Jember. Dynand sendiri berhasil membangun belasan gerai rumah mode bernama Dynand Fariz International Fashion Center.

Chef atau tukang masak juga merupakan profesi biasa. Namun, di tangan Farah Quinn profesi itu menjadi “bergengsi” dan bernilai jual. Ia mampu memadukan keahliannya memasak, yang ditawarkannya secara sederhana agar pemirsa bisa membuatnya, dengan konsepentertainment—melalui acara Ala Chef di Trans TV. Saat ini, selain mengisi acara on air di televisi, Farah juga disibukkan oleh kegiatan off air. Antara lain, demo masak dan promosi merek dari berbagai perusahaan. Konon, untuk satu kegiatan off air-nya, Farah dibayar minimal Rp 25 juta per jam.

Begitu juga, menari dan koreografer merupakan profesi yang biasa. Namun, oleh Eko Supriyanto profesi itu menjadi istimewa. Melalui kolaborasi tari tradisional dan modern, Eko membuat profesi koreografer memiliki sesuatu yang bisa dijual mahal. Kini, Eko merupakan satu-satunya penari Indonesia yang bergabung dengan Madonna’s Company. Eko menjadi penari dan koreografer ketika Madonna melakukan tur konser Drowned World di AS dan Eropa tahun 2001. Dia juga pernah menjadi konsultan tari untuk pementasan Los Angeles and National Tour of Broadway Musical Lion King karya Julie Taymor.

Identitas kuat juga dimiliki Pieter F. Saerang, yang memungkinkannya menjadi hair stylistternama, baik di tingkat lokal maupun mancanegara. Melalui gaya dan sentuhannya, sejumlah tokoh dan pesohor dunia pernah menggunakan jasa Pieter, antara lain Dewi Soekarno, keluarga Kerajaan Brunei Darussalam, PM Inggris ketika itu, Margaret Thatcher, hingga pesohor Holywood Julia Robert.

Bagi orang-orang spesial seperti mereka, selalu ada celah pasar yang bisa dikembangkan dari suatu profesi. Misalnya, Reza Gunawan yang menggabungkan berbagai teknik penyembuhan, dengan memperkenalkan metode self-healing. Teknik ini memadukan berbagai latihan yang menggunakan unsur napas, gerak, sentuhan/pijatan, serta keheningan, untuk mencapai kondisi sehat selaras, dan dilakukan secara mandiri oleh pasien. Begitu juga, Kartika W. Sutikna yang memilih profesi konsultan kesehatan dengan membantu pasien asal Indonesia mendapatkan informasi layanan medis yang tepat di Singapura. Profesi itu sudah digelutinya lebih dari 20 tahun. Tarifnya? Rata-rata biaya jasanya adalah sekitar 10% dari total biaya yang dikeluarkan klien.

Profesi (dokter) forensik juga masih jarang. Membedah tubuh manusia yang sudah meninggal, atau memotong bagian tubuh tertentu, merupakan profesi langka. Di Indonesia, jumlah dokter yang memiliki spesialisasi tersebut masih kurang dari 100 orang. Dokter ahli forensik yang cukup terkenal adalah Mun’im Idris, ahli forensik dari RSCM, dan Gatot Suharto, Kepala Bagian Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RS Dr. Kariadi Semarang.

Tak hanya ahli forensik untuk menangani mayat, ahli forensik di bidang teknologi informasi (TI) alias digital forensik juga masih jarang di Indonesia. Salah satu analis digital forensik yang sedang naik daun adalah Ruby Z. Alamsyah, yang mulai belajar digital forensik secara khusus tahun 2004. Dua tahun kemudian ia mulai menjual jasanya—memberikan pengetahuanmengenai barang bukti digital yang di Indonesia pengertiannya masih minim— ke kalangan penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan ataupun pengacara. Sekarang jasanya digunakan pula oleh kalangan korporasi. Berapa bayarannya? “Saya pernah disewa untuk 30 menit US$ 2 ribu,” kata Ruby tak menutupi.

Masih berkaitan dengan dunia TI, profesi yang masih sangat langka di Indonesia adalahpenetration tester alias ahli uji keamanan sistem jaringan (network security). Di bidang ini nama yang cukup disegani di kalangan IT security—termasuk komunitas underground(hacker)—adalah Jim Geovedi. Saat ini, layanan tes sistem jaringan Jim bukan hanya digunakan sejumlah korporasi lokal, tetapi juga perusahaan-perusahaan di luar negeri. Di bawah bendera Bellua Asia Pacific, yang dikembangkan bersama koleganya dari Prancis Anthony Zboralski, layanan penetration testing-nya dibayar Rp 1 miliar untuk sebuah proyek skala menengah.

Profesi penilai yang juga terbilang masih sangat langka adalah gemolog. Boleh dibilang, di Indonesia profesi sebagai tukang uji asli atau tidaknya batu-batu permata atau berlian baru dimiliki keluarga Mahardi Paramitra, yang diturunkan kepada putri-putrinya: Leticia Paramita, Delfina Paramita dan Sumarni Paramita. Di bawah bendera Adamas Gemological Laboratory mereka mengeluarkan sertifikat terhadap batu-batu yang telah dites keasliannya. Klien bisa menggunakan sertifikat itu bila ingin membeli atau menjual batu tersebut. Menurut Leticia, orang-orang yang datang ke tempatnya terkadang lebih dari ingin menerima sertifikat untuk batunya. Mereka ingin tahu, ingin belajar bagaimana mengidentifikasi batu-batu perhiasan itu. Untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat seputar batu permata, keluarga Mahardi membentuk Institute Gemology Paramita (IGP). “Tujuan pembentukan IGP adalah untuk mengedukasi masyarakat supaya jangan salah pilih (batu),” ujar Letis.

Ditambahkan Sumarni, untuk layanan uji keaslian batu permata tersebut mereka dibayar Rp 125 ribu per biji batu. “Biasanya yang menggunakan jasa kami adalah pedagang dan pembeli. Pedagang supaya bisa menjelaskan ke pelanggannya. Sedangkan pembeli ingin tahu ‘OK’ atau tidak.”

Profesi penilai dan penguji lainnya adalah kurator karya seni rupa. Contohnya, Amir Sidharta yang perlu belasan tahun untuk bisa mencapai predikat sebagai kurator (penilai lukisan dan karya seni rupa lainnya) terkemuka di Tanah Air. Mengapa? “Seorang kurator mesti memiliki kemampuan untuk memastikan apakah karya yang dipajang bagus dalam persepsi seni rupa atau tidak,” ungkap Amir. Dalam sebulan Amir menilai sekitar seribu karya seni (termasuk lukisan). Saat ini, selain menjadi kurator sekaligus Direktur Museum Universitas Pelita Harapan, Amir pada 2005 mendirikan Balai Lelang Sidharta Auctioneer. Dari balai lelang ini, ia memperoleh komisi dari hasil penjualan yang besarnya sekitar 22% dari harga lukisan.

Begitu pula profesi grader tembakau, masih jarang ditemukan. Dan, untuk mencapai predikatgrader, perlu proses yang lama, karena memang tidak ada pendidikan atau sekolah khusus yang mencetak calon grader. Profesi grader praktis based on experience. Contohnya, Haryo Dewandono. Kemampuannya menganalisis, mengevaluasi, serta melakukan perawatan dan pembelian tembakau diasah sejak ia masih menjadi pedagang kecil-kecilan tahun 1990. Setelah 10 tahun mengenal grade tembakau berkualitas, Haryo direkrut sebagai grader ahli oleh Bentoel.

Di Bentoel, kemampuan dan daya cium Haryo terhadap kualitas tembakau semakin teruji. Sebab, dalam proses pembelian tembakau, dibutuhkan ketelitian dan kejelian tinggi mulai dari aroma, ciri fisik maupun rasanya. Semua itu membutuhkan pengetahuan detail soal tembakau. Kini, Haryo menjadi grader tembakau terkemuka dengan penghasilan mapan. Berapa bayarannya sebagai grader? “Cukuplah. Misalnya, pabrik beli 1.000 ton tembakau dengan harga per kilogram Rp 30.000. Duit pembelian Rp 30 miliar. Saya dapat komisi 5%-nya,” kata Haryo. Jadi, kalau itu betul, komisinya mencapai Rp 1,5 miliar. Wow! Selain Haryo,grader lain yang sudah senior adalah Oei Hong Djien (Djarum).

Lalu, berapa banyak orang Indonesia yang menguasai seluk-beluk aroma dan rasa wine(sommelier)? Tidak banyak. Dave Graciano Tumiwa merupakan salah satu “orang langka” yang mengenali aroma dan rasa wine. Dan, predikat sommelier atau wine expert baru bisa diperolehnya setelah berproses lebih dari 10 tahun dan belajar di berbagai negara. Sejak 2007, Dave juga kerap diundang sebagai pelatih untuk wine training. Menurutnya, setiap hotel bintang lima biasanya ada program pelatihan soal wine. “Satu materi bisa US$ 400,” ungkapnya. Padahal, untuk satu pelajaran saja terdiri dari 72 materi.

Ada pula profesi yang bisa dipelajari di bangku kuliah, tetapi belum banyak yang menguasainya, yakni digital artist. Seorang digital artist asal Indonesia yang sudah mengerjakan berbagai film box office Hollywood adalah Andre Surya (26 tahun), yang saat ini bekerja di Lucasfilm Singapura. “Secara finansial saya sudah merasa cukup dengan yang diberikan oleh Lucasfilm Singapore,” katanya, enggan mengungkap besar nilainya. Begitu pula dengan profesi storyboard artist, yang kini ditekuni Jony Chandra (35 tahun). Setelah lulus dari Academy of Art University, San Francisco, AS, Jony bergabung dengan BlueSky pada 2005. Karyanya juga sudah menghiasi film-film besar Hollywood.

Fenomena profesi langka yang mendatangkan fulus besar mendapat perhatian Yoris Sebastian. Menurut Yoris, abad ke-21 adalah eranya para konseptor. Karena itu, profesi semacam apps creator, movie script-writer dan novel writer merupakan profesi-profesi yang menjanjikan dan bisa dipelajari. Namun supaya bisa berhasil, dalam menekuni suatu profesi tidak boleh ada paksaan, harus berdasarkan kesukaan. “Kenapa sekarang makin banyak profesi unik yang menghasilkan penghasilan besar? Karena mereka melakukannya sesuaipassion, dengan sepenuh hati. Jadi, semua itu harus didasari kesukaan,” ujar pendiri OMG Creative Consulting ini.

Karakteristik Profesional Istimewa

· Jumlah orang yang ahli dalam profesinya masih terbatas

· Punya keahlian unik atau diferensiasi (identitas) kuat

· Memiliki talenta, passiondan keahlian khusus

· Imbalan atas jasanya tinggi (dibayar mahal sekali)

· Bisa menciptakan (ceruk) pasar baru

· Demand terhadap jasanya tinggi, termasuk dari mancanegara

(Reportase: Kristiana Anissa, Moh. Husni Mubarak, Rias Andriati, Siti Ruslina, Wini Angraeni.Riset: Sarah Ratna Herni dan Rahmanto Aris D.)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: