Love Letter: “Aku bukan Dia”


Love Letter: “Aku bukan Dia”

By Em En Rizal

 


Aku memandangi wajahmu yang indah tersapu sinar bulan purnama. Walaupun sudah jarang orang menggunakan istilah bulan untuk menganalogikan keindahan namun aku masih yakin kalau sinar bulan purnama yang indah layak disandingkan dengan wajahmu yang cantik menerangi hati.

Galuh begitu orang memanggilmu. Menurut orang luar pulau, Galuh artinya putri. Aku setuju dengan mereka karena kamu memang secantik putri kerajaan, kerajaan hatiku. Akan kukerahkan segenap jiwaku untuk memboyongmu ke kerajaanku yang penuh cinta.

“Kenapa kamu memandangku seperti itu? Apa ada yang salah dengan wajahku?” tanyamu ketika aku memandangmu penuh takjub.

“Tidak ada yang salah dengan wajahmu. Aku malah bersyukur seribu kali karena Dia telah menganugerahkan wajah yang begitu cantik padamu. Seandainya Cleopatra masih hidup, niscaya dia akan iri dengan kecantikanmu.” pujiku.

Biasanya kamu tersipu malu. Aku bukannya berhenti memujimu melainkan menambah panjang daftar pujianku. Orang yang kebetulan lewat akan bilang kalau aku sedang melakukan rayuan gombal. Biarlah, orang mau bilang rayuan gombal atau gombal rayuan tapi aku yakin mereka tidak akan protes dengan isi rayuanku ini kalau mereka telah melihat kecantikanmu.

Aku masih memandangimu dengan penuh kekaguman. Makanan seenak apapun tidak akan membuatku mengalihkan pandanganku dari wajahmu. Aku tidak ingin melewatkan sedetikpun pandanganku dari wajahmu. Mataku serasa terpatri erat atas keelokan wajahmu.

“Sudahlah, Ryo. Sampai kapan kamu akan memandangiku terus? Ayo makanlah dulu. Aku tidak akan pergi kemana-manan kok” ucapmu lembut.

Pergi? Oh iya, aku ingat masa itu, masa dimana aku mati-matian mengejarmu. Aku ingat saat itu kamu bagai putri salju yang sedih dan  sangat kesepian. Aku menangkap kesedihan itu. Sangat jelas sekali buatku. Kutanyakan pada orang-orang yang mengenalmu. Dari mereka aku tahu kalau kamu telah terluka sangat dalam. Teramat dalam. Aku sedih dan ingin sekali pergi ke masa lalumu dan menyelamatkanmu dari luka itu.

Aku tahu aku bukan bagianmu saat itu. Namun aku janji tidak akan pernah membuatmu menangis lagi. Aku mencoba mengenalmu lebih dekat. Memang bukan hal yang mudah untuk menjadi dekat denganmu.

Dari kamu usir secara pelan sampai kasar pernah kamu lakukan untukku. Kamu juga pernah melempar boneka pemberianku sampai meneraki aku maling sehingga aku babak belur dihajar massa. Untung polisi datang menyelamatkanku. Namun aku tidak kapok dan menyesal mendekatimu bahkan aku sangat bangga telah mulai menarik perhatianmu. Itu sebanding menurutku.

Pelan tapi pasti kehadiranku mulai mempengaruhi kehidupanmu. Aku suka sekali dengan kenyataan itu. Aku selalu berusaha ada di dekatmu ketika kamu senang atau sedih. Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu selalu baik-baik saja.

Aku akan setia menemanimu jalan-jalan ke mall. Membawa barang-barang belanjaanmu. Aku memastikan bahwa tidak ada yang meledak saat kamu belajar masak. Aku juga memastikan bahwa kebutuhanmu tercukupi semuanya walaupun itu berarti aku harus menguras seluruh tabunganku. Tapi apalah artinya uang. Aku bisa mencarinya kapan saja tapi kamu? Kemana lagi aku akan mencarimu.

Namun ketika kamu semakin dekat denganku. Aku merasakan sebaliknya. Aku menyanyikan lagu sebelum kamu tidur. Aku membangunkanmu dengan untaian kata penuh sayang. Aku menghiburmu sepanjang waktu dengan sikap konyolku. Aku tahu kamu senang namun aku menangkap cahaya lain di matamu.

Kamu mulai merubahku. Ya, kamu ingin sekali menjadikanku seseorang dari masa lalumu. Aku tidak terima. Dan aku tersadar setelah aku semakin dekat denganmu. Aku  makin terjepit. Aku makin tenggelam dalam sandiwara ini.

Aku harus membelaimu rambutmu ketika sedang berdua. Menemanimu jalan-jalan ke pantai. Mengirimmu coklat dan bunga setiap minggu. Aku sebal. Ini bukan diriku tapi DIRINYA!!. Aku mencintaimu tapi bukan seperti ini. Aku ingin kamu mencintaiku apa adanya. Aku tahu ini sulit bagimu dan setiap orang yang pernah kecewa karena cinta. Namun aku benci jika aku harus menjadi orang masa lalumu. Bukan menjadi diri sendiri.

Aku bisa melakukan apa saja untuk membuktikan betapa aku sangat mencintaimu. Aku akan mendaki sampai puncak Himalaya, Samudra Hindia akan kuarungi, dan dinginnya kutub utara akan kudatangi jika itu maumu untuk membuktikan cintaku namun jangan paksa aku menjadi dirinya. Aku tidak bisa karena aku bukan dia.

Galuh, putri hatiku, pujaan hatiku….

Aku tahu hatimu yang beku telah mencair. Aku tahu itu. Aku tahu kepilauan hatimu telah sirna berganti dengan bunga cinta yang baru. Aku tahu cintamu yang layu telah kembali mekar. Dan aku yakin 100 persen jika itu dariku, dari cintaku. Aku yakin.

Namun aku tetap harus meninggalkanmu walaupun ini berat sekali buatku karena aku teramat sangat mencintaimu. Aku tetap harus meninggalkanmu karena aku tidak bisa menjadi dirinya.

Namun aku janji akan menjadi malam yang melindungimu dari panasnya matahari. Aku akan menjadi bintang yang akan menjaga dan menerangi jalanmu. Aku akan menjadi embun yang akan menyejukkan jiwamu. Aku janji akan menjadi apapun untuk melindungimu, walaupun jauh.

Galuh, cahaya hatiku, semangat hidupku…..

Suratku ini untuk menenangkan hatimu. Aku tahu ini  berat buat kita namun aku yakin ini baik buatmu. Aku sangat mencintaimu dan akan terus mencintaimu. Aku akan menunggu terbitnya hatimu yang baru, yang tanpa noda dan tanpa masa lalu. Aku akan menunggu saat itu.

Aku ingin diterimu olehmu sebagai aku, bukan yang lain. Dan jika kamu sudah melakukannya, aku akan datang menemuimu.

Selamat tinggal sayangku.

Kekasih Hatimu (Em En Rizal)

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: