Arti Sebuah Komitmen


nih, kubuatkan cerita bagi kalian yang katanya punya cinta setengah modar. Bagi kalian yang katanya punya hati seluas samudera buat sang pacar. Dan inilah…buat kalian semua..” Em En Rizal.

 

 

Arti Sebuah Komitmen

By: Em En Rizal

 

Kamu kemana saja sih? Kok nggak angkat teleponku?” suara bernada tinggi memekik dari seberang.

Aku kemarin ke rumah Anang. Aku kan sudah sms.”

Mana? Nggak ada tuh? Kamu bohong ya? Apa kamu sudah bosan sama aku?”

Yaelah sayang…..Aku nggak bosan. Kemarin aku benar-benar sudah mengirim sms kepadamu. Entar deh aku tunjukin reportnya.”

Asti, cewekkku, terdiam. Aku menghela nafas untuk menghilangkan rasa lelah yang menghampiriku akhir-akhir ini. Rasa lelah yang menyerang jiwaku. Lelah yang hadir karena diriku sendiri.

Aku adalah laki-laki yang sangat merindukan belaian wanita. Sejak kecil sampai bangkotan gini, aku belum pernah pacaran. Umurku sudah 23 tahun sekarang dan selama 23 tahun aku hidup, aku belum pernah pacaran sama sekali.

Jangankan TTM, jadi shepia saja aku belum pernah. Sebenarnya wajahku nggak jelek-jelek amat sih kalau itu yang kalian pikirkan. Wajahku lumayan kok. Ya sekelas lah sama Pasha Ungu hehehe. Tapi ya gitu, aku tidak terlalu peduli dengan kehidupan cintaku sampai datang Asti.

Wanita ini bekerja di salah satu operator telekomunikasi terkemuka sebagai customer service. Pekerjaan ini hanya diisi oleh wanita yang pintar dan tentu saja cantik. Pertama kali aku bertemu dengannya, aku langsung jatuh cinta dan hanya butuh waktu satu bulan untuk menaklukannya. Ini sebuah rekor sendiri menurutku karena aku belum pernah pedekate sebelumnya. Benar juga kata orang, cinta dan sex tidak butuh belajar, hanya butuh insting dan sepertinya aku….sangat berbakat.

Namun masalah mulai timbul saat usia pacaran kami memasuki umur enam bulan. Perhatiannya yang diwujudkan dengan rajin kirim sms dan telpon mulai menggangguku. Aku yang bekerja sebagai konsultan keuangan menjadi risih setiap kali menerima smsnya yang tak tahu waktu itu. Masalahnya aku harus membalasnya saat itu juga.

Kamu jelasin saja padanya kalau jam kantor, kamu susah ngebales smsnya. Kamu jelasin juga kalau waktunya kerja adalah kerja. Lagipula dia pasti tahu dong dunia kerja itu bagaimana.”

Aku menuruti saran Anang. Aku jelasin semua keberatanku padanya. Langsung saja aku mendapat ujian dari kata-kataku. Aku mendapat hadiah dari keterbukaanku dengan didiamkan selama sehari dan tak ada kontak selama dua hari berikutnya. Tapi hari keempat aku mendapat kemenangan. Dia mulai tahu diri untuk tidak menghubungiku pada jam kerja tapi wajib membayarnya sepulang kerja.

Dan itu menjadi masalah berikutnya ketika aku harus menelponnya atau menerima telponnya saat malam-malam. Dengan kondisi badan capek dan ngantuk aku harus menjawabnya. Asti seorang insomnia tapi anehnya dia selalu bangun pagi sekali. Sedangkan aku, yang menemaninya begadang, bangun dengan kondisi mata bengkak karena berbicara sampai pagi dini hari.

Kamu bilang saja kalau malam kamu harus tidur. Kamu bilang kalau perusahaanmu membutuhkan waktumu lebih banyak dan konsentrasi tinggi sehingga kamu butuh lebih banyak istirahat. Paham?” nasehat Anang sekali lagi. Anang memang my best friend!

Aku mengangguk mantap dan segera menyampailkannya pada Asti.

Apa?!? Ini pasti alasan yang kamu buat-buat. Aku juga seperti kamu tapi tidurku baik-baik saja. Dan aku kerja bisa maksimal pagi harinya.”

Tapi aku beda. Kondisiku tidak seperti kamu yang insomnia. Seandainya aku insomnia aku bisa melayani telponmu sepanjang malam.”

Tidak bisa, kali ini aku menolak.”

Dan giliranku yang ngambek dengan melarikan diri ke tempat Anang untuk mencari kedamaian disana. Di apartemen Ananglah aku bisa nyaman. Selain memang lux, apartemennya sangat tenang dan jauh dari kebisingan. Ini bukan aji mumpung loh. Mumpung ada tempat mewah dan gratis.

Kuceritakan semua masalahku dan dia hanya tersenyum mendengarnya. Anang adalah playboy kelas wahid dan dari dia aku banyak belajar. Bahkan menaklukan Asti pun, aku meminta nasehatnya.

Aku salut denganmu dan menghargai semua jerih payahmu dalam menunjukkan kasih sayangmu pada Asti. Aku juga maklum akan kekurangahlianmu mengahadapi Asti. Kamu baru pertama kali pacaran sih..” ucap Anang sambil tersenyum geli.

Aku memang baru pertama kali ini pacaran, tapi aku kan punya harga diri dan Asti mulai mengusik harga diriku. Aku merasa diinjak-injak olehnya.”

Diinjak-injak? Kapan? Kelakuan Asti itu adalah normal. Cewek adalah mahluk yang rapuh dan ingin selalu diperhatikan. Jadi wajar dong dia mengharapkan perhatianmu kapan saja bahkan saat jam tidurmu. Dia berhak.”

Tapi aku juga berhak tidur dan memperoleh privasi. Dia terlalu memaksakku?”

Apakah kamu benar-benar mencintainya? Ataukah benar kata Asti bahwa kamu sudah bosan dengannya?”

Aku hendak menjawab namun lidahku mendadak beku. Banyak sekali kata dan kalimat yang hendak kukeluarkan untuk menjawab pertanyaan itu namun semuanya tertahan di tenggorokan saja.

Kalau kamu tidak bisa menjawabnya, kamu sepertinya harus berfikir ulang tentang hubunganmu dengan Asti. Caranya mudah. Bayangkan saja Asti jalan dengan cowok, siapapun dia, terutama yang kamu benci.”

Tapi baru saja aku pulang dari apartemen Anang, aku sudah rindu Asti. Saat di jalan aku membayangkan Asti jadian dengan bosku, orang yang sangat kubenci karena banyak omong tapi tidak pintar. Aku jadi muak dan tidak rela Asti lari kepelukannya. Kuputuskan untuk mendatangi rumah Asti walau ini sudah pukul sembilan malam. Saat ini hatiku sedang dibakar api cemburu oleh manusia yang tidak pernah mendekati Asti.

Sedan corona hitam milikku kuparkir di depan rumah Asti di komplek perumahan Karang Empat. Aku segera mengetuk pintu rumahnya. Kudengar suara kaki melangkah menuju pintu.

Sayang.…..ngapain malam-malam begini kesini? Kan bisa telpon dan ketemu lagi besok. Besok kan hari sabtu, hari libur.”

Asti..maafin aku ya. Aku benar-benar sayang kamu.” kataku penuh sesal sambil memegang bahunya yang mungil. Dahi Asti berkerut bingung. Dia belum paham dengan apa yang kuucapkan.

Kamu kanapa sih? Jangan-jangan kamu minta maaf karena kamu selingkuh ya? Siapa wanita itu?” tanya Asti curiga melihat kelakuanku.

Nggak sayangku. Aku nggak selingkuh. Aku minta maaf karena aku tidak bisa memahamimu selama ini. Aku kurang perhatian dan egois.”

Aku pun menjelaskan semua yang kukeluhkan tentangnya dan bagaimana perasaanku padanya dan aku juga mengatakan bayanganku tentang selingkuhan Asti.

Kamu tuh ya. Masa bayangin aku selingkuh dengan bosmu. Yang normal dikit napa?”

Habis siapa lagi yang bisa kubayangin. Anang bilang, harus orang yang paling kubenci dan bosku lah orang yang paling kubenci saat ini. Kamu maafin aku kan?”

Iya, aku maafin kamu. Aku juga akan mengurangi jadwal teleponku.”

Jangan…Nggak usah dikurangi. Nanti kita nggak bisa kangen-kangenan dong.”

Jangan dipotong kalau orang belum selesai bicara. Jadwal telepon dikurangi namun jadwal kencan ditambah. Jadi kita lebih sering bertemu. Nggak perlu tiap hari cukup seminggu empat kali saja. Gimana?”

Aku menganggukan kepala tanda setuju. Apa sih yang nggak buatmu, sayangku?(em_en_rizal@yahoo.co.id)

 

 



Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: