28 Agustus By: Em En Rizal


ini merupakan persembahan buat salah seorang wanita yang berulang tahun di bulan agustus. Bukan tgl 28 sih. Tanggal ini aku pilih hanya karena slah satu sahabatku ultah juga. Jadi sekali tepuk, dua pesawat jatuh. Hehehe. “ Em En Rizal.

 

28 Agustus

By: Em En Rizal

 

Tanggal 28 Agustus sangat berarti bagiku. Aku banyak mendapat keuntungan pada tanggal 28 Agustus. Pada tanggal ini aku pertama kali menderita haid. Saat itu aku panik luar biasa. Aku berteriak-teriak tiada henti dan membuat seisi rumah panik.

Aku berdarah. Aku berdarah. Ibu, aku akan mati! Tolong aku, Bu.” teriakku penuh ketakutan.

Setelah melihat apa yang kutakutkan, Ibu tersenyum geli. Dia menjelaskan padaku dengan hati-hati tentang tanda kedewasaanku itu. Aku mendengarkannya dengan baik-baik. Dan akhirnya aku tersenyum bangga karena aku menjadi seorang wanita dewasa saat itu.

Kemudian keistimewaan lain tanggal ini adalah saat Ospek masuk kampus. Aku di terima di Fakultas Ekonomi Unair. Fakultas yang terkenal akan ilmu dan orang-orangnya yang keren-keren.

Saat itu semua orang sedang dimarahin. Hari-hari sebelumnya aku juga dimarahin. Namun entah kenapa pada tanggal itu aku tidak dimarahin sama sekali. Semua yang kukerjakan dibenarkan oleh senior. Oh, aku suka tanggal ini. Benar-benar suka.

Dan sekarang aku menunggu keajaiban apa yang menantiku. Aku sekarang sedang bekerja di sebuah bank swasta sebagai Teller. Di depanku sedang ada seorang custemer yang bingung sendiri. Astaga dari tadi aku senyum–senyum sendiri, membuat dia jadi ge-er. Kuhentikan senyumanku dan melayani nasabah itu dengan pelayanan standar.

Selamat siang, Pak. Bisa kami bantu?”

Se..selamat siang. Saya mau buka tabungan.”

Namanya siapa , Pak?”

Adri.” ucapnya dengan intonasi kurang jelas. Aku memintanya mengulangi. Adri Kurnia namanya. Aku mengamatinya sekilas. Hemm, lumayan juga. Kalau dikasih nilai, dia dapat point 7 dari 10. Wajahnya bersih dengan senyumnya yang manis. Namun dia bukan tipeku, jadi maaf saja.

Aku berusaha melayaninya dengan cepat. Aku melakukan ini soalnya aku melihat seorang laki-laki tampan sedang menunggu giliran. Ini dia tipeku. Aku melirik Agnes, sesama CS. Dia masih sibuk melayani customernya. Sepertinya masih lama. Jadi cowok tipeku itu bisa kulayani. Aku tertawa geli dalam pikiran.

Silahakan menuju teller 2, Pak Adri. Terima kasih sudah memilih kami.” ucapku dengan senyum ramah. Sekarang saatnya.

Silahkan, Pak.” Aku mempersilahkan lelaki ganteng ini ke tempatku. Dia tersenyum dan segera menghampiri tempatku. Gila ini sih poinnya seratus dari skala 10. Benar-benar tampan. Arjuna dari arjuna.

Maaf, Mbak. Saya mau buka tabungan berjangka.”

Baik. Kami ada dua produk, Pak.” kujelaskan dua produk itu panjang lebar. Dia memperhatikanku dengan serius. Aku makin bersemangat.

Kalau boleh tahu untuk apa bapak membuka tabungan ini?”

Aku mau mempersiapkan diriku agar mapan lima tahun ke depan dan tak terlalu pusing memikirkan tabungan untuk keluargaku.”

Deg. Aku kaget mendengar kalimat terakhirnya. Oh, semoga tidak seperti yang kupikirkan.

Bapak sudah menikah?” tanyaku cemas.

Tidak. Aku belum menikah. Tapi apa salahnya aku memikirkan tentang masa depan keluargaku dari sekarang.”

Aku tersenyum. Calon suami yang baik. Sempurna.

Kalau begitu, bapak pilih tabungan jenis pertama saja. Ini cocok untuk bapak….”

Rian saja, Mbak.”

Kalau begitu panggil saja aku Sherly.“ ucapku mulai menggoda. Dan acara buka tabungan ini menjadi lebih menarik. Seharusnya aku tidak boleh terlibat jauh dengan nasabahku namun ini kan jarang kulakukan. Aku menyimpan baik-baik nomor telponnya. Tentu saja kujiplak dari data dirinya.

Dan setelah dia pergi, aku merasakan kebahagian yang luar biasa indah. Aku benar-benar senang hari. Karena apa? Karena hari ini tanggal 28 Agustus. Tanggal keberuntunganku.

**********

Aku akan selalu menjumpainya setiap bulan sekali. Itu minimal karena dia menyetorkan sejumlah uang ke rekeningnya untuk di debet ke rekening keduanya setiap bulan sekali. Suatu sistem baru dari perbankan. Dari rekening ke dua itu saldonya akan terus bertambah karena bunganya lebih besar dari tabungan biasa. Jadi inilah investasi aman bagi dirinya.

Setiap kali dia datang, saat itu aku dandan cantik sekali. Aku tidak ingin kelihatan jelek di depannya. Setiap dia antri, aku selalu menyapanya. Aku ingin dia tahu aku menaruh perhatian padanya. Sebagai perempuan aku wajib mengirimkan sinyal-sinyal kepadanya, namun masalah inisitif, biarkan cowok yang bertindak.

Dan ternyata dia tanggap juga. Dia mulai minta nomor telponku dan menghubungiku setelahnya. Aku merasa senang karena usahaku berhasil. Pelan tapi pasti semua berjalan sesuai planningku. Pada bulan keempat dia menyatakan cinta padaku. Tentu saja aku menerimanya.

Hubungan yang aku jalani sungguh indah walaupun kebahagian itu bukan jatuh pada tanggal 28. Bagiku sama saja yang penting aku mencintainya dan aku bahagia. Itu cukup.

Sayang sepertinya semuanya tidak berjalan sesuai skenarioku. Saat semua sedang dalam puncak kebahagian, Cobaan mendekatiku. Rian meninggal dalam kecelakaan pesawat terbang! Aku tercekat. Tenggorokannku rasanya tersumbat saat aku mendengar berita itu.

Aku tidak tahu mengapa semua berjalan begitu cepat. Aku tidak tahu mengapa harus Rian. Kenapa bukan yang lain. Aku baru saja merasakan hangatnya cinta dan sekarang dengan sangat terpaksa harus kupadamkan. Sungguh tidak adil!!

***********

Sudah dua tahu sejak kematian Rian aku menutup diri. Aku berusaha untuk hidup normal namun sangat susah aku jalani. Tapi perlahan tapi pasti luka itu mulai sembuh. Seseorang datang mengobati luka-lukaku. Aku harus adil pada hidupku. Kalau dia baik kenapa tidak diberi kesempatan. Saat ini dia mengajakku makan malam. Aku tahu apa yang akan dilakukannya.

Sher, aku tidak bisa berpuisi dan berkata-kata romantis layaknya pujangga cinta. Tapi jika perbuatan lebih baik dari kata-kata maka aku memberimu ini. Maukah kamu menjadi pacarku?” ucapnya sembari menyodoriku sebuah kotak berbentuk hati.

Kubuka di dalamnya. Aduh…sangat indah sekali. Aku terharu.

Aku mengangguk pelan. Aku harus adil pada hidupku. Pada cintaku. Dan dia sudah berjuang sekuat tenaga untuk mengobati lukaku. Jujur, aku mulai menyukainya. Lagi pula dia tampan dan mapan. Bodohnya aku jika kutolak.

Makasih, Adri. Aku bersedia menerimamu apa adanya. Walaupun kamu tidak bisa berpusi dan berkata-kata romantis. Tapi memilih tempat seindah ini dan memberiku cincin secantik ini, itu lebih dari romantis.”

Adri? Yap, si Adri Kurnia. Customerku sebelum Rian. Dialah yang menjadi pelabuhan hatiku sekarang. Dialah yang beruntung mendapatkanku.

Tahukah kamu tanggal berapa sekarang? Benar. Tanggal 28 Agustus. Dan saat ini aku juga merayakan ulang tahunku yang ke 24. benar-benar tanggal ajaib. (em_en_rizal@yahoo.co.id)

 

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: