Rose


“ini sudah lama sekali, tahun 2006 lo… Tapi aku ingat sekali saat menulis ini sedang dalam kondisi apa. Yang jelas, hanya orang yang bersamaku yang tahu hal ini. Selamat menikmati😉 “ Em En Rizal

 

Rose

By: Em En Rizal

 

Seekor kupu-kupu sedang terbang mengintari bunga mawar merah yang terdapat di tengah taman. Kupu-kupu itu tampak begitu senang mengintari bunga mawar tersebut walaupun masih banyak bunga-bunga indah lainnya di sekitar taman tersebut. Sayap kupu-kupu yang berwarna kuning berbintik biru sangat pas dengan taman yang terdiri dari bunga-bunga berwarna-warni. Sebuah keindahan yang bisa membuat hati orang yang memandangnya kagum sekaligus senang karena mendapatkan suatu pemandangan yang indah dan damai.

Namun tidak demikian bagi seorang cewek yang duduk di sebuah kursi besi di pinggir taman. Cewek yang mempunyai hidung mancung dan bibir tipis berwarna merah itu kelihatan termenung sedih, tidak menyadari keindahan kupu-kupu dan mawar di tengah taman itu.

Rosa memandang hampa pemandangan indah taman yang terletak di kompleks perumahan tempat Rosa tinggal. Dalam otak Rosa sedang terjadi adegan layaknya pemutaran film di bioskop Cuma bedanya adegan ini hanya Rosa sendiri yang bisa menikmatinya. Di bioskop milik Rosa ini sedang di putar adegan seorang cowok yang ganteng, bertampang imut namun macho, Yosi namanya.

Rosa sudah lama suka dengan Yosi. Namun Rosa tidak berani melakukan pendekatan. Prinsip Rosa, cowoklah yang melakukan gerakan bukan cewek dan cowok pulalah yang melakukan pernyataan cinta. Dan demi memegang prinsip ini Rosa harus rela melihat pangeran hatinya dari jauh tanpa bisa bicara sekalipun.

Niken, sahabat Rosa, tidak tahu kalau Rosa menyukai Yosi. Niken yang centil dan lebih terbuka, banyak disukai cowok dan tentu saja wajahnya yang manis sebagai daya jualnya. Niken selalu heran ketika dia sedang dekat dengan Yosi, Rosa mendadak jadi pikun, lemot, gagap dan pendiam banget. Pokoknya bukan Rosa seperti yang Niken kenal. Setelah didesak secara terus menerus dan pantang menyerah, akhirnya Niken tahu kalau Rosa menyukai Yosi.

Mulailah Niken mendekatkan Rosa dengan Yosi. Butuh usaha yang maksimal dari Niken untuk sahabatnya yang lugu tapi ayu itu. Dan setelah gencar melakukan terapi kepada Rosa dan serangan kepada Yosi, akhirnya Niken mendapatkan kalimat pertama sapaan Rosa kepada Yosi tanpa halangan alias gagap. Kalimat itu adalah ”Hai Yos,  selamat pagi!”

Setelah sebulan melakukan pendekatan yang dipromotori Niken, Yosi mulai bersikap lebih perhatian kapada Rosa. Rosa senang sekali dan dia sudah mulai bersikap tenang di hadapan Yosi. Perkembangan positif ini disyukuri oleh mak comblang tunggal mereka, Niken, yang telah bersusah payah menjodohkan mereka. Dan Niken tinggal menunggu telpon dari Rosa tentang hari jadian mereka. Dan tentu saja Niken menunggu traktirannya.

Namun bukan kabar gembira yang diterima Niken melainkan kabar buruk. Rosa mendapat berita tentang keburukan-keburukan Yosi. Rosa mendapatkan berita itu dari teman Yosi semasa SMU dan juga beberapa sahabat Yosi. Mereka menceritakan keburukan-keburukan Yosi. Misalnya Yosi itu playboy dan mempunyai sifat keras kepala dan mudah marah. Kabar ini diketahui ketika Yosi akan datang ke rumah Rosa. Dan ketika Yosi menyatakan cintanya, Rosa hanya terdiam tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dan dia meminta waktu untuk mempertimbangkan jawabannya. Dan sore ini, di taman ini Rosa seharusnya memberikan jawaban.

Tepat ketika Rosa menyelesaikan lamunannya, di depannya sudah berdiri cowok yang selalu memenuhi hatinya. Yosi datang dengan kaos putih yang di padukan dengan kemeja kotak warna biru muda, dengan bawahan jeans hitam. Yosi segera duduk di sebelah Rosa dan memandang wajah manis cewek disebelahnya itu.

“Yos, sory sebelumnya. Aku sampai sekarang masih bingung dengan hatiku. Aku masih merasa ada ganjalan dengan hatiku.”

“Kalau aku boleh tahu, apakah ganjalan itu Ros? Apakah kamu meragukan cintaku padamu?”

“Sebenarnya iya. Aku ingin kamu jawab dengan jujur, apakah kamu menganggapku hanya sebuah target yang ingin kamu taklukan. Dan setelah kamu taklukan akan kamu tinggalkan karena pada dasarnya kamu hanya mencari tantangan dengan mendapatkanku” Ucap Rosa dingin. Hal ini tentu saja mengagetkan Yosi. Dia tidak mengira Rosa akan berkata seperti itu. Yosi berfikir sebentar.

“Jadi, kamu belum  yakin dengan cintaku? Apakah kamu mendengar cerita tentang kelakuanku sebelum bertemu kamu?” Tanya Yosi dengan pelan, Rosa mengangguk.

“Sebenarnya aku sangat malas dan tidak tertarik dengan yang namanya Cinta. Setiap aku kenal cewek aku hanya menganggapnya teman. Aku mungkin dibilang sering gonta-ganti cewek. Tapi percayalah, tidak ada satupun yang menjadi kekasihku. Aku memperlakukan mereka layaknya teman-temanku yang lain.” Yosi menghentikan ucapannya untuk melihat reaksi Rosa. Rosa sendiri sedang menatap Yosi dengan wajah serius, menunggu  penjelasan Yosi.

“Aku mulai berubah setelah melihat kamu. Aku merasa entah dimana pernah bertemu denganmu. Tapi bukan waktu sekarang. Yang pasti aku selalu memperhatikanmu. Aku senang melihat kamu gagap bila bertemu aku. Dan yang paling kusuka saat kamu menatapku, benar-benar membuatku ingin bunuh diri untuk selalu mendapatkan tatapan matamu itu”

Hati Rosa seperti meledak, apakah sedalam itu cinta Yosi. Tapi begitu ingat cerita teman Yosi, Rosa kembali bersikap menunggu penjelasan selanjutnya dari Yosi.

“ Lalu apakah yang terjadi dengan Ratna, Tya, dan Sinta? Apakah kamu katakan hal-hal manis ini kepada mereka?” Rosa mencoba membuka kedok Yosi dengan fakta yang dia dapatkan dari teman Yosi.

“Oh…jadi itu masalahnya.” Yosi tertawa pelan. Yosi mulai paham kenapa Rosa menunda keputusannya. Yosi dengan lembut memegang  kedua tangan Rosa.

“Ros, kamu termakan jebakan teman-temanku. Aku tidak tahu apa kesalahanku tapi aku yakin ini semua kerjaan usil dari teman-temanku. Aku tidak tahu siapa itu Ratna, Tya, dan Sinta. Aku cuma sekali pacaran dan sudah putus. Betsi namanya, dan sekarang dia sudah menikah.”

“Percayalah” lanjut Yosi ”Aku benar-benar mencintaimu. Aku telah melakukan apapun demi mendapatkanmu. Termasuk meminta Niken untuk mengenalkanmu padaku. Sebenarnya aku yang gugup bila berhadapan denganmu. Ros, kalau kamu nggak percaya, ayo ikut aku!”Lalu Yosi segera menarik Rosa dan mengajaknya meninggalkan taman yang indah itu menuju suatu tempat yang bisa merubah keputusan Rosa. Tempat dimana Rosa mendapatkan berita miring tersebut.

 

*********

“Hallo. Ken, kamu nanti malam pergi nggak?” Tanya Rosa ketika menelpon Niken.

“Memang kenapa?” Jawab Niken diseberang sana.

“Aku sudah jadian dengan Yosi. Aku sudah yakin dengan cinta kami.”

“Selamat ya! Eh aku melakukan tanpa pamrih kok. Aku cuma ingin makan di restoran Padang, Mc Donald, dan satu hape Nokia seri…..”

“Stop..stop..itu sih ngrampok namanya.” Potong Rosa

“Hanya bercanda. Tapi aku masih bingung. Bagaimana dengan gosip kalau Yosi itu playboy?”

“Itu rahasia. Dan rahasianya dibocorkan waktu makan malam nanti ya..” Jawab Rosa sambil tertawa. Tanpa menunggu reaksi Niken, Rosa mematikan handphonenya. Rosa memandang mawar merah di hadapannya yang sore itu kelihatan indah sekali. Rosa tersenyum penuh arti di depan mawar merah itu. Rosa teringat mawar merah di taman. Mawar itu seindah mawar dihadapannya yang dia terima dari Yosi ketika Yosi menyatakan cintanya sekali lagi.  Rosa menerimanya setelah Rosa tahu bahwa Ratna, Tya, dan Sinta adalah cewek-cewek yang mengejar Yosi namun tidak diladeni Yosi. Rosa sangat senang dan hatinya sedang berbunga-bunga serta penuh keindahan seperti keindahan bunga mawar merah di taman. (Surabaya, 2 Febuari 2006)

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: