Ljubim Te


“Ha ha ha… aku nggak menyangka menulis cerita ini. Ternyata pengangguran membuatku banyak berimajinatif, berfikir jauh kedepan dalam hal yang terjadi di masa depanku. Dan lucu juga ketika tahu itu hanyalah khayalan indah masa kuliah. Hahahaha..” Em En Rizal

Ljubim Te

By: Em En Rizal

Arjuna. Sebuah nama yang sangat bagus dan pantas untuk seorang laki-laki yang gagah dan tampan. Dengan berbekal nama dan keberuntungan Raden Arjuna,  seorang laki-laki pasti dengan mudah mendapatkan cewek cantik manapun. Arjuna, merupakan tokoh paling tampan dalam keluarga pandawa dalam cerita Mahabarata. Arjuna merupakan satria yang gagah perkasa, ilmunya setinggi langit ketujuh, isterinya banyak dan cantik-cantik. Dan memang cici-ciri pertama dan kedua ada pada diri Arjuna Suko Wiharjo, anak pertama dari Raden Ageng Suryo Diningrat, pengusaha kaya berdarah ningrat asal Surakarta.

Arjuna yang hidup di zaman modern ini tidak jauh dari Raden Arjuna. Arjun tampan, gagah, kaya dengan IPK diatas 3,00. Tapi Tuhan maha adil. Tidak mungkin semua kelebihan dan kehebatan ada pada satu orang, bisa-bisa hancur dunia ini. Kalau semua untuk Arjuna, dapat apa cowok-cowok selain Arjuna. Bisa-bisa cowok-cowok menjadi homo karena tidak ada cewek yang melirik mereka. Dan cewek-cewek menjadi lesbiola karena ditolak Arjuna. Dan Tuhan Maha Tahu sehingga porsi Arjuna dikurangi buat Nicholas, Sammy, Jaremy, Tora dan beratus-ratus cowok yang lain. Tetapi nilai Arjuna tetap diatas semua cowok-cowok tersebut.

Namun semua kelebihan itu tidak berarti bagi Arjuna, kenapa? Karena sampai umur 16 tahun Arjuna belum pernah sekalipun dapat cewek walaupun cuma sebatas TTM. Dan Arjuna pun protes kepada ayahnya, orang yang paling bertanggung jawab penuh dengan memberinya nama seagung sekarang. Namun dengan entengnya Raden Ageng Suryo Diningrat menjawab pertanyaan anaknya.

”Saatnya belum tiba. Tunggu sampai umurmu lebih dari 17 tahun. Dulu seusiamu, Arjuna belum mengenal cewek. Umur 17, dia baru mimpi basah dan umur 18, Arjuna baru melihat perempuan selain ibu dan pembantunya.”

Arjuna hanya pasrah mendengar nasihat ayahnya yang tidak tahu bersumber darimana sehingga seolah-olah ayahnya tahu setiap perkembangan umur  Raden Arjuna.

Entah kebetulan atau tidak, setelah umur 20 tahun, wanita-wanita itu datang bagai tamu tak diundang namun pulang minta diantar, sampai rumah minta dilamar. Bagaimana Arjuna tidak bingung, pegang saja belum, apalagi ngesun tapi sudah disuruh visum. Arjuna pun wadul sama pamannya yang jualan tahu dan tempe non formalin di Slovenia, Om Richard namanya. Om Richard hanya bilang dua kata  “ Sudah takdirmu”. Nah lo!!

***********************

“Jun, dicari Rina tuh! Kamu ditunggu di tempat biasa.” kata Lukman yang langsung pergi meninggalkan Arjuna. Sialan, kenapa cewek manja ini tidak mau pergi dari hidupku, gerutu Arjuna.

Rina merupakan salah satu cewek top ten di Fakultas Ekonomi, Fakultas yang terkenal gudangnya cewek cantik dan seksi. Namun kenapa Arjuna malah sebel punya cewek cantik? Dari info yang dapat dipercaya, Arjuna sudah bosan dengan segala sifat Rina. Rina tipe cewek yang standar. Rina seperti umumnya cewek-cewek cantik lainnya, yang manja, sok manis dan harus diperhatikan serta dijaga 24 jam. Makan saja minta dianterin, ditemenin, dan disuapin padahal Arjuna yakin seyakin-yakinnya kalau mama mereka tidak lupa mengajari mereka cara makan sendiri waktu masih kecil. Mungkin benar kata seorang professor yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa manusia semakin tua, mereka bertingkah laku seperti anak kecil. Jadi semakin tua umurnya makin kanak-kanak tingkah lakunya.

Ketika menuju ke tempat parkir, Arjun melihat seorang cewek manis nan imut, dengan tubuh seseksi Krisdayanti. Arjuna yang paling tidak tahan melihat cewek cantik nganggur di depannya kontan langsung mendekat. Arjuna lupa dengan tujuannya semula, yaitu menjemput si cantik nan manja, Rina. Baginya Rina sudah bukan apa-apanya lagi atau bahasa resminya PUTUS !!

“Kamu Novi kan? Anak SMU 5?” tanya Arjuna SKSD. Namun karena yang menanyakan seganteng Brad Pitt, cewek secantik apapun pasti menoleh tidak terkecuali cewek itu. Dan ketika dia menoleh, Arjun menangkapnya dengan senyumannya yang membuat cewek tergila-gila.

“Sorry?? Aku bukan Novi, tapi aku memang anak SMU 5. Kamu siapa?” tanya cewek itu balik.

“Arjun, Arjuna. Dulunya aku anak SMU 2. Sorry deh kalau gitu, maafin aku emm.. siapa namamu?” tanya Arjun sambil menyodorkan tangannya.

“Amalia, biasa dipanggil Lia.” kata Amalia menerima uluran tangan Arjun. Trik murahan Arjun berhasil pada cewek ini. Biasanya, pada cewek-cewek sebelumnya, Arjun basa-basi sebentar lalu dengan senyum manisnya Arjun menawari cewek tersebut untuk diantar pulang. Dan seminggu kemudian dijamin 100%, Arjun pasti sudah jadian dengan cewek tersebut. Hal ini sudah di uji secara klinis dan dicoba terus menerus. Hasilnya, 99,99% Valid alias top abis dengan kata lain, tidak pernah gagal.

Tapi ketika Arjun mencobakan skenario usangnya tersebut kepada Lia. Lia ternyata menolaknya dengan tegas. Bahkan Lia dengan cepat meninggalkan Arjuna sendirian dengan wajahnya yang kecewa berat. Arjuna tidak habis pikir, cewek macam apakah Lia ini. Ditawarin naik Mercedes yang ber-AC milih naik angkot yang pakai ace (angin cepoi-cepoi). Mungkin lain kali kuubah saja skenarionya. Pikir Arjuna.

Penolakan Lia membuat ego Arjuna terguncang. Arjuna pun bertekad untuk menaklukan Lia. Arjuna mencari info sebanyak-banyaknya tentang Lia. Pertama, dia tugaskan tim gabungan yang terdiri, intel, tim gegana, FBI, Dan CIA (Ini semua mungkin!! Ingat, Arjuna kaya raya) untuk mengawasi dan mencari tahu semua kebiasaan Lia. Hasilnya, Lia adalah cewek sporty. Dia suka olahraga Sepak bola, badminton, basket, panjat tebing bahkan panjat pinang di kampungnya, dia juaranya. Kedua, tim memperoleh data hidup Lia. Lia adalah anak kedua dari pasangan Rahmad- Susilowati. Kuliah di Psikologi, semester tiga dan sering nongkrong di kafe Nambah Gaul. Setelah membaca semua informasi dari agen-agennya, Arjuna hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengurut dada.”Mimpi apa sampai aku naksir dia”

Strategi pun ditetapkan dan rencana dijalankan. Rapat dan evaluasi tiap dua jam. Dan setelah jatuh bangun akhirnya Arjuna “hanya” baru bisa mendekat. Baru setelah beberapa kali malam minggu (padahal biasanya satu minggu) Arjuna berniat melepaskan panah chupidnya kepada Lia. Arjuna dengan dandanan yang bisa membuat cewek-cewek klenger menjemput Lia di rumahnya. Arjuna hendak mengajak Lia ke kafe Champione. Kafe ini dipilih bukan asal pilih. Arjuna tahu Lia suka yang hal-hal berbau sporty makanya dia pilih kafe yang sporty dan pilihannya jatuh pada kafe Champinone.

“Lia, aku mau mengutarakan sesuatu padamu?” ucap Arjuna lembut. Adegan ini diiringi lagu melankolis Dewa 19, dan terjadi setelah Lia menghabiskan separo isi kopi Capoccino. Ya, untuk jaga-jaga siapa tahu nanti isinya bisa pindah ke wajah cakep Arjuna.

“Mau ngomong apa sih, kok sepertinya serius banget?” tanya Lia cuek. Dasar cewek setengah cowok. Nggak pernah bisa diajak romantis, namun inilah yang membuat Arjuna tergila-gila.

“Aku sebenarnya suka sama kamu sejak pertama kali jumpa denganmu di bawah pohon itu. Aku melihat kamu beda dengan cewek-cewek lain. Kamu tidak manja, enak diajak ngobrol, intinya aku senang dan bahagia dekat denganmu. So..”

So…”

So..…Aku ingin kamu menjadi pacarku. I Love You Lia, bagaimana?”

Arjun sedikit lega sudah mengucapkan kata itu walaupun dia sering mengucapkannya pada cewek-cewek cantik, namun malam ini dia sedikit grogi. Lia memandang Arjun lama seolah ingin menyelam ke dalam hati Arjun tentang keseriusan kata-katanya.

“Arjun….aku sudah tahu reputasimu sebagai playboy tapi melihat tingkah lakumu selama bersamaku, aku tahu bahwa gosip itu tidak benar.”Arjuna tersenyum. Ternyata Lia juga sama seperti korban-korban sebelumnya, termakan topeng manisnya.

“Tapi…”Arjuna menelan ludahnya mendengar kata tapi yang keluar dari bibir tipis Lia. Jangan-jangan…

“Aku sebenarnya suka sama kamu tapi…tapi aku ingin bukti keseriusan cintamu padaku”

“Kamu ingin bukti apa? Aku akan memenuhi semua tuntutanmu”

“pergilah ke Bromo besok, kemudian disana kamu belikan aku hal-hal berbau Bromo. Perjalananmu semuanya harus terekam dengan jelas di video karena aku ingin kamu sendiri yang melakukannya tanpa bantuan orang lain. Setuju?”

Arjuna kehilangan semangat empat limanya. Gila!! Naik gunung?? Hal yang menjijikan untuk Arjun. Dia lebih milih naik turun mall daripada naik gunung. Lebih baik dia kedinginan di istana salju dengan cewek-cewek manis daripada kedinginan sendirian di Bromo.

“Setuju. Aku akan ke Bromo besok.”Oh tidak, kenapa Lidahku bilang setuju. Sesal Arjuna. Arjuna tidak mengerti kenapa otak, hati dan lidahnya tidak sinkron. Mungkin ini azab dari Allah, karena lidahnya sering digunakan untuk bersilat, akhirnya saat dibutuhkan untuk diam malah berkungfu.

*************************

Arjuna dan Lia jadian. Ini menjadi berita besar. Arjuna yang tampan dan terkenal Playboy telah menaklukan Amalia yang tomboy dan berhati batu. Cerita ini bahkan menjadi halaman utama di majalah dinding beberapa fakultas. Banyak yang iri terhadap pasangan ini dan pastinya adalah para cewek-cewek penggemar Arjuna.

Namun Arjuna tidak perduli dan malah merasa senang dengan hubungannya sekarang. Kalau biasanya dia pacaran rata-rata dua sampai tiga bulan. Dengan Lia dia yakin akan lebih dari tiga bulan dan dia juga amat yakin dia bisa melampui angka satu tahun. Dengan Lia Arjuna mendapatkan semua pengalaman yang tidak dia dapatkan pada diri cewek-cewek lainnya. Setiap hari dia mendapati hal yang berbeda dari Lia. Intinya Lia selalu bisa membuat Arjuna tidak bosan, dan kalau Arjuna bosan berarti pertanda hubungan akan berakhir. Dan Lia tahu hal tersebut

Hubungan ini Arjuna rasa sebagai hubungan karena cinta sejati nan abadi. Arjuna selama ini mencari wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta dan sepertinya Lia adalah jawabannya tapi tunggu dulu, kenapa Lia hari ini pulang sendirian? Dimanakah Arjuna?

Ternyata Arjuna sedang ke Slovenia. Disana dia sedang mengunjungi pamannya Om Richard. Arjuna ingin melihat seberapa besar uang yang dikeluarkan seandainya dia berinvestasi dalam bisnis tahu dan tempe non formalin ini.

Hari pertama dan kedua, Arjuna rajin menelpon Lia. Kangen lah, tidak bisa tidurlah, dan macam-macam alasan lainnya. Tapi di hari ketiga semua berubah. Arjuna mulai lupa untuk telpon Lia dengan alasan cuaca !!Damn, bisa nggak sih pakai alasan lainnya!!

Ternyata saat jalan-jalan bareng pamannya ke Mall di Slovenia. Mata jernih Arjuna menemukan wanita yang cantik sekali seperti bidadari. Di Indonesia Arjuna belum pernah melihat cewek secantik ini.

“Om, kalau bahasa Slovenianya, aku cinta kamu apa?” tanya Arjuna  cepat. Om Richard yang tidak  tahu maksud Arjuna bingung. Setelah melihat arah mata Arjuna yang sedang menatap tajam seorang wanita cantik dan jakun Arjuna turun naik, pahamlah Om Richard kenapa keponakannya bertanya seperti itu.

“Katakan saja Ljubim Te. Dia pasti suka . Oh iya bawa bunga ini . Orang Slovenia suka dengan bunga ini.” ujar Om Richard sambil menyerahkan bunga yang berwarna biru dengan mahkota yang unik kepada Arjuna. Arjuna tidak perduli bunga apa itu, toh tidak akan ditanya. Dia yakin cewek itu bukan guru biologi.

Setengah berlari Arjuna mengejar cewek itu dan Om Richard hanya bisa geleng-geleng kepala. Dengan modal kata Ljumbim Te, playboy baru, Arjuna, telah lahir di dunia. Selamat datang sang playboy sejati, cewek-cewek cantik menunggumu untuk disakiti.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: