Chupid Terpanah


“Kayaknya yang ini terlalu aneh deh buat dipublikasikan tapi nggak apa-apalah. Kadang imajinasi bisa membuat kita makin sukses. Betul Nggak?” Em En Rizal

 

Chupid Terpanah

Riri berjalan tak bersemangat mengikuti langkah teman-temannya. Sebenarnya dia sangat malas ikut teman-temannya berlibur. Ujung-ujungbnya dia akan menjadi “nyamuk” disana.

Riri melihat dengan iri kemesraan yang dipertontonkan baik sengaja ataupun tidak dihadapannya. Teman-teman Riri bukannya tanpa maksud melakukan ini semua, tapi mereka bertujuan untuk memotivasi Rir untuk terus mencoba mencari cinta karena sampai sekarang Riri belum mendapatkan pasangan juga walaupun dia sudah hidup selama dua puluh dua tahun.

Dari SD sampai kuliah belum satupun pernyataan cintanya di terima seorang cewek. Bahkan kalau tidak diingatkan teman-temannya, Riri akan mencari pasangan seorang laki-laki!!

Dan sekarang dia hanya sebagai “nyamuk” para pasangan yang ingin memadu kasih di kawasan wisata Coban Rondo, Batu, Jawa Timur.

Riri hanya bisa bersabar dengan keadaan ini. Satu hal yang dipegang teguh olehnya bahwa suatu saat dia akan menemukan pasangan sejatinya. Riri tahu itu harapan orang yang putus asa, namun yang penting dia harus tetap berusaha mencari pacar seorang wanita dan bukan laki-laki!!

Riri membiarkan kakinya melangkah mengikuti Andri dan Desi. Dua orang ini begitu asyiknya sampai tidak sadar kalau mereka sedang di tempat wisata. Ketika mau memasuki tikungan ke kiri, sebuah pohon beringin yang sangat besar menarik perhatian Riri.

Pohon beringin itu memilik dahan yang besar dan kuat dengan daunnya yang sangat lebat. Namun bukan kebesaran dan kerindangan pohon itu yang menarik perhatian Riri melainkan pada seorang cewek yang sedang duduk di salah satu dahan sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya. Riri merasa kalau cewek tersebut handak berbuat jahil pada orang-orang yang lewat. Entah melempari orang-orang dengan sesuatu di tangannya atau keusilan-keusilan lainnya. Riri mempercepat langkahnya manuju pohon dimana cewek itu berada.

Semakin dekat semakin jelas tergambar kacantikan cewek itu. Kecantikan yang sangat sempurna. Kalau diangkakan, poinnya sepuluh bulat.  Ada keceriaan Luna Maya, kelembutan Revalina, dan cool seperti Mariana Renata.

“Lagi ngapain, Mbak? Mau ngisengin orang ya?” pertanyaan Riri kontan mengagetkan cewek cantik itu. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan bahwa dialah yang dipanggil Riri.

“Kamu…Kamu bisa melihatku? Kenapa kamu bisa melihatku?” kata cewek tersebut panik.

“Memangnya kamu hantu hingga aku tidak bisa melihatmu. Cewek aneh!! Cepetan turun deh atau mau kulaporkan kepada penjaga.”

“Tapi bagaimana kamu bisa melihatku? Apa kamu mempunyai ilmu sakti atau keturunan Dewa?”

“Apa?? Dewa? Aku orang biasa, Mbak. Masih makan nasi dan minum susu kalau mau tidur. Kalau kencing juga keluar air bukan emas.  Aku tidak punya kehebatan apapun. Memang kenapa aku harus tidak bisa melihatmu?”

“Aku ini Chupid. Chupid ke 2000. Ini suatu kehormatan bagimu bisa melihatku”ucap Chupid menyombongkan diri. “Aku sedang menjalankan  suatu tugas penting. Jadi sekarang kamu jangan mengganggu tugasku. Dan satu lagi jangan kepada siapapun kalau kamu bisa melihatku. Nanti bisa heboh. Bisa?”

“Chupid? Si dewa cinta itu?. Hahaha  Chupid kok cewek sih, atau chupid itu bencong ya? Sudahlah jangan bercanda Non.”

“O… jadi kamu tidak percaya kalau aku Chupid??”

“Ya iyalah. Pakaianmu sama seperti aku. Tubuhmu nggak pakai sayap alias selayaknya manusia normal. Aku pikir kamu perlu teman bicara. Sudahlah ayo turun dan kita makan bakso sambil bicarakan masalahmu.” Ajak Riri namun langsung dijawab ketus oleh chupid.

“Baik akan kubuktikan kalau aku adalah  Chupid, si Dewi Cinta.” Lalu dengan sekali lompat, cewek itu sudah ada di depan Riri. Riri kaget dan mundur beberapa langkah.

“Kamu belajar di perguruan mana? Hebat sekali ilmu saltomu. Tapi itu tak menjamin kalau kamu adalah Chupid. Kalau kamu memang Chupid si  Dewi Cinta, aku ingin kamu menunjukan salah satu tugasmu.” ucap Riri masih belum percaya.

“Kamu lihat cowok disana?” Chupid menunjuk seorang cowok yang sedang duduk di warung makan “SESAJI”. Riri mengangguk.

“Dan cewek berbaju hitam itu” Riri mengikuti arah telunjuk tangan Chupid dan menemukan seorang cewek 50 meter di dekat cowok pertama tadi namun mereka beda warung dan diantara kedua nya terdapat banyak orang yang sedang menikmati masakan hangat di warung itu.

“Nah lihat dengan jelas saktinya panah Chupid.” ucap Chupid sombong. Lalu Chupid dengan lembut menarik busur panahnya yang berwarna pink juga. Cewek yang akan dijadikan kelinci percobaan itu sedang berdiri hendak membayar makanannya. Si cowok juga sedang berdiri dan tampaknya dia juga akan membayar makanannya. Mereka berjalan menuju tempat yang sama tanpa melihat ke depan. Dan seperti diduga Riri, mereka bertabrakan. Dengan cepat Chupid memanahnya dan panahnya menancap tepat saat kedua mata muda-mudi ini bertemu. Mereka merasa menemukan apa yang mereka cari selama ini dan mereka jatuh cinta. Seperti iklan salah satu pengharum ketiak di tivi, pikir Riri.

Riri menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Semudah itukah, batin Riri. Chupid senang melihat ketakjuban Riri. Dengan muka didongakkan keatas dia tersenyum. Senyum penuh kesombongan. Rasain lo, nggak percaya sih kalau aku Chupid, batin Chupid senang.

“Kalau semua semudah itu kenapa aku tidak mendapatkan pacar sampai sekarang.”

“Mungkin kamu terlalu menutup diri. Semakin sering kamu menemui orang, maka semakin banyak kemungkinan kamu mendapatkan pasanganmu.” Kata Chupid bijak.

“Tapi aku sudah melakukan itu. Dan seumur hidupku aku belum sekalipun pacaran.”

“Belum pernah sekalipun?” tanya Chupid kaget. Baru kali ini dia menemukan cowok yang belum pernah pacaran sama sekali. Chupid mau tertawa tapi dia sungkan dengan cowok di hadapannya. Dia memperhatikan Riri dari rambut kepala sampai rambut kaki. Lumayan bahkan bisa dikatakan perfect. Wanita manapun bisa ia dapatkan.

“Siapa namamu? Akan kucek di daftar cinta, siapa tahu ada kesalahan.” Lalu Riri segera menyebutkan namanya. Chupid dengan tangkas mengubah panahnya menjadi BlackBerry. Riri terkagum-kagum tidak menyangka teknologi kedewaan sudah tersentuh teknologi modern.

“Jangan heran, ini seperti handphone di negeri kamu tapi di dunia Dewa ini punya banyak manfaat. Yah seperti Core to Due Level 7. Kalau ada mungkin hehehe.” Chupid kembali melanjutkan pekerjaan memencet-mencet bb nya.

“Aneh!! Namamu ada tapi kok tidak terdaftar disini nama pasanganmu. Sebentar ya?” Riri masih dengan sabarr menunggu hasil pengoperasian kompueter jenis Handphone made in negeri Dewa. Yah siapa tahu ini sudah takdirnya. Bertemu dengan sang dewi cinta dan mengetahui jodohnya.

“Iya, kamu benar-benar nggak ada. Aku rasa kamu orang yang istimewa sampai aku pun tidak bisa mengetahui nasib perjodohanmu.”

“Terus bagaimana dong dengan nasibku? Apa aku akan mati tanpa seorang wanita di sampingku. Apa aku tidak akan punya anak? Tidak punya sesuatu untuk melampiaskan hasratku?” kata Riri panik. Dia tidak bisa membayangkan kalau itu semua terjadi.

“Tidak seburuk itu. Begini saja. Aku akan membantumu mendapatkan cewek. Dan ini kartu namaku. Oh iya karena kamu bisa melihatku dan kamu orangnya asyik buat ngobrol, kamu bisa langsung memanggilku dengan nama asliku. Panggil aku Itsi ya.” ucap Itsi disertai kerlingan genit. Setelah menyerahkan kartu nama yang unik kepada Riri, Itsi segera meninggalkan Riri dan tentu saja dengan terbang ke angkasa. Riri memandang kartu nama yang unik itu. Dan Riri kaget melihat kontak person di kartu itu, 3456776543. Nomor yang aneh!!!

 

********************************

 

Jam berganti jam, hari berganti hari, minggu datang silih barganti dan tidak terasa sebulan sudah Riri berkawan dengan Itsi, si Chupid cantik.  Selama ini Chupid tinggal di apartemen 666 yang oleh pihak hotel dikosongkan demi menjaga sisi magis hotel tersebut. Riri masuk kesana lewat kunci yang diberikan Itsi.

Itsi merupakan chupid yang paling muda. Dalam umur yang masih lima puluh tahun dia sudah bisa mengemban tugas sebagai dewi cinta. Padahal yang lainnya standar minimal harus berumur 150 tahun. Dia diperbolehkan karena dia merupakan chupid yang istimewa dan sang raja sangat sayang padanya. Dan Raja para chupid adalah kakeknya. Dasar! ternyata di dunia dewa ada juga nepotisme.

Riri  senang berteman dengan Itsi karena selain cantik juga baik hati dan lucu. Dengan Itsi, Riri benar-benar melupakan kesibukan hidup di dunia. Kadang Riri diajak jalan-jalan dengan terbang keliling kota pada malam hari. Kadang pula Riri ikut bagaimana chupid mencomblangkan atau memanahkan panah asmaranya. Dan ini sebuah pengalaman besar dan berharga bagi Riri.

Sore itu Riri kangen dengan Itsi. Riri pun menuju apartemen Itsi. Riri segera masuk ke kamar Itsi dan ini hal mudah bagi Riri karena dia punya kunci yang diberikan Itsi. Ketika masuk, Riri tidak mendapati siapapun disana. Lalu dia mencari Itsi di kolong ranjang, diatas lemari, dan di bawah kotak sampah. Riri tidak menemukan Itsi karena Riri tidak mencarinya di kamar mandi karena Itsi sedang mandi. Sambil menunggu Itsi selesai mandi, iseng-iseng Riri membukan lemari Itsi dan menemukan panah pink milik Itsi.

Riri segera membawanya untuk bergaya di depan cermin. Ketika lagi asyik-asyik bergaya, Itsi muncul dan dia kaget melihat Riri memegang senjatanya.

“Jangan pegang senjata itu!!” teriak Itsi. Riri yang lagi asyik berpose jadi kaget dan karena posisi tangannya seperti sedang memanah, maka secera refleks Riri melepaskan busur panah tersebut dan ajaibnya keluarlah anak panah dari busur pink itu. Padahal hanya keturunan Dewa saja yang bisa untuk mengeluarkan panah. Dan sialnya busur itu tepat mengenai dada Itsi. Itsi memegangi dadanya dan dia terjatuh dengan posisi duduk. Riri kaget dan segera membuang busur panah itu  dan menolong Itsi.

“Itsi, kamu tidak apa-apa kan.” tanya Riri cemas. Itsi memfokuskan pandangannya dan melihat wajah Riri hari ini begitu tampan dan membuat hatinya berdebar-debar. Ingin sekali dia memeluk Riri tapi dia segera mengendalikan hatinya karena dia ingat dia adalah dewa dan harus menjaga kehormatan dewa.

“Kamu telah memanahku dan aku melihatmu pertama kali. Aku takut jatuh cinta padamu?” ucap Itsi cemas. Riri bingung dengan perkataan Itsi.

“Aku tidak tahu apa maksudmu. Tapi aku mau jujur padamu bahwa aku suka padamu sejak pertama kali bertemu denganmu. Aku sayang kamu. Apakah tidak mungkin aku memilikimu.”

“Kamu jangan ngawur, aku adalah dewi dan kamu manusia. Kamu hanya bisa pacaran dengan sesama manusia.”

“Kalau begitu tolong periksa lagi siapa jodohku?” pinta Riri. Itci segera mengambil busur yang terjatuh di lantai. Setelah mengucapkan mantranya , busur itu menjadi Blackberry lagi. Itsi segera mengecek nama Riri. Dan Itsi kaget setelah tidak menemukan nama Riri. Itsi mulai cemas dan masuk ranah jejodohan para Dewa dan memasukan nama Riri dan menemukan jodohnya adalah…..Itsi!!!! (Surabaya, 24 Febuari 2006)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: