Apakah aku seorang Seniman atau Pecundang?


Oleh: Em En RIzal

Dulu, sebelum era internet hadir, sebelum blog, fb, atau twitter booming, media konvensional begitu kuat mengatur bisnis tulisan dan pendapat orang. Bahkan seorang pejabat public sangat takut sama seorang wartawan. Memang ketakutan itu masih ada sampai sekarang (buktinya wartawan bodrex masih banyak ditemui), namun tidak separah dulu.

Aku adalah seorang remaja biasa, yang suka popularitas, suka diperhatikan oleh orang lain. Yah, mahkhluk social seperti manusia pada umumnya. Untuk mewujudkan itu, aku menulis. Sejak kecil aku suka menulis dan membaca. Aku suka menganalisa sesuatu, suka memperhatikan sesuatu dan menuangkannya dalam tulisan. Walau kadang tidak suka dengan tulisanku, namun orang lain kadang menganggapnya itu hal yang bagus. Nah inilah yang membuatku semangat. Penghargaan dari orang lain.

Di Surabaya, aku hidup sendiri, berjuang dengan doa kedua orang tua menyertai. Aku masih suka menulis, masih suka membaca, namun lebih ke roman. Buku tebal kedokteran gigi, hanya sebagai bantal untuk baca novel karya seniman lokal. Aku bisa menghabiskan novel 3 buku dalam satu malam, namun nggak bisa menghabiskan 2 halaman buku oral medicine, sungguh aneh bukan hahaha.

Namun, karena keterbatasan ekonomi, aku harus bekerja, dan menulis cerpen atau novel adalah salah satu solusi menurutku saat itu. Maka dengan semangat aku menulis cerpen yang menurutku bagus (menurutku saja hahaha). Saat itu jawa pos membuka cerpen karya mahasiswa, dengan imbalan yang lumayan saat itu. Kalau nggak salah sampai sekarang juga masih ada. Aku semangat mengirimkan cerpen-cerpenku kesana.

Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu tidak ada kabar bahkan tanda-tanda dimuat selalu tidak ada. Mungkin ini nasibku dan ribuan penulis lainnya. Yah maklum, mungkin tulisanku tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Lucunya beberapa tulisan yang bertema mirip muncul setelah kukirimkan tulisanku. Wah ini temaku yang universal atau gimana? Aku ambil positifnya, pokoknya tulisanku nggak menjual lah hehehe.

Namun aku nggak menyerah, aku mencoba menulis dan terus menulis. Sampai teman kamarku, drg. Fahmi, menjulukiku seniman gila hahhaha. Dia terus menyemangatiku walau tahu tulisanku mungkin tidak layak masuk. Aku juga membuat novel untuk dikirim dan buat hadiah perkawinan temanku. Belakangan aku baca lagi ternyata emang karanganku jueleeek banget. Maaf ya Vievie dan fika (keduanya dokter gigi di bandung), aku tidak bisa mengukur kemampuanku dan dengan beraninya mengkado sampah itu hehehe.

Dan seperti yang bisa ditebak, aku pun nggak bisa di level nasional. Lokal aja nggak masuk kriteria apalagi nasional. Logikaku waktu itu , siapa tahu segmennya masuk di sana, ternyata malah sebaliknya. Keterima saja Alhamdulillah hehehe. Singkatnya, tidak ada satupun media lokal atau nasional yang menerbitkan karyaku.

Memang setelahnya, aku sudah lupa dengan karya-karyaku ini (walau jelek tetep karyaku dong). Dan aku mulai membuka lagi setelah bertemu manajer marketing dan manajer akunting serta teman-teman dari GPU Surabaya saat aku handle outing mereka bersama Regulo. Dari sana aku tahu bahwa banyak kriteria untuk bisa masuk jadi naskah. Dan aku juga sempat bertanya tentang tetek bengek dunia percetakan. Dari situ aku tahu memang aku belum layak untuk jadi penulis yang karyanya pantas diterbitkan.

Namun aku juga sayang membuang karyaku. Apalagi sekarang teknologi semakin horizontal, seperti dibilang hermawan kertajaya, maka aku nekat aja untuk mengorbitkan tulisanku sendiri. Yah kalau nggak ada yang baca yang nggak apa-apa, kalau ada yang terpaksa baca karena sudah salah masuk, yah mohon maaf. Tapi kalau ada yang baca dan suka, terima kasih. Nah, kalau ada yang baca dan mau diperbaiki dan dikirimkan ke penerbit atau majalah, ya nggak apa-apa tapi royaltinya dibagi ya (hahahaha, becanda kok). Dibajak atau diambil untuk kepentingan apapun, tidak masalah. Aku mempersilahkan saja soalnya ini adalah tulisan untuk memenuhi sisi kepuasaanku saja. Jadi setelah ini nikmati karya seniku, yang sejak tahun 2005 sampai mungkin yang akan kubuat sendiri tahun ini, 2010. Selamat menikmati… Salam Namaste…… (Sidoarjo, 31 November 2010).

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: