Wisata Adventure ; “Bromo, Kemolekan ex Gunung Merapi Tertinggi di Jawa”


Oleh: Em En Rizal

 

Sudah pernah ke Bromo? Kalau pertanyaan itu diberikan saat aku menjejakkan kakiku di Surabaya tahun 2001, aku akan menjawab BELUM sambil menatap bingung, nama apakah itu. Maklum, aku kuper dan geografiku Cuma dapat 7 waktu SMU hehehe. Namun untuk teman-teman seangkatan, Bromo saat itu merupakan tempat yang wajib dikunjungi. Kalau tidak pernah ke Bromo, bagi orang Surabaya, seperti bukan asli jatim. Lho kok? Iya, karena sebelum itu belum ada lumpur Lapindo. Jarak Surabaya-Bromo bisa ditempuh cukup 2,5 – 3 jam sampai lokasi Cemoro Lawang. Bahkan AKu juga sering ke Malang, yang hanya ditenmpuh dalam waktu 1 – 1,5 jam dari Surabaya.

Namun bila pertanyaan itu saat ini ditanyakan pada remaja sekarang? Mungkin dengan polos ada yang bilang sudah dan juga ada yang bilang belum. Maklum, Bromo tidak sefavorit dulu. Dulu rekreasi ke Bromo seperti rekreasi ke KBS saja. Saat ini ke Bromo seperti menuju ke Timor-timur, penuh perjuangan berat. Begitu aku menganalogikannya hehehe

Pra Adventure

Nah kali ini aku mau mengulas kunjungan ke Bromo. Yah untuk catatan perjalanan saja sih. Sebelum ke Bromo sebaiknya persiapkan perlengkapan standar aja yaitu pakaian ganti untuk 2 hari atau sesuai kebutuhan, perlengkapan ibadah dan mandi, jaket tebal, sarung tangan, kerplus (penutup kepala, red), sepatu kets, syal dan p3k. Sebaiknya itu disiapkan dari rumah semua. Karena kalau beli di lokasi wisata, jelas harganya akan naik 2 kali lipatnya.

Nah, berangkat ke Bromo bisa melalui 2 cara. Langsung berangkat sendiri atau lewat agen travel. Ada kelebihan dan kelemahannya. Kalau berangkat sendiri alias mandiri, kelebihannya harga lebih bisa kompromi alias bisa diatur sebaik mungkin. Kelemahannya harus repot mengurus semuanya sendiri. Sedangkan kalau pakai agen, kelebihannya, anda tinggal duduk manis dan menikmati liburan yang mengasikan tanpa perlu repot mengurus tetek bengeknya, kelemahannya tentu saja lebih mahal disbanding diurus sendiri. Yah, namanya juga diurusin, tentu saja anda harus membayar komisi yang mengurusi anda, bukan?

Oke, setelah semua perlengkapan siap (cek berkali-kali kalau perlu), sudah saatnya anda menikmati pengalaman yang mengasikan untuk mengunjungi Bromo, mantan gunung merapi tertinggi di Jawa”. Let’s go, bro….

Bromo, the beautifully mountain

Koreksi aku ya jika tulisan itu salah. Maklum walau sudah tua begini masih belajar bahasa inggris hehehe. Jadi setelah semua siap, anda langsung berangkat. Anggap saja perjalanan ini anda menyerahkannya ke agen. Jadi mari kita focus ke jalan saja ya.

Keluar Surabaya, anda akan diberikan pilihan untuk menuju Bromo dari 2 jalur. Jalur Pasuruan dan Probolinggo. Diantara dua jalur ini, Jalur Probolinggo yang paling terkenal. AKu sudah mencoba keduanya, dan memang infrastruktur lebih banyak di jalur Probolinggo. Jadi kita putuskan lewat jalur Probolinggo.

Dari Lapindo, anda segera menuju ke Bangil, Pasuruan. Jika anda mengambil paket pagi, tentu sebaiknya mampir dulu di Bangil untuk merasakan nasi punel, nasi khas Bangil. Disepanjang jalan, anda akan menemukannya dengan mudah. Namun kalau anda sudah bawa bekal, lupakan deh hehehe.

Setelah kurang lebih 1,5 – 2 jam dari Surabaya, anda akan memasuki Tongas. Tempat ini adalah wilayah Kabupaten Sidoarjo, bukan kotamdya. Dari Tongas ini, anda harus belok ke kanan. Kalau anda berangkat sendiri, dari pertigaan tongas anda belok kanan. Pertigaan Tongas ada tetengernya yaitu signboard. Tapi kalau anda sampai disana Malam, cari saja Ayam Bakar Pak Soleh. Lokasi restourannya tepat di pertigaan Tongas. Kalau lapar bolehlah anda mampir disini (pak soleh wajib bayar royalty ke aku nih hahaha).

Dari pertigaan Tongas, anda meluncur lurus terus ke atas. Kalau anda menggunakan kendaraan pribadi semacam Inova, Xenia atau Elf, anda lebih baik menginap di cemoro lawang. Namun kalau bawa bus besar berisi minimal 43 orang, anda hanya bisa sampai di sukapura. Dari Sukapura anda harus menyewa Elf lagi menuju Hotel anda. Tapi kalau mau bermalam di Sukapura, anda bisa bermalam di Hotel Nadia. Harganya cukup terjangkau kok.

Kalau aku, selama ini ke Bromo dan mengantarkan tamu ke Bromo, paling suka Ke Hotel Yoschi. Selain orang-orangnya baik dan ramah, mereka sangat Friendly. Hotel yoschi ini didirikan oleh pak Yoyok, yang saat aku menulis ini masih jadi ketua PHRI Probolinggo, dan Uschi yang berasal dari jerman. Jadi jangan heran kalau turis dari Jerman banyak yang menginap di sini. Selain di Yoschi, masih ada hotel lainnya. Masih sangat banyak. Ada Lava View, ini biasanya dijual tidak terpisah oleh Regulo Arus Liar. Ada Cemara Indah Hotel. Kedua hotel ini tepat menghadap Bromo. Jadi begitu anda buka jendela, maka pemandangan indah Bromo akan terbentang dihadapan anda. Namun kadang di bulan Agustus, lebih baik menghindari dua hotel ini karena angin terkadang sangat kencang dan membuat anda akan berfikir ulang menginap disini. Namun justru hal ini yang membuat tamu tertentu malah menginap disana. Kemudian ada hotel Bintang Lima yang lumayan keren yaitu Java Banana. Disinilah sering diadakan Java Jazz At The Mountain. Menghadirkan butet, tompi, dan sederet musisi keren lainnya.

Oke, kita putuskan menginap di Yoschi. Dengan harga yang “lumayan” anda akan disuguhi suasana yang lain. Anda tidak akan menemukan TV atau Radio di kamar VIP sekalipun. Hotel ini mengusung keunikan yaitu back to nature. Tidak ada televise, hanya hiburan jazz, electone dengan music country(??), dan suasana yang temaram. Hotel ini cocok untuk berbulan madu sepertinya (hehehe). Nuansa Bali sangat kental disini. Dimana-mana anda akan tenmukan patung atau ukiran bercorak Bali atau bernuansa Bali setidaknya. Satu hal lagi, kalau anda datang saat bulan purnama, dengan catatan tidak mendung atau hujan, anda akan melihat bulan purnama dengan ukuran yang besar dan nyaris sempurna. Anda akan serasa bermandikan sinar bulan purnama. Suatu yang mungkin akan susah anda temui di tempat lain.

Sunrise View, Penanjakan Mountain

Anda mau lihat apa ke Bromo? Atau apa yang harus dilakukan di Bromo? Jangan tertawa, dua pertanyaan ini pernah ditanyakan padaku. Yang bertanya adalah orang Surabaya, dengan mimic serius. Bahkan setelah aku menjelaskan samapai berbusa, dia masih bingung, buat apa ke Bromo? (what??)

Jadi, perlu kita luruskan dulu. Kita mengunjungi Bromo karena dua hal (dan ini rangkuman dari para pelangganku). Pertama, untuk melihat sunrise di Penanjakan atau Bromo sendiri. Kedua, untuk melihat kawah Bromo dan latar belakangnya. Latar belakang ini maksudnya kehidupan suku tengger, asal muasal Bromo, atau lingkungan sekitar Bromo yang begitu eksotis.

Oke, untuk tujuan pertama, yaitu melihat sunrise. Anda bisa lakukan di dua tempat. Satu di Bromo dan kedua, di Penanjakan. Kalau anda memilih melihat di Bromo, anda berangkatnya bisa mulai setengah 5 atau jam 4 pagi. Namun jika menuju ke Penanjakan, sebaiknya jam 2 anda sudah mulai bangun atau dibangunkan staf Hotel.

Jip akan menunggu anda begitu anda bersiap menuju penanjakan. Satu jip bisa diisi 5 atau maksimal 6 orang penumpang. Supir akan membawa anda menuju Penanjakan View untuk bergabung dengan ratusan orang lainnya. Dari hotel, perjalanan akan memakan waktu 1,5 sampai 2 jam. Manfaatkan untuk menutup mati sekali lagi, karena tidak ada pemandangan yang perlu dilihat.

Begitu sampai, segera menuju ke puncak, bergabung dengan wisatawan lainnya, menunggu saat Matahari menampakkan sinarnya untuk pertama kalinya hari itu. Inilah saat terromantis. Saat Sang Surya muncul, beragam ekspresi akan muncul. Dari yang tersenyum bahagis, menangis, berpelukan, berteriak lantang, berciuman sampai ada yang tertawa nggak jelas (hehehe).

Setelah puas memplototi Matahari, silahkan turun teratur menuju Jip anda masing2. Beberapa orang akan memanfaatkan untuk foto-foto dan menaruh kenangan disana. Yah siapa tahu nggak bisa kesitu lagi hehe. Setelah dari Penanjakan, Jip akan mengantarkan anda menuju ke Kawah Bromo. Disana anda akan digiring melewati gunung Batok. Jangan lepaskan mata anda dari pemandangan sekitar yang teramat rugi jika dilewatkan begitu saja. Tebing yang curam namun dihiasi tumbuhan hijau sangat indah untuk dinikmati. Hal ini tentu saja tidak akan anda temukan di kota anda tentunya.

Kawah Bromo, Bukti nyata tragedy masa lalu.

Dari buku dan kisah yang mungkin anda dapatkan di internet atau took buku, gunung Bromo dulu adalah gunung tertinggi di Jawa. Bahkan Semeru yang saat ini merupakan gunung tertinggi, tidak ada sepertiganya. Anda bisa bayangkan, tebing memutar yang memagari Bromo adalah sisi luar gunung. Betapa tingginya gunung Bromo Kuno saat itu. Nah, Bromo sekarang hanya tepi kawah yang masih menyeburkan apinya walau tidak sebesar Semeru.

Disini anda bisa segera menikmatinya dengan naik kuda. Namun jika lebih menyukai jalan sambil bercanda dengan kekasih atau pasangan anda, juga tidak masalah. Dari terminal Jip, anda akan berjalan kurang lebih 1 jam menuju puncak Bromo. Siapkan stamina dan fisik anda karena walau tidak tinggi, tapi lumayan melelahkan bagi anda yang tidak pernah naik gunung. Solusinya, nikmati saja semuanya. Kapan lagi anda akan mendatangi Bromo.

Selesai mengunjungi kawah Bromo, tempat upacara kaum Tengger, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Hotel. Di hotel, makan pagi sudah disiapkan. Namun kalau anda masih meras capek, silahkan nikmati saja mandi air panas. Pihak hotel sudah menyiapkannya tentu saja. Nikmati air panas membasahi tubuh anda dan membawa pergi penat yang menempel di tubuh anda sejak dini hari tadi.

Selesai mandi, segera makan sarapan pagi anda. Karena saat itulah saat terbaik menikamti sarapan pagi. Pihak hotel akan memberikan sarapan ini sarapan terlezat karena mereka ingin anda mengingat mereka dan berharap anda kembali lagi, besok, minggu depan, bulan depan atau tahun depan, tentunya dengan teman yang lebih banyak.

Jadi sampai disini saja petualangan kita. Selamat menikmati Bromo, lokasi wisata indah yang masih menunggu untuk anda kunjungi. See you again….. Emen Rizal.

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • marthanti  On Oktober 30, 2010 at 8:19 am

    Weikikikikikikik bagus jg rul ,,two thumbs up ya!
    Ni lg siap2 mw brangkat k bromo..

    • emenrizal  On Oktober 31, 2010 at 8:56 am

      oke deh….. selamat berbulan madu (lagi) ya ha hahahahaha adem adem, asyike gawe anak hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: