Menaklukan derasnya Jeram Sungai Pekalen Bawah Dengan Operator Juara Nasional dan Internasional


Oleh: Em En Rizal


“Wajib dibaca oleh orang waras, orang baik hati, orang yang merasa tampan, orang yang merasa cantik, orang yang ngaku pecinta alam, orang yang ngaku pendaki, orang yang pengen rafting, orang yang pengen item, pokoknya semua aja WAJIB BACA INI!!!! Kalau tidak, awas deh!!! *hehehe becanda kali, jangan marah dong, nih kuberi senyuman termanisku wkwkwkwkwkwk.” Em En Rizal

 

Mungkin ini saat yang tepat menulis pengalamanku berarung jeram. Tepat karena sekarang sudah bukan karyawan Regulo Arus Liar, tepat karena Insya Allah lebih fair, tepat karena lagi pengen nulis hehehe..  Karena menulis adalah hobiku yang sudah lama kutinggalan karena padatnya jadwal ngukur jalan surabaya dan sekitar, menjual jasa demi sesuap nasi.

Preambule

Regulo Arus Liar, aku yakin hampir banyak yang mengernyitkan dahi begitu mendengar nama ini. Aku juga begitu ketika pertama kali melamar di Regulo. Mungkin lebih bijak jika kita perkenalkan (sekali lagi) tentang Regulo Arus Liar.

Regulo berdiri  sejak tahun 2001. Merupakan operator rafting, kegiatan luar ruang, dan trekking PERTAMA di Jawa Timur. Didirikan oleh orang-orang yang kompeten dibidangnya salah satunya Adji Massaid, orang yang konsen dibidang adventure. Tahun 2007, seluruh saham diakusisi penuh oleh Arus Liar dan menambahkan nama Arus Liar dibelakang Regulo. Itu sih sekelumit saja tentang Regulo Arus Liar. Kalo kebanyakan, nanti nggak proposional juga hehehe

Sebelum bekerja di Regulo, aku adalah pecinta alam dadakan. Maksudnya, pecinta alam yang tidak masuk organisasi legal Unair namun buat sendiri yaitu PALADENTA. Tidak mau bergabung dengan MAPALA UNAIR karena jadwalnya tidak pernah bertemu dan juga agak susah membaur karena perbedaan visi dan misi. Dalam perkembangannya aku dan teman-teman malah gabung ke Indobackpacker (IBP) Surabaya.

Nah, waktu naik ke Argopuro yang kedua, aku dan teman-teman pertama kalinya mendengar kata rafting. Saat itu, aku tidak ngeh apa itu rafting atau arung jeram. Dan karena aku nggak tertarik, maka acara rafting pun tidak jadi. Bukan apa-apa sih namun karena aku selalu jadi seksi sibuk (ketua, seketaris, bendahara, dan perlengkapan) maka kalau aku nggak berminat biasanya gagal terwujud.

Nah, ketika aku sudah masuk Regulo November 2009, aku pun melakukan aktivitas Rafting/arung jeram. Kali ini yang kucatat adalah pengalamanku secara keseluruhan. Baik suka ataupun duka.  Baik senang maupun susah. Baik waktu punya anak buah sedikit ataupun banyak. Baik waktu naik sepeda atau naik bus. Baik…..sudah-sudah, kapan ceritanya dimulai nih ???

Pra Rafting

Sebelum rafting dimulai, siapkan dulu perlengkapannya yang harus dibawa. Tapi sebelumnya pastikan dulu sudah reservasi ke Regulo Arus Liar. Nggak tahu kantornya? Hemm, nih kantornya. Graha Bank Benta, Jalan Tunjungan No 41 R 102 Surabaya. Lokasinya, dari perempatan Siola atau TEC, kamu lurus aja, ada gading murni, ada belokan, nah setelah belokan itu ada bank Benta. Kalo kamu melewati Hotel Majapahit berarti kamu telah melewati kantor mungil nan elok milik Regulo. Jadi putar balik aja melalui Pasar Praban.

Malas kesana? Tenang, bisa telpon kok. Di 031-5319500/081259829500. Temui tuh marketing Regulo. Ada Aryo, Ilmi, Reri, dan Yenni. Khusus kalau ketemu Yenni, siapkan uang lebih, kasihan udah 2 hari nggak makan hahahaha. (peace yen😉 )

Oke, setelah selesai pesan tempat, sekarang persiapan kesana. Mau diurus Regulo full, bisa. Mau diurus sendiri juga gpp. Up to you lah. Namun yang nggak bisa nggak adalah barang yang harus dibawa kesana. Yang wajib sih perlengkapan ganti (baju/kaos, celana, pakaian dalam), Perlengkapan mandi, perlengkapan ibadah dan make up. Kalau kamu takut item, jangan lupa bawa sun block, pelindung tangan, topi, etc. Kalau kamu takut kerikil dan kepleset, jangan lupa bawa sandal. Kalau kamu takut air, jangan rafting!! Hehehe becanda, bisa nggak bisa renang, nggak masalah…begitu kata mas guide J

Setelah perlengkapan lengkap. Siapkan fisik deh. Malam sebeelum begadang nggak boleh melekan. Nggak boleh main ps apalagi pacaran!! Soale kalo pacaran, entar aku kepingin L

Dari pengalamanku, saat mengantar tamu adalah saat yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Lebih enak naik kendaraan sendiri ke Pendopo Regulo. Soalnya lebih bebas, nyantai dan tidak tergesa-gesa. Sedangkan kalau bawa tamu, kita harus siap jadi bemper. Tidak ada manusia yang punya keinginan sama. Semua pengen mendapatkan expetasi yang sesuai keinginnannya.

Aku pernah bawa tamu yang oleh perusahaan dibudget rendah. Sayang hal ini hanya aku dan perusahaannya yang tahu. Di lapangan, tahunya perusahaan memberikan mereka alternative yang bagus. Wal hasil dalam bus, rasanya seperti dihakimi massa. Nggak bisa duduk tenang dan perjalanan 3 jam serasa 3 abad lamanya. Seandainya bunuh diri diperbolehkan dan bisa idup lagi setelahnya, maka aku memelih bunuh diri saat itu saking stressnya hehehe.

Namun kebanyakan tamu yang kuhandle selalu senang karena setelah tamu yang diatas, rata-rata kusampaikan dengan jujur harga yang wajar dan kompensasinya. Kalau perusahaan bayar murah, aku harus meminta mereka menyebarkan informasi fasilitas yang didapatkan. Karena semua harus tahu posisi masing-masing.

Nah selama 3 jam itu apa aja yang bisa dilakukan? Banyak, banyak sekali. Kamu bisa karaoke kalau naik bus dari Regulo. Kamu juga bisa tidur untuk menyimpan tenagamu, atau kamu bisa nyemil. Banyak kan? Jauh dekat tempat rekreasi adalah relatif. Pacet dan Malang memang dekat namun jika kepuasan hanya sedikit, aku yakin akan lebih memilih lebih lama 1 jam yang bisa memuaskan sampai “WAA”. Betul?

DAM VIII, Pendopo Regulo Arus Liar.

Setelah melewati Nguling, dan Tongas, kemudian melewati Probolinggo dan pantai bentar, maka kamu akan sampai di pertigaan gending. Untuk tetenger ada papan penunjuk arung jeram. Bisa juga liat pabrik sasa besar. Kamu harus belok kanan. Setelah 10 menit menyusuri sungai yang banyak orang mandi, dan BAB, ada perempatan. Jangan lurus, ntar kamu ke kompetitor Regulo. Belok kiri dan lurus menyusuri Kali Bokong. Kenapa namanya Kali Bokong? Karena banyak bokong dipamerkan di sini. Nggak usah sungkan dan malu untuk melihat pemandangan indah nan gratis ini. Karena mereka pun tidak malu apalagi risih mempertontonkannya. Yah paling mereka hanya menutup 2 bagian utama yang pantas untuk ditutupi. Selain itu, silahkan liat sepuasnya.

Pendopo Regulo mempunyai arsitektur modern dan tradisional. Pendopo ini dipindahkan dari lokasi sebelah sungai, lokasi pertama kali Regulo berdiri 2001. Saat ini, Regulo mempunyai pendopo paling bersih dan baik.

Nah setelah cukup istirahat, segera ambil perlengkapan rafting. Pelampung, helm dan dayung segera diambil untuk memulai petualang seru bersama Regulo.  Nah disini kita dikumpulkan untuk mendengarkan briefing atau bahasa Regulo: SAFETY TALK. Disini dijelakskan untuk tidak panik jika jatuh atau tercebur disungai, bagaimana cara mendayung yang benar, bagaimana saat “BOOM” dan sebagainya.

Perlu diketahui, guide dan rescue Regulo Arus Liar adalah atlit yang selalu mewakili Regulo dan Arus Liar berlomba dalam kejuaraan Arung jeram baik nasional dan Internasional. Hasilnya, Regulo Arus Liar juara nasional lima tahun berturut-turut dan untuk regional baru saja memenangkan lomba Australasia Rafting Camp di Serayu dan mendapatkan juara umum!.

Tapi untuk apa itu semua. Logikanya sederhana, jika kamu naik mobil, lebih aman mana, disupiri supir yang baru belajar 1 bulan atau sudah bertahun-tahun dan bersertifikat internasional lagi. Dan banyak perusahaan yang bonafide dan memperhatikan keselamatan bagi karyawannya, selalu memilih Regulo untuk menemani liburan karyawan mereka.

Dayung Kanan, Dayung Kiri

Setelah selesai Safety Talk, kita digiring menuju Shutlle Car, Pick up yang biasa digunakan mengangkut sapi dan kambing, digunakan untuk mengangkut manusia hehehe santai saja itu shutle car hanya untuk manusia, kambing dan sapi mengalah kok kalau sabtu minggu hahaha

Menuju start di mulai dengan jalan kaki begitu kita diturunkan dari shutle car. Jalan kakinya lumayan sih untuk orang kota, 15 menit atau 2 km. Aku sih selalu menyangka bapak atau laki-laki yang akan mengeluh karena mereka jarang kuat jika disuruh menemani istri belanja di mall. Namun faktanya justru ibu atau kaum wanita yang banyak mengeluh. Padahal jarak ini masih sepersepuluhnya kalau mereka lagi kejar diskon di mall. Bila dirata-raata, berdasarkan survey, wanita menempuh  jarak 20 KM sehari ketika mereka lagi jalan-jalan/belanja di mall!! WOW!!

Nah, sampai juga di start, Setelah kenalan dengan guide masing-masing, kita bisa mulai pengarungan ini. Regulo Arus Liar sampai saat ini, sampai akhir jabatanku, hanya mengurusi sungai pekalen bawah. Alasannya, sungai pekalen atas masih belum safe untuk wisata dan resiko kematiannya masih tinggi. Regulo sendiri untuk sungai pekalen bawah memegang trek paling panjang, Sejak dimulainya arus pekalen bawah sampai dam VIII. Totalnya 13, 5 KM. Lebih jauh dibanding total pekalen atas yang 9 Km.

Aku mengambil air sungai dan kuusapkan kewajahku. Ritual yang selalu kulakukan setiap kali turun ke Sungai. Semoga Allah memberikan kelancaran dan keamanan selama pengarungan ini. Kemudian jeram demi jeram kulewati. Saat pertama kali rafting, senangnya bukan main. Namun setelah menghandle tamu, perasaan was-was selalu menggelayutiku. Takut tamu tidak puas atau bagaimana. Reaksi yang wajar, maklum walau jadi manajer, aku juga jadi TL yang mau tidak mau langsung berhadapan dengan end user. Salah sedikit aja bisa disemprot. Tidak peduli manajer atau marketing biasa.

Jeram Rodeo atas, Rodeo bawah, jeram DHL, jeram batu putih dan beberapa jeram telah dilewati. Saat dipengarungan fokus kita adalah di air bukan di kanan kiri namun jika pun beristirhat, kamu bisa menikmati hijau dan sunyinya sungai pekalen, yang selalu dan selalu bikin kangen. Jeram Dayung, maskot sungai pekalen bawah, yang terbesar pun akhirnya dilewati. Setelah inji perasaan was-was mulai berkurang.

Satu keunikan Regulo adalah saat di rest area atau istirahat. Disini kamu bisa loncat atau biasa disebut exotic jumping. Tingginya 8 meter. Setiap bawa tamu, aku selalu beri contoh agar tamu lain tertarik untuk segera meniru. Dan ide ini selalu berhasil. Tamu yang kuantar merasa sensasi luar biasa saat melakukan exotic jumping. “Luar biasssa, mas.. Rasanya jantung copot dan jatuuhnya luamaaaaa..” begitu kata Ima, tamuku dari ACS.

Setelah itu, pengarungan dilanjutkan. Jeram demi jeram kita arungi dengan semangat yang terus menyala. Beragam permainan diberikan tim regulo untuk membuat tim tamu merasakan satu hal: KETAGIHAN untuk kembali lagi ke pekalen, dan tentunya dengan Regulo. Dan biasanyaa saat di finish hal itu yang akan terjadi.

“Mas, nanti saya akan kembali lagi.” “Luar biasa, huebat sekali. Next time pasti pake regulo, bukan yang lain.” Ya ya, mungkin ada yang bilang inilah kecap yang selalu jadi nomor satu hehehe, masalahnya aku kan bukan karyawan Regulo lagi. Inilah yang terjadi hahaha

Dan satu hal yang kunantikan setiap mengantar tamu adalah makan setelahnya. AKu Sangat suka makanan yang diberikan regulo. Dengan model prasmanan dan mengambil yang tidak dibatasi (Kalau nggak punya rasa malu ya hihihi), sesuatu yang sulit ditemui direstaurant manapun. Kalaupun boleh pasti kena charge lagi, disini tidak, satu paket alias free.

Menunya standard dan belum pernah berubah. Menu tradisional. Menu seperti ayam, daging kambing atau sapi, tidak akan ditemukan. Hal ini untuk semakin membuat rasa tradisionalnya makin kental. Dan diantara semua menu itu, aku paling suka menu sambal mencitnya. Puedeees apa lagi digabung dengan ikannya, wih muantaaap. Kalau nggak suka pedes, aku sarankan jangan pernah ambil, karena akan membuatmu “trauma” untuk makan sambal hehehe.

One Stop Adventure

Selain Rafting ada banyak permainan dan fasilitas yang bisa ditemukan di Regulo. Ada Ropes course atau permainan tali. Ada camping ground yang bisa menampung 500 samapai 1000 orang sekaligus. Ada cottage atau saung yang sedang dalam tahap pembangunan. Pokoknya selalu di upgrade deh. Mungkin 1 tahun setelah kutulis permainan ini, aku akan menemukan banyak perubahan lagi disana.Intinya, Regulo selalu berbenah dan mencari terus yang unik untuk membuat tamu selalu dan selalu kembali. Nah sementara ini dulu deh tulisanku. Ini pun udah kebanyakan. See you again….

 

 

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • sari wulandari  On Oktober 27, 2010 at 9:47 am

    wuizzzz gak nyangka ternyata mas rizal bisa jadi penulis. Mudah2an bisa jd salah satu budayawan indonesia yaaa….
    Bravo ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: