Bertahan Hidup


“Masalah datang untuk diselesaikan bukan dihindari apalagi ditangisi. Kalau mau berkembang dan sukses, lewati masalah dengan damai. Ada hal menarik dari cerita ini. Nikmati ceritanya dan ambil hikmahnya. Jangan pernah menyerah, karena Tuhan tidak tidur bahkan sampai di detik terakhir. “ Em En Rizal.

 

 

Seekor keledai muda bertanya kepada kakeknya, “Bagaimana saya bisa tumbuh dan berkembang

menjadi dewasa seperti Kakek?”
“Oh, gampang,” jawab si Kakek, “Jangan lupa, yang harus kamu lakukan adalah mengibas-ngibaskan dan meloncat.”
“Apa artinya itu?” tanya si keledai muda penasaran. Sang Kakek menjawab, “Sekarang dengarkan, Kakek akan bercerita”

…Pada suatu hari ketika masih seusiamu, Kakek berjalan jalan. Namun karena tidak hati hati melihat kedepan, Kakek tercebur kesebuah sumur tua. Kakek lalu meringkik dalam upaya berteriak dan meminta tolong. Akhirnya ada seorang petani lewat dan melongok ke dalam sumur. Saat itu rasanya aku sudah mati. Tapi eh… si petani malah pergi. Terpaksa Kakek meringkuk dalam sumur semalaman.

Esok harinya si petani datang lagi. Kali ini membawa serombongan orang. Mereka bergantian melongokkan kepalanya ke dalam sumur. Beberapa diantaranya malah tertawa. Lalu petani yang paling tua berkata, “Sumur ini kan sudah tak terpakai, lagi pula keledai kecil itu tidak berguna. Mari kita timbun saja.”

Seperti dikomando, mereka mulai menimbun sumur dengan sampah, tanah, dan kotoran kotoran lain. Kakek sangat panik. Bayangkan, aku mau dikubur hidup-hidup! Aku harus berbuat sesuatu! Saat itu seonggok demi seonggok sampah menerpa punggung Kakek. Setiap kali Kakek mengibaskan sampah, tanah, dan kotoran itu, kemudian meloncat. Mengibas dan meloncat!

Kakek memerangi rasa takut dengan terus mengibaskan sampah dan menginjaknya, sehingga lama kelamaan tubuh Kakek terangkat naik. Setelah hampir mencapai permukaan tanah Kakek meloncat dan lari. Selamat!

“Maka dari itu, bagaimanapun sulitnya kehidupan yang kamu hadapi, sebanyak apapun masalah yang ada dipundakmu, ingat! Singkirkan semua itu dan loncatlah ke depan.”

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: