Rahasia Cepat Melesat ke Puncak


“Mereka sukses bukan karena kebetulan, bukan karena dapat warisan atau dibesarkan dalam lingkungan pengusaha namun karena mau dan siap menjadi pengusaha sukses.  Jadi butuh alasan apa lagi untuk memulai bisnis anda? Lakukanlah sekarang juga!” Em En Rizal


oleh : Harmanto Edi Djatmiko

Mereka terbilang belia untuk menduduki posisi strategis yang mereka genggam sekarang. Tak ada istilah faktor kebetulan. Semuanya direncanakan sejak awal dan ada tahap-tahapnya. Mereka memang generasi muda yang luar biasa. Belum genap 40 tahun, mereka suskes meraih posisi puncak di berbagai perusahaan atau organisasi prestisius, dengan catatan prestasi yang gemilang pula. Mereka menempuh rute yang berbeda-beda untuk mencapai karier cemerlang itu. Ada yang merintis sebagai profesional murni seperti Jimmy Gani (Direktur Utama PT Sarinah), Arif Suditomo (Pemimpin Redaksi RCTI) dan Firmanzah (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang baru berusia 32 tahun). Ada juga yang melalui jalur memimpin dan merevitalisasi bisnis keluarga seperti Prajna Murdaya (CEO Grup Berca), Agus Sudwikatmono (CEO Grup Indika) atau Medina Harjani (Presiden Direktur Pasaraya Grande).

Ada pula generasi muda yang sukses sebagai entrepreneur dengan membangun bisnis sendiri seperti Baba Rafie dengan Kebab Turki-nya, atau Ferry Agus Wibowo yang sukses membangun perusahaan properti terbesar ketiga di Yogyakarta lewat PT Tiga Saudara Group.

Rute lainnya lagi, ada pula young on the topyang jago di bisnis keluarga sekaligus piawai membangun bisnis sendiri. Francis Wanandi, selain dipercaya menjadi orang nomor satu di PT Anugrah Pharmindo Lestari (milik ayahnya, Biantoro Wanandi), juga berhasil membangun sejumlah bisnis sendiri, antara lain Gold Gym. Sementara Michael Wiluan, anak kedua Kris Taenar Wiluan (pemilik Grup Citra Tubindo), selain berperan besar mengembangkan bisnis properti dan pariwisata milik orang tuanya (Grup Turi), juga sibuk mengembangkan bisnis sendiri di bidang multimedia dan animasi untuk film atau media visual lainnya.

Bukan sekadar di puncak, karya mereka pun banyak yang mengagumkan. Adisatrya Suryo Sulisto, misalnya, sukses besar melakukan turn arround di Grup Satmarindo, dari merestrukturisasi keuangan, mengubah fokus bisnis keluarga, hingga merombak SDM serta manajemen perusahaan. Sementara Anthony Akili berhasil menyelamatkan bisnis keluarganya, Smailing Tours, yang nyaris karam, bahkan mampu mengereknya ke jajaran tiga besar di industrinya.

Untuk meraih posisi puncak dalam tempo cepat, plus prestasi mengkilap, tentu ada rahasianya. Namun, yang jelas, peluang dan keberhasilan hanya berpihak kepada orang-orang yang memang telah siap menerimanya. Kata-kata dari kaum bijak bestari ini sangat pas untuk mengungkap perjalanan karier para profesional dan pengusaha muda tersebut. Tak ada yang instan. Tak ada istilah faktor kebetulan. Sedari remaja, bahkan ketika masih kanak-kanak, rata-rata mereka telah punya mimpi yang hebat. Dan, untuk meraihnya, mereka bukan semata melengkapi diri dengan beragam kemampuan dan kecakapan khusus, melainkan juga menggembleng diri dengan sikap hidup yang mendukungnya. Not just aptitude but atitude define success — begitulah ungkapan kerennya.

Kalau diperhatikan, sebelum mencapai puncak, rata-rata generasi pemimpin muda ini telah melewati tahap-tahap penting dalam kehidupan mereka. Dalam pelatihan-pelatihan motivasi, biasa disebut teori The Identity Iceberg. Awalnya, mereka menetapkan identitas diri (self identity) seperti apa yang mereka dambakan, yakni sebagai profesional andal atau pengusaha hebat. Identitas seperti ini tentu membutuhkan nilai-nilai (values) yang melekat padanya seperti mandiri, tahan banting, gigih belajar, dan semangat yang tinggi untuk selalu melayani orang lain. Nilai-nilai dasar ini perlu ditopang keyakinan (beliefs) yang tinggi untuk sukses, plus beragam keahlian (skills) yang memadai, bahkan di atas rata-rata.

Modal awal berupa misi tersebut selanjutnya mereka ejawantahkan dalam perilaku dan sikap sukses yang mencakup pengambilan dan pelaksanaaan keputusan, serta bertanggung jawab dan berani menanggung risiko atas apa pun yang terjadi di lapangan. Dari situlah visi mereka terus diasah dari waktu ke waktu, sekaligus menempa mereka menjadi pribadi-pribadi sukses dengan karakter yang kuat.

Sumber: http://www.swa.co.id

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: