Tulisan Tangan = Kepribadian…..??


Tulisan Tangan = Kepribadian…..??

Em En Rizal

Suatu hari atasanku memeriksa lamaran seorang yang ingin bekerja di kantornya. Wajahnya bertekuk-tekuk serius sambil mengamati isi lamaran tersebut. Aku menatapnya sekilas dan kembali mengerjakan pekerjaanku. Beberapa menit kemudian beliau sudah selesai memprosesnya. Beliau menaruh lamaran tersebut dan segera memencet nomor telpon seseorang. Ternyata beliau menghubungi sang pelamar dan menyuruhnya datang besok untuk wawancara.

“Wah, mau menerima karyawan baru ya, Bu?” tanyaku setelah beliau selesai menelpon. “Iya, Bos besar minta tambahan karyawan untuk menggenjot pemasukan perusahaan ini.”  Aku mengangguk dan melanjutkan kembali aktivitasku. Namun tiba-tiba atasanku tersebut mengatakan sesuatu yang membuatku langsung menghentikan aktivitasku tersebut.

“Kamu tahu, kalau kepribadian orang bisa dilihat dari tulisannya?” kata beliau.

Aku menggeleng cepat. Beliau tersenyum penuh dan mulai bercerita tentang ilmu tulisan tangan atau biasa disebut Grafalogi. Dia memulai ceritanya dengan membandingkan antara fungsi sidik jari dan tulisan tangan. Kalau sidik jari biasa digunakan untuk mengungkap identitas seseorang, tulisan tangan bisa digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang. Hal ini karena tulisan tangan mempunyai sifat individual dan permanen.

Lanjutnya, ada 4 komponen utama tulisan yang dapat dijadikan karakter dan kepribadian seseorang. Yaitu, pembagian Zona, ukuran, kemiringan tulisan, dan kecepatan menulis.

Sebuah karakter huruf seperti d, t, k, l, dan g akan terbagi menjadi 3 Zona. Atas, bawah dan tengah. Zona Atas akan berhubungan dengan visi, misi, tujuan, dan intelektualitas. Zona Tengah menggambarkan tentang perasaan dan kondisi emosionalnya, sedangkan Zona Bawah akan lebih banyak berhubungan dengan dorongan seks, materi dan kondisi kesehatan atau fisik seseorang.

Selain itu batas margin akan menggambarkan bagaimana seseorang memandang masa lalunya. Tulisan yang menjorok ke kanan menunjukkan orang itu tak takut menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Sebaliknya, bila terlalu menjorok ke kiri, menujukkan kalau dia masih terikat atau terpengaruh dengan masa lalunya. Namun kalau dia tak punya perencanaan biasanya tulisannya menabrak margin kanan atau menumpuk disana.

Ukuran huruf menunjukkan bagaimana kita ingin dipandang orang lain. Pemakaian huruf besar (> 4 mm) menggambarkan si empunya ingin/suka menjadi pusat perhatian. Sedangkan yang cenderung suka menggunakan huruf berukuran kecil ( < 3 mm) merupakan orang yang suka bekerja di belakang layar atau mendesain sesuatu. Bagaiman dengan ukuran standar (3 mm)? Orang tersebut menyukai sesuatu yang realistis, tak mau menonjolkan diri dan mampu bersosialisasi dengan baik.

Kemiringan tulisan menunjukkan ekpresi diri. Tulisan dengan kemiringan ke kiri sangat jarang ditemui dan tidak lazim karena tidak sesuai kebiasaan yang berlaku. Biasanya orang seperti ini cenderung menabrak aturan, membangkang dan  menarik diri dari lingkungan sosial. Tulisan yang cenderung tegak menunjukkan sikap relistis atau orang tersebut lebih suka memakai pikiran daripada hati. Sedangkan kalau miring ke kanan menunjukkan kalau dia suka beradaptasi, bersosialisasi, ekpresif dan mudah tersentuh hatinya.

Dan yang terakhir kecepatan tulisan. Kecepatan tulisan menunjukkan seberapa cepat dia bereaksi atau tanggap terhadap sesuatu. Tulisan yang ditulis dengan cepat (terlihat dari huruf yang menyeret) menandakan orang tersebut mampu merespon sesuatu dengan cepat. Kelemahannya, dia cenderung buru-buru, atau kurang berfiikir matang. Sedangkan kebalikannya, orang-orang yang menulis lambat, cenderung bersikap hati-hati dalam bertindak.

Aku memandang takjub pada beliau. Ternyata dia sangat menguasai tulisan tangan. Aku mulai bertanya-tanya apakah dia mengambil kursus atau kuliah tentang tulisan tangan?

“Nggak. Aku nggak kursus. Aku pernah baca artikel di suatu majalah tentang tulisan tangan ini dan aku tertarik. Lalu aku coba mencari bukunya dan mempelajarinya. Jadi deh aku sedikit mengusainya. Namun nggak ahli banget. Masih kalah sama grafolog yang asli.” jawabnya sambil tersenyum. Aku dengan cepat mengajukan diri untuk meminjam bukunya. Beliau terdiam sambil mengamatiku lamat-lamat.

“Boleh, tapi kamu nulis dulu kenapa aku harus meminjamimu?Ingat!! dengan tulisan tangan. Satu lembar folio saja. Aku tunggu!”

Yah apes deh. Dia tahu kartakterku dong nantinya, Basa-bisa dia tak jadi meminjamiku. Huh, dasar pelit. Bilang saja takut aku saingi. Pake alasan macem-macem lagi. Dasar!!

Jadi, kalau mau mengetahui kepribadianmu, bisa mencoba menulis sekarang. Dan terbukalah semua sifatmu hehehe. Hemm, menarik bukan?(em en rizal)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: