Belajar dari Para Champion: Wings Tak Luput dari Pemalsuan!!!


Wings Tak Luput dari Pemalsuan!!!!

Pemalsuan bukan hanya kegemaran orang Indonesia saja. Perusahaan Indonesia yang hebat seperti Wings juga mengalaminya. Penasaran??? Simak saja dibawah ini J” Em En Rizal

Dalam membangun merek global, aspek perlindungan mutlak diperhitungkan. Karena alasan itulah, di beberapa negara yang menjadi target pasarnya, merek keluaran Wings didaftarkan dan dipatenkan. Upaya perlindungan merek yang dilakukan ini ternyata membuahkan hasil di kemudian hari. Terbukti, ketika tim dari Wings menemukan produk mereka dipalsukan, mereka bisa langsung menindak tegas. Seperti diungkapkan Manajer Penjualan Regional Divisi Bisnis Internasional PT Sayap Mas Utama, Hendra Sunardi, di Dubai yang merupakan pintu masuk perdagangan ke Afrika, pihaknya menemukan produk tiruan asal Cina dan India.

“Langkah pertama, kami bereskan dulu Dubai, karena ini hubungan menuju ke Afrika. Di sana wholeseller banyak yang dikirimi produk palsu.” tutur Hendra lalu menambahkan, asalnya kebanyakan dari India. Ia menghitung, ada 10-12 wholeseller yang didapati menampung produk palsu Wings. Dengan aksi hukum bersama pihak yang berwenang di Dubai, terkumpul 20 ribu karton yang berhasil disita dan dibakar. Di Mauritania bahkan diperoleh 32 ribu karton berisi produk palsu Wings. Tim juga menemukan tiga pabrik pemalsu di India dan Cina. Sudah tentu, aksi hukum dilakukan pula di negara asal pemalsu.

Pemalsuan bukan cuma dibuat identik meniru produk Wings, melainkan juga merek yang bunyinya mirip, seperti So Clear. Demikian pula sabun Giv, tak luput dari pemalsuan. Untuk melindungi merek Wings dari pemalsuan, Hendra menuturkan, sudah banyak uang yang dikeluarkan perusahaan. Sayang, ia enggan menyebutkan nilai nominalnya. Yang pasti, dikatakannya, biaya tersebut untuk membayar pengacara, sewa gudang untuk menyimpan barang bukti selama persidangan sampai iklan di koran untuk publikasi perlindungan merek. Bukan itu saja. Guna menjaga agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, Wings bekerja sama dengan semua pelabuhan utama di Cina, termasuk petugas bea cukainya. “Akhirnya, Pemerintah Cina mau membantu dan menangkap setiap eksportir yang dicurigai. Hasilnya, ada 5-6 kontainer yang kami dapat di sana.”

Sependapat dengan Hendra, Head of International Business PT Sayap Mas Utama, Sungkono Sadikin, pun mengakui, menghadapi pemalsuan produk dan dikeluarkannya kebijakan impor oleh Pemerintah Nigeria yang melarang produk Wings masuk ke sana merupakan pengalaman pahit. Kendati demikian, ia dan timnya pantang menyerah.

Menghadapi masalah pertama, Sungkono mengaku penyelesaiannya tergantung pada negaranya. Ada yang kooperatif dan ada pula yang tutup mata, pura-pura tidak tahu. Berdasarkan penelusurannya bersama tim, produk Wings palsu berasal dari India dan Cina. Di kedua negara itu, disewa tim pengacara yang kuat. Hasilnya tiap 3-4 bulan, Wings bisa menuntut, bahkan sampai menutup satu pabrik pemalsu. Meski yakin pemalsuan tidak akan hilang sama sekali, menurut Sungkono langkah ini minimal bisa mengurangi pemalsuan.

Untuk masalah kedua, tidak ada cara lain selain mendirikan pabrik di Nigeria. Terlebih, saat ini terdapat 43 item Wings yang dilarang masuk ke negeri itu sejak dua tahun lalu lantaran diproduksi di luar negeri (Indonesia). Kini, SoKlin bisa masuk lagi ke negara tersebut karena menjanjikan tahun depan akan membuka pabrik di sana.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: