Sukses Karena Mau Belajar dari Kegagalan


“ini kisah jatuh bangun Tohar Ota. Beliau tetap bangun walo kegagalan pernah menimpanya. Semangat pantang meneyerah dan selektif dalam memilih usaha patut dijadikan contoh bagi kita semua. Cerita ini dari redaksi SWA.” By Em En Rizal

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, tetapi Tohar Ota tetap bersemangat menceritakan kepada SWA perjalanan dan strategi usahanya sebagai pemegang waralaba Rumah Makan Padang Sederhana Bintaro (RMPS Bintaro). Rupanya modal semangat seperti itu pula yang membuat lelaki kelahiran Jakarta 24 Maret 1974 ini tak jera berbisnis waralaba. Padahal, sebelumnya ia sempat gagal total ketika memegang waralaba Bakmi Japos. Dari kegagalannya lima tahun yang lalu itu, ia mengaku menimba banyak pelajaran. Antara lain, penting memilih franchisor yang peduli terhadap perkembangan mitranya. Tidak sebaliknya, ketika omset sedang tidak bagus, franchisor tetap meminta fee 6% di muka.

Cukup lama setelah kegagalannya itu, Tohar mengaku mencermati berbagai jenis waralaba. Ia menyimpulkan, rumah makan Padang lebih mapan dan tak lekang dimakan zaman. Menu dan rasanya pun disukai banyak orang Jakarta yang supersibuk. Dari sini ia memutuskan mengambil waralaba RMPS Bintaro dua tahun yang lalu. Lokasi gerai resto Padangnya ini di Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pilihannya terhadap RMPS Bintaro pun bukan sembarangan. Maklum, brand rumah makan Padang memang banyak. “Awareness-nya di masyarakat sudah ada. Lalu, menu serta rasanya juga bagus, ujar Tohar. Selain itu, “Franchisor memberi kebebasan kepada kami selaku mitranya untuk ikut di bidang operasional,ujarnya lagi. Dari sini, ia melihat adanya keterbukaan manajemen sang franchisor RMPS Bintaro. Ia juga merasakan kepedulian franchisor yang secara rutin mengontrol restoran. Bahkan, pemilik merek kerap terjun langsung.“Ia bahkan mau memeriksa dapur, kamar mandi, dan kerapian karyawan, ungkapnya. Hal lain yang juga disukainya, jika ada komplain terhadap suatu masalah, tanggapan franchisor cukup cepat.

Kerja sama yang baik ini memang membuahkan hasil manis. Sarjana manajemen perbankan dari STIE Perbanas, Jakarta, ini berhasil meraup keuntungan pada bulan ke-4 sekitar 40%. “Dan, ini terus stabil hingga sekarang,“ ujar pria 35 tahun ini. Tak mengherankan, 9 bulan lalu ia memutuskan membuka cabang baru di Jl. Petamburan, Jakarta, bersebelahan dengan Hotel Santika. Tohar mengaku total dana yang ia investasikan di dua gerai RMPS Bintaro ini sekitar Rp 4 miliar, 40% dari pinjaman bank dan 60% dari kantongnya sendiri.

Sebagai pebisnis waralaba, Tohar rupanya tak merasa cukup dengan dua gerai RMPS Bintaro itu. Sumber pendapatan lainnya pun digarap. Enam bulan yang lalu, ia membuka kantin di kantor Depperindag, Jakarta. Lalu, pada Juli 2009 kantin lainnya dibukanya di Menara Batavia, Jakarta. Selain biaya sewanya murah, juga efektif meningkatkan penjualan ujarnya. Rupanya ada keterkaitan usaha antara kantin-kantinnya dan rumah makan Padangnya. Sebab, karena kantin-kantinnya berukuran kecil, tak tersedia dapur, sehingga masakannya berasal dari resto RMPS Bintaro. Jadi, fungsi kantin-kantin itu seperti gerai penjualan masakan Padang. Tohar berambisi membuka kantin semacam itu sebanyak-banyaknya tahun ini.

Kunci sukses Tohar lainnya adalah pendekatannya terhadap karyawan. Setiap bulan, terutama setelah gajian, ia melakukan meeting dengan karyawan. Dalam rapat ini mereka melakukan evaluasi, baik soal menu maupun pelayanan kepada pelanggan. “Ini sangat krusial karena bisnis ini merupakan bisnis jasa,”ujar pria yang sekarang juga mulai berbisnis di bidang telekomunikasi ini. Bahkan, Tohar juga mengadakan kegiatan outing misalnya di Puncak, Bogor, selama dua hari — untuk karyawannya setiap tahun.

Menurut Tohar, hal penting yang juga dilakukannya adalah membuat tim inti yang terdiri atas tiga orang yang berperan dalam mengontrol keuangan dan gerai, serta menilai dan mengembangkan bisnis. Ini semacam tangan kanan saya, walaupun saya masih terjun langsung, kata pria yang berkantor dekat gerai restonya ini. Kepada tim inti, Tohar memberikan target agar bisa mengembangkan usaha dalam bentuk pembukaan resto setiap tahun. Pencapaian target ini tentu berdampak pada peningkatan pendapatan mereka,katanya. (*)

BOKS:

Resep Sukses Tohar

Buat mereka yang tertarik berbisnis melalui waralaba makanan, Tohar punya beberapa saran. Pertama, pilihlah waralaba yang memiliki citra dan brand yang sudah eksis sehingga masyarakat sudah aware dan pemegang waralaba tidak perlu repot mengenalkan usahanya kepada calon konsumen. Kedua, pilihlah jenis makanan/masakan yang memiliki umur panjang dan bukan tren sesaat. Ketiga, perhatikan manajemennya, apakah sesuai dengan keinginan dan bisa diajak kerja sama atau tidak. Pilihlah franchisor yang peduli pada mitra-mitranya.

Bila perlu, sebelum membeli hak waralaba, cari tahu ke mitra-mitra yang sudah eksis mengenai reputasi dan rekam jejak sang franchisor. Keempat, perhatikan lokasi.

Kelima, jika sudah menjadi franchisee, tegakkan disiplin dan fokus. “Disiplin pada semua lini dan fokus. Tidak bisa asal-asalan karena mengelola bisnis ini nggak gampang juga, katanya. Disiplin ini artinya mematuhi standard operating procedure yang sudah ditetapkan. Lakukan pula dengan fokus. “Sebelum outlet yang digeluti sehat, jangan buka outlet lagi, demikian saran Tohar. (*)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: