Perlu Segera Mengkaji Ulang Strategi Pemasaran?


Perlu Segera Mengkaji Ulang Strategi Pemasaran?

Seorang pemasar yang senantiasa memerhatikan lanskap bisnisnya sebelum memasuki aktivitas inti pemasaran lainnya, memiliki peluang yang lebih baik dalam memenangi persaingan. Menilik pada model 4C MarkPlus, seorang pemasar wajib menganalisis change, competitor, customer, dan company-nya sendiri. Hasilnya, dia bisa memberi gambaran lanskap bisnis yang sedang dan akan dihadapi.

Berdasarkan lima elemen change (teknologi, politik-legal, sosial-budaya, ekonomi, dan pasar), kami memproyeksikan 8 tren pada 2008. Walaupun bermunculan dengan kecepatan yang agak berbeda, semuanya tampak nyata pada kuartal pertama 2008. Penetrasi Internet benar-benar melejit sebagai buah dari infrastruktur yang semakin mencakup; edukasi pasar terhadap Internet yang berjalan semakin banyak; dan biaya akses yang semakin murah.

Kebijakan pemerintah juga menunjukkan arah yang semakin prokompetisi, di antaranya, sebagai upaya untuk menarik investasi. Tekanan global yang semakin menguat dan gerakan konsumerisme untuk melindungi konsumen menjadi pendorong kuat. Sementara itu, gagasan dan praktik desentralisasi serta otonomi daerah semakin menguat. Tampilnya daerah-daerah yang sukses mengelola rumah tangganya secara lebih independen menarik banyak daerah lain.

Dalam kebijakan ekonominya, pemerintah lebih berusaha mengakomodasi segmen bottom of the pyramid (BOP). Selain menjaga mesin konsumsi perekonomian, pemerintah sangat berkepentingan untuk menjaga popularitas menjelang Pemilu 2009. Selain itu, perusahaan yang membidik segmen BOP semakin banyak dan terbukti menguntungkan.

Konsumen yang semakin ekspresif secara individual tampak dari semakin banyaknya teknologi yang memungkinkan itu terjadi. Sebuah fakta menarik lainnya adalah menurunnya indeks keyakinan konsumen, dari 99,1 pada Desember 2007 menjadi 92,4 pada Februari 2008. Tampaknya konsumen mulai pesimistis terhadap lingkungan mereka, dan malah mengembangkan kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Karakteristik mereka lainnya adalah lebih suka mendengarkan rumor ketimbang mencari fakta atas kebenaran suatu berita. Isu susu bayi dengan bakteri sakazaki merupakan salah satu yang terkuat.

Proyeksi tren lain yang terbukti secara jelas adalah semakin menguatnya daya beli pasar di luar Pulau Jawa. Banyak kota di luar Jawa mencetak indeks keyakinan konsumen yang lebih tinggi dibandingkan dengan di Jawa. Terakhir, terjadinya proliferasi pada mass market, di mana segmen pasar menengah-bawah menggemuk. Hal ini didorong oleh menguatnya keinginan konsumen untuk membeli produk berkualitas bagus dengan harga murah, serta dimungkinkan oleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

Selain 8 tren di atas, faktor dalam lanskap bisnis yang sebenarnya paling mengkhawatirkan adalah penurunan daya beli konsumen. Dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya laju inflasi di atas perkiraan, para pemasar dihadapkan pada pasar yang sulit. Walaupun pemerintah berusaha mati-matian untuk melindungi masyarakat BOP melalui berbagai kebijakan ekonominya, mesin konsumsi perekonomian kita tetaplah menghadapi ancaman. Bagaimanakah kita dapat memetakan lanskap bisnis yang hendak dihadapi?

Terdapat 8 strategi kreatif untuk menghadapi persaingan pada 2008, yaitu: explore segmen pasar di luar Jawa, BOP, express, engage market by market dengan Internet dan word of mouth, serta komunitas. Lalu untuk eksekusinya, dengan efficient cost dan experiential service. Untuk mempermudah, kami menyimpulkan tiga skenario dan tiga strategi untuk menghadapinya.

Jika pemerintah mampu menanggulangi tekanan ekonomi sehingga tidak berdampak pada daya beli masyarakat, keadaan akan cukup aman. Kami menyebutnya skenario satu dengan nama skenario optimistis. Para pemasar perlu menghadapinya dengan best fit creative strategy. Ini berarti dari 8 strategi kreatif yang pernah kami gagas pada akhir 2007, para pelaku dapat memilih salah satu yang paling sesuai dengan lanskap bisnis mereka.

Jika pemerintah kurang mampu menanggulangi tekanan ekonomi sehingga berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat secara gradual, akan muncul skenario kedua. Kami menyebutnya skenario pesimistis waspada (cautious). Para pemasar perlu menghadapinya dengan strategi kreatif rasional. Konkretnya, pemasar perlu membidik pasar di luar Jawa, menggarapnya secara market by market, dan dengan efisiensi biaya pada eksekusinya. Dari 8 pilihan, ketiganya memang lebih terukur akuntabilitasnya.

Bagaimana jika pemerintah tidak mampu menanggulangi tekanan ekonomi sehingga berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat secara drastis? Muncullah skenario ketiga. Kami menyebutnya skenario pesimistis. Para pemasar perlu menghadapinya dengan strategi kreatif total. Para pemasar ditantang untuk mengadopsi ke-8 strategi kreatif tersebut secara penuh. Hal ini akan menuntut komitmen penuh dari manajemen level atas, dan mungkin saja memerlukan kreasi kompetensi baru perusahaan.

Setelah menelusuri perjalanan kuartal pertama 2008, para pemasar perlu segera merespons dengan tepat. Dan akhirnya, company-lah yang memutuskan posisinya. Seperti dikatakan Stephen Covey: 10% hidup Anda terjadi karena apa yang langsung Anda alami; sedangkan 90% hidup Anda ditentukan oleh cara Anda bereaksi. Jadi, bereaksilah secara kreatif dalam menghadapi skenario apa pun. Selamat kepada pemasar Indonesia yang tetap kreatif!

Hermawan Kartajaya, CEO MarkPlus&Co.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: