Menelisik Proses Kreatif Pebisnis Kita


Menelisik Proses Kreatif Pebisnis Kita
oleh : Harmanto Edi Djatmiko

Bisnis yang sukses dan berkesinambungan selalu ditopang kreativitas. Inilah proses kreatif para pebisnis kita, mulai dari tahap pencarian ide hingga eksekusinya menjadi produk dan jasa yang sukses di pasar.

Kreativitas, di mata orang awam, umumnya dikaitkan dengan dunia seni. Misalnya, Shakespeare dengan karya-karya agungnya di penulisan drama. Picasso dengan mahakaryanya di seni lukis. Mozart dengan gubahan simfoninya yang mengagumkan. Tokoh-tokoh besar ini memang lebih banyak menggunakan otak kanan mereka ketika berkarya. Orang dengan otak kanan yang hebat, secara teori, memiliki daya cipta yang lebih unggul. Bukan sekadar kecerdasan otak kiri yang cenderung memahami persoalan dari sudut pandang benar atau salah.

Namanya juga orang awam, meskipun terdengar masuk akal, pendapatnya banyak menyimpan kelemahan. Terbukti, belakangan, semakin banyak studi yang menunjukkan bahwa, sejak dulu, tokoh-tokoh kreatif pun telah bermunculan di berbagai bidang kehidupan. Artinya, penggunaan otak kanan bukan monopoli para seniman. Di bidang ilmu pengetahuan, Einstein jelas sangat kreatif ketika mengenalkan teori relativitasnya. Demikian pula para politisi di pemerintahan Amerika Serikat saat berhasil merumuskan sekaligus memperjuangkan sistem Jaminan Sosial (Social Security).

Di dunia industri dan bisnis, apalagi. Praktis, di setiap jengkal hamparan industri dan bisnis tersentuh kreativitas. Tak bisa dibayangkan kalau Henry Ford tidak menemukan dan mengenalkan assembly-line production. Atau Thomas Alva Edison yang memegang begitu banyak hak paten industri tak menemukan lampu pijar. Di industri teknologi informasi yang sarat penggunaan otak kirinya pun muncul tokoh-tokoh yang luar biasa kreatif semacam Bill Gates dan Steve Jobs. Lalu, di bisnis periklanan dan komunikasi, Anda tentu mengenal sosok Ogilvy. Silakan perpanjang lagi daftar ini dengan menyebut industri dan bisnis apa saja, pasti muncul tokoh-tokoh kreatifnya. Tanpa kreativitas, kehidupan industri dan bisnis pastilah sudah almarhum sejak dulu. Kreativitaslah yang membuat kehidupan industri dan bisnis berkesinambungan dari zaman ke zaman.

Lalu, “binatang” apakah sesungguhnya kreativitas itu? Para pakar kreativitas (kebanyakan psikolog dan pedagog) merumuskan kreativitas sebagai kemampuan melihat sesuatu dengan sudut pandang yang baru dan berbeda, melihat masalah yang mungkin tak seorang pun melihat itu sebagai masalah, tetapi sekaligus mampu menawarkan beragam alternatif solusi yang juga baru, khas dan efektif. Tingkat kreativitas seseorang, selain bisa dilihat dari seberapa banyak gagasan baru dan original yang mampu dilontarkan, juga seberapa bermanfaat (usefulness) gagasan yang dihasilkannya. Para ahli juga sepakat bahwa motivasi, pengetahuan sebelumnya, pelatihan, independensi serta tujuan berpengaruh besar untuk menghasilkan karya-karya kreatif.

Dalam konteks bisnis, bisalah diterjemahkan begini: kreativitas bukanlah sekadar mengemukakan gagasan atau sudut pandang yang baru dan berbeda, melainkan (yang terpenting) justru harus membawa paradigma baru di dunia bisnis yang mampu memberi nilai tambah bagi konsumen.

Gagasan dan proses kreatif — seperti bunyi iklan minuman — bisa muncul di mana saja dan kapan saja. Sir Isaac Newton menemukan hukum gravitasinya bukan di ruang laboratorium, melainkan ketika menyaksikan jutaan buah apel jatuh dari pohon dan tak pernah bisa kembali ke dahannya.

Begitu pula di kalangan pebisnis, mencuatnya ide dan proses kreatif sungguh beragam. Dari yang tampaknya standar dan biasa-biasa saja (misalnya, brainstorming dengan anak buah, rekan kerja, atau pelanggan), hingga yang aneh-aneh bahkan lucu (misalnya, seorang arsitek kondang yang mendapatkan ide-ide cemerlang justru ketika kepalanya dikucuri air darishower kamar mandi). Yang menarik, sebagian besar gagasan kreatif tersebut awalnya tidak terlalu muluk-muluk, tetapi setelah diterapkan ternyata membawa dampak yang besar bagi dunia bisnis.

Cerita-cerita proses kreatif seperti itulah — terutama dari pebisnis kita — yang akan Anda nikmati pada tulisan Sajian Utama setelah ini. Tujuannya, tentu, agar Anda semakin kreatif menangkap ide-ide kreatif yang berseliweran di sekeliling Anda. Sebuah artikel yang menarik, bukan?

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: